Terbit: 19 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Kelainan seks bukan hanya berkisar pada hiperseks yang membuat seseorang terobsesi melakukan secara berlebihan. Kelainan seks juga bisa berupa gangguan perilaku yang membuat pasangan berhubungan badan dengan suami atau istri miliki orang lain.

Bahaya Bergonta-Ganti Pasangan Seks untuk Kesehatan dan Mental

Istilah berganti pasangan ini sering disebut dengan nama swinger. Di Indonesia sendiri kasus swinger sudah banyak bermunculan dan beberapa di antaranya telah ditangkap oleh pihak berwajib karena dianggap menyalahi aturan.

Terlepas dari sisi hukum yang berlakuku, aktivitas swinger seks ini sangat berbahaya. Berikut beberapa risiko yang bisa diterima oleh pasangan.

1. Terinfeksi penyakit menular seksual

Katakanlah aktivitas seks dengan cara swinger ini dilakukan dengan menggunakan kondom. Namun, ada kalanya kondom bisa rusak atau pasangan melakukan seks oral secara polosan saja. Akhirnya penyakit seperti HPV yang menyebabkan kutil kelamin bisa saja terjadi dan berdampak pada kesehatan secara menyeluruh.

Selain HPV, peluang pasangan terkena HIV juga tinggi. Terlebih tidak semua orang tahu seperti apa status dari pasangan seksnya. Kalau pasangannya sendiri mungkin mereka tahu, tapi kalau pasangan orang lain lebih banyak tidak tahunya.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

2. Jadi hiperseks

Seseorang yang sering berganti-ganti pasangan bisa membuat dirinya jadi hiperseks. Kondisi ini terbentuk dari obsesinya terus berhubungan badan dengan orang lain yang bahkan tidak dikenalinya.

Pria atau wanita sama-sama berisiko mendapatkan kondisi ini. Mereka jadi tidak tertarik lagi berhubungan badan dengan pasangan.

3. Ada kemungkinan hamil

Sekali lagi, pasangan yang berhubungan seks mungkin menggunakan kondom. Namun, ada kalanya saat hilang kendali, kondom tidak digunakan. Dampaknya, wanita bisa alami kehamilan dan tidak dibuahi oleh pasangannya sendiri.

Kehamilan ini akan berisiko jadi masalah di kemudian hari. Akhirnya beberapa wanita lebih memilih untuk menggugurkannya saat usia kandungan masih muda.

Inilah risiko yang didapatkan dari aktivitas swinger atau gonta-ganti pasangan. Menyeramkan sekali bukan?


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi