Jangan Buang Ingus Terlalu Kencang Jika Tak ingin Alami Hal ini

Doktersehat-obat-flu

DokterSehat.Com– Ketika sedang dilanda flu, setiap orang akan mengalami hidung meler atau beringus. Ingus sendiri bisa dikatakan sebagai lendir lengket yang letaknya berada pada rongga hidung. Biasanya, tingkat kekentalan ingus bisa dipengaruhi dari kondisi tubuh seseorang. Selain itu ingus juga berwarna, yang tentunya mengandung makna tersendiri.

Namun, terlepas dari itu semua. Baru-baru ini ada sebuah berita mencengangkan yang sempat membuat heboh warganet. Kabar tersebut datang dari London, tepatnya di Rumah Sakit Middlesex yang baru saja merawat seorang wanita berusian 38 tahun akibat ingus. Bukan masalah ingus atau pileknya, tapi masalah tersebut dihasilkan akibat kebiasaan mengeluarkan ingus secara paksa.

Pasalnya, wanita tersebut datang ke rumah sakit dengan kondisi hidung memar serta penglihatan yang terganggu. Tahukah Anda, apa yang terjadi pada wanita tersebut? Jadi, wanita itu mengalami patah pada rongga hidung dan mata yang biasa disebut blowout fracture.

Kondisi ini dikarenakan wanita tersebut mengeluarkan ingus terlalu kencang dan seloah dipaksakan. Alhasil, rongga pada hidung dan mata menjadi patah sehingga membuat penglihatannya menjadi kabur. Selain itu, wajahnya juga mengalami memar serta bengkak layaknya bekas pukulan.

Walau efeknya tidak permanen, tapi cukup mengerikan, pasalnya kebiasaan membuang ingus pasti pernah dilakukan oleh setiap orang yang sedang flu. Dengan kejadian tersebut, tim medis menyarankan kepada setiap orang yang sedang flu untuk tidak memaksakan ingus keluar, tapi biarkan keluar dengan sendirinya.

Sebab, kadang kala tekstur ingus sangat kental sehingga sangat sulit dikeluarkan yang membuat seseorang menjadi gemas dan memaksanya keluar. Oleh karenanya, jika Anda sedang flu, alangkah baiknya untuk tidak terlalu memaksakan dalam mengeluarkan ingus. Kalaupun meman mengganggu pernapasan, alangkah baiknya untuk mengompres hidung menggunakan air hangat agar ingus bisa keluar secara aman tanpa menimbulkan risiko.