Bahaya Abu Vulkanik Gunung Agung Bagi Kesehatan

Gunung-abu-doktersehat

DokterSehat.Com– Gunung Agung yang ada di Pulau Bali telah mengalami beberapa kali erupsi dalam beberapa hari terakhir. Abu vulkanik pun mulai banyak muncul di berbagai tempat. Meskipun dianggap sebagai hal yang wajar terjadi saat gunung meletus, pakar kesehatan menyebutkan bahwa masyarakat di sekitar Gunung Agung sebaiknya mewaspadai dampak abu vulkanik bagi kesehatan.

Abu vulkanik berbentuk partikel yang sangat halus dengan diameter kurang dari 2 mikrometer. Bahkan, abu vulkanik yang masih beterbangan di udara ternyata memiliki lapisan asam yang bisa memicu iritasi pada mata dan organ pernafasan, termasuk paru-paru. Karena alasan inilah masalah kesehatan yang kerap muncul dari abu vulkanik gunung meletus adalah gangguan pernafasan, gangguan kesehatan mata, dan iritasi kulit. Berikut adalah beberapa dampak kesehatan dari abu vulkanik.

  • Iritasi hidung dan munculnya gejala pilek
  • Rasa sakit pada tenggorokan dan batuk kering
  • Bagi sebagian orang, menghirup abu vulkanik bisa memicu gejala bronchitis akut layaknya mengi dan sesak nafas.
  • Memperburuk asma.
  • Jika seseorang menghirup abu vulkanik dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang lama, dikhawatirkan hal ini akan memicu datangnya penyakit paru-paru yang serius.
  • Mata memerah, gatal-gatal atau perih.
  • Air mata yang terus menerus keluar.
  • Abrasi pada kornea mata yang bisa membuat mata perih.
  • Iritasi pada kulit.

Demi mencegah dampak buruk dari abu vulkanik gunung meletus, ada baiknya masyarakat yang tinggal di daerah dekat dengan gunung yang sedang meletus namun cukup aman dari bahaya letusan kerap menggunakan masker atau menutup mulut dan hidungnya dengan kain saat abu vulkanik jatuh di area tempat tinggalnya. Jika memang abu vulkanik ini jumlahnya sangat banyak atau berlebihan, masyarakat juga bisa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Saat bepergian ke luar rumah, masyarakat juga bisa memakai penutup kepala, helm, serta baju dan celana panjang demi mencegah iritasi pada mata dan kulit.