Asap Dapur dan Asap Rokok, Lebih Bahaya Mana?

Masak-tinggi-lemak-doktersehat-1
Photo Credit: Flickr.com/Dov Harrington

DokterSehat.Com– Sama-sama mengeluarkan asap dan polusi, kebanyakan orang tentu berpikir bahwa asap dapur jauh lebih aman dibandingkan dengan asap rokok atau asap dari knalpot kendaraan. Hanya saja, menurut pakar kesehatan, asap yang mengepul dari dapur ternyata juga bisa menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan tubuh jika sering dihirup. Seperti apakah dampak tersebut?

Menurut pakar kesehatan yang juga dikenal luas sebagai selebritis Lula Kamal, asap dapur ternyata tidak lebih aman dibandingkan dengan asap rokok. Apalagi jika proses pembakaran pada kompor saat memasak tidak sempurna. Di dalam asap dapur memiliki kandungan karbon monooksida, NO2, serta SO2 yang berbahaya bagi saluran pernapasan.

Jika kita sering mengisap kandungan tidak sehat dari asap dapur ini, maka saluran pernapasan bisa mengalami iritasi. Bahkan, jika dapur kita tidak memiliki ventilasi yang baik, maka ada kemungkinan hal ini bisa memicu peradangan dan kanker pada paru-paru.

Asap dapur ternyata juga tidak baik bagi kesehatan kulit. Jika kita sering terpapar asap dapur saat memasak, maka kita pun akan lebih berisiko untuk terkena jerawat atau gangguan jamur yang tentu sangat mengganggu.

Sementara itu, Kirk Smith yang berasal dari UC Berkeley’s School of Public Health menyebutkan bahwa kebiasaan memasak dengan memakai tungku kayu bisa mengeluarkan efek yang sama dengan merokok tiga hingga lima batang rokok dalam sehari. Kirk juga menyebut adanya peningkatan risiko infeksi saluran pernapasan seperti pneumonia jika dapur tidak memiliki ventilasi yang baik.

Telah ada penelitian yang memmbuktikan bahwa asap dapur ternyata berpotensi menjadi pemicu datangnya kanker nasofaring. Memang, kanker ini tidak hanya disebabkan oleh satu faktor saja. Hanya saja, ada baiknya memang kita tidak lagi menyepelekan asap dapur ini karena tentu akan menemuinya setiap hari, bukan?

Masalahnya adalah banyak perumahan yang ada di kota besar yang tidak memiliki ventilasi yang baik, khususnya di dapur. Proses pembangunan yang tidak tepat serta kondisi perumahan yang sudah sangat padat bisa menjadi pemicunya. Karena alasan inilah ada baiknya saat membangun rumah kita lebih cermat sehingga bisa membuat bagian dapur memiliki ventilasi yang lega sehingga asap dapur bisa segera keluar saat kita memasak.