13 Bahaya Kurang Tidur bagi Kesehatan, Memicu Kanker Payudara!

Doktersehat-akibat-kurang-tidur
Photo Credit: Flickr.com/muhammadiqbaldar

DokterSehat.Com – Pada umumnya orang dewasa membutuhkan waktu tidur tujuh hingga delapan jam dalam sehari. Waktu tidur yang cukup dan berkualitas dapat membuat Anda lebih segar dan siap menjalani aktivitas pada esok hari. Sayangnya, berbagai kegiatan seperti bekerja hingga aktivitas sosial lainnya membuat seseorang menjadi kurang tidur. Apa akibat kurang tidur bagi kesehatan?

Akibat Kurang Tidur bagi Kesehatan

Menurut dr. Raghu Reddy, sleep medicine specialist dari University of Arkansas, waktu tidur yang hilang dalam lima jam selama seminggu dapat diganti dengan berisitirahat selama akhir pekan. Namun, jika waktu tidur yang hilang sudah lebih dari 20 jam, maka akan sangat berbahaya dan bisa mengganggu kesehatan tubuh, baik fisik maupun emosional.

Berikut adalah beberapa akibat kurang tidur yang bisa terjadi, antara lain:

1. Memicu diabetes

Efek kurang tidur yang satu ini sering kali diabaikan. Padahal, efek kurang tidur ini dapat memicu respon stress pada tubuh sehingga terjadinya pelepasan hormon kortisol dan  norepenepherine yang berhubungan dengan resistensi insulin. Kondisi inilah yang memengaruhi hormon dalam tubuh yang mengontrol nafsu makan.

2. Stroke

Akibat kurang tidur selanjutnya yang bisa terjadi adalah meningkatkan risiko stroke. Perlu diketahui, bahaya kurang tidur ini dapat menurunkan kinerja jantung sehingga membuat aliran darah menuju otak menjadi terhambat yang pada akhirnya memicu terjadinya stroke.

3. Tekanan darah tinggi

Efek kurang tidur satu hingga enam jam per hari dapat menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan darah sistolik dan bisa menggangu aktivitas sehari-hari. Hal inilah yang memicu tekanan darah tinggi.

4. Kanker payudara

Saat Anda kurang tidur, hormon melatonin yaitu hormon anti kanker akan menurun. Kurang tidur juga memicu meningkatnya kadar hormon estrogen (senyawa steroid yang berfungsi sebagai pemicu perkembangan organ seks). Ketika ini terus terjadi dalam siklus tidur, maka akan menyebabkan terjadinya kanker payudara pada wanita.

5. Perubahan pola makan

Seperti dijelaskan sebelumya, akibat kurang tidur mampu memengaruhi hormon yang mengontrol nafsu makan. Efek kurang tidur ini dapat menyebabkan terjadinya penurunan leptin yaitu sinyal rasa kenyang ke otak dan meningkatnya ghrelin yaitu hormon yang dapat merangsang nafsu makan. Jika ini terus terjadi, pola makan akan terganggu dan memungkinkan risiko penyakit lain terjadi pada tubuh.

6. Memicu gangguan jantung

Orang yang terbiasa tidur terlalu larut sehingga berdampak pada kekurangan waktu tidur rentan terhadap penyakit jantung. Akibat kurang tidur lanjutannya juga dapat menurunkan proses metabolisme dan meningkatkan tekanan darah sehingga proses kerja jantung menjadi terganggu.

7. Mengganggu kemampuan otak

Akibat kurang tidur dalam waktu yang sangat lama dapat mengganggu kemampuan berpikir dan menerima informasi sehingga akan menggangu fokus seseorang ketika beraktivitas.

8. Menimbulkan depresi

Efek kurang tidur menyebabkan penurunan neurotransmiter (senyawa kimia yang diproduksi otak) untuk mengatur suasana hati. Ketika waktu tidur terus berkurang, hal ini dapat memengaruhi suasana hati, sehingga memungkinkan terjadinya depresi.

Selain itu, kurang tidur juga meningkatkan reaksi antisipatif pada pusat emosional otak, sehingga menyebabkan rasa cemas meningkat.

9. Berat badan naik

Sebuah penelitian mengungkapkan, bahwa mereka yang tidurnya kurang dari 6 jam setiap harinya, cenderung menjadi lebih gemuk dibanding mereka yang jam tidurnya 7-9 jam hari.

Akibat kurang tidur ini ternyata ada kaitannya dengan peningkatan nafsu makan dan bertambahnya rasa lapar. Bagi Anda yang berencana menurunkan berat badan, begadang adalah aktivitas yang sebaiknya Anda hindari.

10. Kulit terlihat lebih tua

Akibat kurang tidur selanjutnya adalah membuat kulit Anda tampak lebih tua. Hal ini disebabkan karena hormon kortisol mengalami pelepasan yang lebih banyak ketika bergadang. Hormon ini bersifat memecah kolagen pada kulit, padahal kolagen adalah protein yang bekerja dalam menghaluskan kulit dan menjadikannya elastis.

Efek kurang tidur lainnya juga dapat menyebabkan mata bengkak dan kulit menjadi pucat. Kebiasaan begadang secara berkepanjangan akan menimbulkan efek kurang tidur kronis. Akibatnya, timbul garis-garis penuaan halus di wajah dan menjadikan kulit terlihat kusam.

Akibat kurang tidur yang mudah dikenali lainnya adalah munculnya mata panda. Mata panda adalah lingkaran gelap di sekitar mata yang muncul akibat pelebaran pembuluh darah di balik kulit mata yang tipis. Kondisi kurang tidur adalah penyebab utama terjadinya mata panda.

11. Menurunkan performa seks

Akibat kurang tidur yang bisa dialami oleh pria dan wanita adalah menurunnya hasrat untuk berhubungan seksual. Hasrat dan ketertarikan berkurang akibat kelelahan, rasa kantuk, dan stres yang diakibatkan karena kurang tidur. Hal lainnya, separuh pria penderita sleep apnea dilaporkan memiliki kadar testosteron yang rendah, di mana hal ini akan berdampak pada kurangnya minat seksual.

12. Gampang sakit

Perlu diketahui, sistem kekebalan tubuh menghasilkan protein-protein yang dinamakan sitokin. Sitokin dibutuhkan untuk membantu tubuh melawan peradangan, infeksi, dan stres. Saat kita tidur, tubuh akan melepaskan sitokin. Ketika waktu tidur Anda berkurang, maka produksi sitokin ini juga akan berkurang.

Kurang tidur juga menyebabkan menurunnya kemampuan sistem kekebalan tubuh dan kinerja sel dalam memerangi infeksi. Hal ini tentu saja dapat berdampak buruk pada ketangguhan sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi dan kecepatan proses kesembuhan secara alami.

13. Gampang lupa

Pada saat tidur koneksi saraf yang mendukung ingatan seseorang mengalami penguatan. Jika waktu tidur terganggu, otomatis kemampuan otak dalam mengolah dan menyimpan ingatan pun akan mengalami gangguan.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dalam jangka panjang dapat mengakibatkan penurunan kemampuan otak untuk berpikir dan mengolah informasi.

Akibat kurang tidur yang sering terjadi adalah menimbulkan rasa kantuk, sebuah kondisi di mana hal ini menjadi penyebab orang mudah lupa. Jika kebiasaan ini terus dilakukan, maka lama kelamaan ingatan Anda bisa melemah.

Nah, itulah akibat kurang tidur yang bisa terjadi pada Anda. Meski kurang tidur terdengar sepele, namun jika hal ini dilakukan dalam jangka waktu yang lama, maka hal itu bisa berdampak pada kesehatan. Konsultasikan segera dengan dokter jika Anda mengalami kesulitan tidur.