Terbiasa Gabungkan Sarapan dan Makan Siang, Berbahayakah?

Doktersehat-sudah-makan-tapi-masih-lapar

DokterSehat.Com– Karena berbagai kesibukan yang harus dilakukan di pagi hari atau tidak ingin terlambat, banyak orang yang melewatkan waktu sarapan pagi dan menggantinya dengan brunch, gabungan dari sarapan pagi dan makan siang. Sebenarnya, apakah sering melakukan brunch bisa membahayakan kesehatan?

Pakar kesehatan yang merupakan ketua dari Pergizi Pangan Indonesia, Prof. Hardinsyah, MS, PhD menyebut brunch sebagai sesuatu hal yang banyak dilakukan oleh manusia akibat perkembangan zaman dan gaya hidup. Meskipun begitu, Prof. Hardinsyah menganggap kebiasaan ini tidak sehat dan tidak boleh dilakukan setiap hari. Jika kita melakukannya di akhir pekan karena malas untuk bangun pagi dan membutuhkan waktu istirahat lebih lama, hal ini boleh-boleh saja dilakukan. Hanya saja, kebiasaan brunch tidak boleh dilakukan setiap hari.

“Aktivitas brunch ini sebaiknya dilakukan sesekali. Saat weekend tidak apa-apa dilakukan, tapi jangan setiap hari karena tidak sehat,” jelas Prof. Hardinsyah.

Jika sampai melakukan brunch setiap hari, maka kita akan mendapatkan dampak buruk seperti kenaikan berat badan, gangguan konsentrasi, dan tubuh yang tidak berstamina.

“Logika saja, kalau perut keroncongan di pagi hari, kita akan mudah pusing. Stamina juga akan turun drastis. Dalam jangka panjang kegiatan ini bisa bikin kenaikan berat badan karena saat makan siang atau makan malam akan makan dengan lebih rakus akibat tidak mudah merasa kenyang,” ucap Prof. Hardinsyah.

Selain nasi dengan porsi yang besar dan tinggi kalori, seringkali kita akan melakukan brunch dengan mengonsumsi menu lain seperti waffle atau kue manis lainnya yang juga bisa meningkatkan berat badan. Bahkan, demi mengompensasi rasa lapar di pagi hari, terkadang kita juga mengonsumsi camilan-camilan lain yang tidak sehat.

Saat kita melakukan brunch dengan mengonsumsi makanan dalam porsi yang besar, besar kemungkinan perut akan kaget dan sakit akibat banyaknya makanan yang masuk ke dalam perut. Bukannya membuat badan menjadi lebih nyaman dan berenergi, bisa jadi kita justru akan merasa tidak nyaman dan akhirnya kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari.