Terbit: 3 Juni 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Pernahkah Anda mendengar tentang zat kolin? Meskipun jarang terdengar, nyatanya kolin adalah salah satu zat gizi dengan manfaat yang sangat diperlukan oleh tubuh, bahkan jika asupan kolin tak terpenuhi, tumbuh kembang janin bisa terganggu lho.

Awas! Ini 3 Bahaya Jika Ibu Hamil Kekurangan Kolin

Lalu, apa sebenarnya kolin itu dan seberapa pentingnya kolin bagi ibu hamil?

Mengenal zat kolin

Cukup jarang orang mendengar tentang kolin, tak heran karena kolin ternyata memang bukanlah suatu golongan vitamin dan namanya tidak seterkenal vitamin A atau C. Akan tetapi, kolin adalah suatu zat yang bentuknya sangat mirip dengan kelompok vitamin B.

Kolin tidak termasuk dalam zat gizi yang kerap mendapa perhatian karena sebenarnya tubuh telah memproduksi zat kolin sendiri.

Hal ini yang menyebabkan tidak ada makanan yang dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan kolin, selama pola makan yang kita konsumsi adalah pola maakan yang seimbang dan bervariasi.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Kebutuhan harian kolin

Secara umum, kebutuhan kolin pada kondisi normal adalah sebesar 425 mg dalam sehari, namun angka ini semakin meningkat kebutuhannya saat ibu sedang hamil, menjadi 450 mg.

Fungsi kolin dalam tubuh serta manfaat bagi kehamilan

Seperti yang telah disebutkan, kolin memiliki sifat zat yang sangat mirip dengan vitamin B.Hal ini yang kemudian membuat kolin memiliki berbagai manfaat diantaranya:

1. Mendukung sistem otot bagi ibu dan pembentukan saraf janin

Asupan kolin yang tercukupi bisa mendukung ibu hamil terhindar dari otot, daya ingat optimal, tubuh lebih fokus dan sebagai salah satu bahan baku yang digunakan dalam pembentukan otak anak.

2. Mendukung daya ingat ibu

Kolin memberikan asupan gizi yang baik untuk otak, utamanya pada trimester tiga dimana ibu hamil mengalami penurunan volume sel otak yang menyebabkan ibu kerap mengalami lupa.

Asupan kolin yang cukup memberi suplai gizi yang cukup untuk mencegah penurunan volume sel otak yang berlebihan.

3. Mendukung ketersediaan lemak baik dalam tubuh ibu

Asupan kolin akan mendukung sebaran lemak yang merata dan tidak hanya menumpuk pada organ hati saja, hal ini penting sehingga ibu hamil tidak mengalami gangguan pada organ hati yang disebut kerap mencetuskan penyakit lain setelah persalinan.

Lalu, apa bahaya jika ibu hamil kekurangan asupan kolin?

Studi yang dilakukan oleh Division of Nutritional Science Illinois dan American Joural of Epidemiology, kekurangan kolin selama hamila akn menyebabkan:

1. Gangguan perkembangan otak janin

2. Peningkatkan risiko bayi lahir dengan cacat tabung saraf

doktersehat urine bayi tua

Designed by Freepik

3. Mengurangi fungsi asam folat

, dimana asam folat yang penting untuk pembentukan sum-sum tulang belakang dan otak janin bisa sangat terdukung dengan asupan kolin yang tercukupi pada ibu hamil.

Bahan makanan sumber kolin untuk ibu hamil

Dengan melihat pentingnya kolin selama kehamilan, maka ibu hamil perlu memenuhi kebutuhan kolin selama kehamilan yang bisa diperoleh dari bahan makanan sumber lemak alami.

doktersehat-minyak-ikan-sehat-nutrisi-vitamin-fish-cod

Kolin memiliki senyawa yang membentuk lemak sehingga ibu hamil bisa memenuhi kebutuhan kolin dengan mengonsumsi lemak alami dalam jumlah cukup, dari bahan makanan seperti minyak ikan, telur, daging ayam, daging merah, kacang-kacangan, misalnya kacang merah, kacang kedelai, sayuran seperti, kembang kol, brokoli, minyak dari bahan nabati misalnya minyak biji bunga matahari, minyak sayur atau minyak wijen, serta beras cokelat.

Nah, setelah mengetahui pentingnya kolin bagi ibu hamil, maka tentu asupan bahan makanan sumber kolin sebagai tambahan kebutuhan ibu hamil haruslah sangat diperhatikan.

Makanan sumber kolin harus dipilih sebagai variasi makanan sehari-hari ibu hamil agar kesehatan ibu dan janin selama kehamilan semakin optimal, ya.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi