Kenali Gejala Menopause pada Wanita

tanda-menoupause-doktersehat

DokterSehat.Com – Banyak sekali wanita dewasa yang mencemaskan akan datangnya masa menopause. Mengapa hal ini bisa terjadi? Banyak kaum hawa yang menganggap masa menopause sebagai gerbang dimana mereka sudah merasa tua. Dalam realitanya, banyak wanita yang mengalami masa menopause pada usia awal 50 tahun dan mengalami masa transisi dari wanita dewasa yang subur ke masa menopause semenjak usia 40-an.

Kecemasan kaum hawa sendiri sering terjadi pada masa transisi tersebut karena banyak sekali perubahan hormon yang membuat kondisi tubuh, khususnya waktu dan frekuensi menstruasi yang bisa jadi sangat tidak teratur.

Tanda-Tanda Menopause

Periode transisi menuju menopause, yang dikenal sebagai perimenopause, ditandai oleh serangkaian perubahan pada tubuh dan pikiran. Sayangnya, gejala menopause pada wanita bisa agak tidak menyenangkan dan sulit dihadapi. Berikut adalah beberapa perubahan yang dapat Anda harapkan selama fase ini:

1. Periode tidak beraturan

Siklus menstruasi mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan. Siklus Anda mungkin jauh lebih lama atau lebih pendek dari biasanya dengan periode tidak terjawab menjadi umum. Pola pendarahan berubah saat aliran Anda menjadi lebih berat atau lebih ringan. Tidak mengherankan, gejala sindrom pramenstruasi juga bisa menjadi lebih menonjol.

Baca juga: 5 Hal yang Harus Pria Tahu tentang Menopause

2. Berat badan naik

Banyak faktor akan meningkatkan kemungkinan kenaikan berat badan termasuk tingkat estrogen yang lebih rendah, resistensi insulin, metabolisme yang lebih rendah, dan peningkatan produksi hormon stres. Sebagian besar wanita menambah berat badan di area perut, dan beberapa bahkan mungkin melihat perubahan dalam bentuk tubuh mereka.

3. Perubahan suasana hati

Wanita rentan terhadap berbagai tingkat iritabilitas, kesedihan, kecemasan dan ketegangan selama fase ini. Menurut Menopause Centre Australia, perubahan suasana hati dalam menopause dan perimenopause dapat dikaitkan dengan fluktuasi hormon yang berhubungan dengan ketidakseimbangan dalam tingkat serotonin.

4. Kekeringan vagina

Menurut Dr. Sara Gottfried, ginekolog dan pendiri Gottfried Institute, California, vagina dapat mengalami degenerasi karena produksi estrogen atau testosteron menurun. Hal ini menyebabkan lebih sedikit pelumasan dan penipisan dinding vagina, yang dikenal sebagai atrofi vagina, yang dapat membuat hubungan seksual sangat menyakitkan. Masalah ini dapat diatasi dengan menggunakan pelembab atau pelicin sesuai saran dari seorang ginekolog.

5. Nyeri

Anda mungkin mulai mengalami rasa sakit dan ketidaknyamanan di banyak bagian tubuh. Nyeri otot dan nyeri sendi dianggap sebagai kejadian yang paling umum. Mereka yang rentan terhadap migrain dapat melihat lonjakan yang cukup sampai masa menopause tiba. Beberapa wanita mungkin juga merasakan nyari di payudara mereka.

Baca juga: Diet Sembarangan Bisa Picu Menopause Dini pada Wanita

6. Kualitas tidur buruk

Hot flashes (merasa kepanasan) dan keringat malam dapat berdampak negatif terhadap kualitas tidur selama perimenopause dan menopause. Sekitar 35 hingga 50 persen wanita perimenopause menderita gelombang panas tubuh yang tiba-tiba dengan berkeringat dan memerah sepanjang malam. Ini sering diperburuk oleh stres, dan sebagai hasilnya, wanita mungkin mengalami kelelahan secara teratur karena kualitas tidur yang buruk.

7. Perubahan libido

Menurut Mayo Clinic, beberapa wanita mungkin mengalami libido yang menurun selama perubahan hormonal ini, sementara yang lain mungkin terus mengalami dorongan seks yang tidak berubah atau bahkan meningkat. Namun, atrofi vagina (peradangan dinding vagina) dapat menurunkan kepuasan dan membuat wanita kehilangan minat dalam seks dan masturbasi.

8. Penurunan kognitif

Banyak penelitian menemukan bahwa ingatan dan kemampuan berpikir dipengaruhi selama perimenopause dan menopause. Peserta dalam penelitian ini melaporkan kelupaan dan masalah yang berkaitan dengan konsentrasi. Kurang tidur juga dapat berkontribusi pada penyimpangan dalam memori.

9. Masalah urine

Penipisan jaringan vagina dan hilangnya elastisitas meningkatkan kerentanan Anda terhadap infeksi. Peningkatan frekuensi infeksi saluran kemih dapat menjadi tanda mendekati menopause. Gejala lain termasuk melemahnya otot panggul, mengurangi kontrol kandung kemih, dan sering buang air kecil.

10. Kulit dan rambut rapuh

Gejala menopause lainnya adalah masalah yang muncul pada rambut hingga kulit. Rambut bisa kehilangan kelembapan dan menjadi lebih rentan pecah dan bercabang. Kuku jari tangan juga mudah patah dan mengalami kekeringan dan perubahan warna. Kulit dapat mengalami perubahan yang lebih nyata seperti kerutan, berminyak, jerawat, pertumbuhan rambut wajah dan bintik-bintik di kulit.

Apa yang harus dilakukan wanita menjelang menopause?

Banyak pakar kesehatan menyarankan wanita yang menjelang masa menopause mulai memperhatikan kegiatan olahraga yang efektif dan rutin dan diiringi dengan pola makan yang sehat.

Baca juga: Cara Meningkatkan Gairah Seksual pada Wanita Menopause

Dengan makanan yang banyak mengandung estrogen dan fitogestrogen alami layaknya sayuran hijau gelap, brokoli, atau berbagai makanan dari kedelai, maka perubahan hormon pada tubuh bisa iimbangi dengan baik.

Disamping itu, cobalah untuk lebih banyak mengambil waktu untuk rileks dan menenangkan diri agar secara psikologis wanita yang menjelang masa menopause menjadi lebih terkontrol emosinya.