Terbit: 2 Mei 2018 | Diperbarui: 3 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Kehamilan merupakan momen penting bagi ibu dan janin. Untuk itu ibu perlu menjaga kesehatannya, termasuk dengan membuat tubuh cukup terhidrasi. Meskipun sepele namun jika tidak diperhatikan dengan baik, dehidrasi dapat membahayakan ibu dan janin.

Bahaya Dehidrasi Saat Hamil dan Cara Mencegahnya

Bahaya Dehidrasi bagi Ibu Hamil

Dehidrasi adalah kondisi tubuh kekurangan cairan. Perlu diingat bahwa tubuh kita mengandung cairan lebih dari 50%, jika kekurangan cairan tentunya hal ini dapat membahayakan sistem metabolisme tubuh.

Beberapa bahaya dehidrasi pada tubuh ibu hamil antara lain:

1. Volume air ketuban rendah

Dehidrasi dapat menyebabkan air ketuban berkurang yang tentunya berbahaya bagi perkembangan janin. Ketuban merupakan cairan yang mendukung perkembangan janin. Cairan ini dapat memberikan perlindungan bagi janin yang belum lahir untuk membantu perkembangan organ di dalam tubuh.

2. Memengaruhi perkembangan organ janin

Air memegang peranan penting bagi perkembangan organ selama kehamilan. Beberapa organ penting yang mungkin terganggu jika Anda mengalami dehidrasi antara lain fungsi hati dan ginjal untuk membuang limbah dan kotoran.

3. Memicu sembelit dan kelelahan pada ibu hamil

Selama hamil, Anda mungkin akan mengalami sembelit karena peningkatan hormon kehamilan. Jika Anda dehidrasi, kemungkinan sembelit yang Anda rasakan akan semakin parah. Selain itu Anda juga akan merasa lemas dan mudah lelah selama kehamilan.

Cara Mencegah Dehidrasi saat Hamil

Untuk mencegah dehidrasi saat hamil, sebaiknya ibu mengonsumsi air lebih dari 2 liter per hari. Selain itu sebaiknya ibu juga menghindari minuman mengandung kafein seperti teh, kopi, dan minuman bersoda. Perbanyak minuman air putih, dan jus buah dalam menu harian Anda. Jika Anda banyak beraktivitas seperti berolahraga, atau berada di tempat yang panas, maka sebaiknya selalu sedia minuman dalam tas Anda.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi