Bagaimana Pria Terangsang dan Responsnya pada Tubuh?

rangsangan-pada-pria-doktersehat

DokterSehat.Com – Pria dan wanita memiliki penerimaan rangsangan yang berbeda-beda. Perbedaan ini juga memengaruhi respons yang diberikan tubuh. Pria cenderung mudah sekali mendapatkan rangsangan dan meresponsnya dengan tindakan. Sementara itu, wanita cenderung lebih pasif saat menerima rangsangan hingga seks berlangsung.

Saat pria terangsang, keinginan untuk berhubungan badan jadi lebih tinggi. Itulah kenapa pria lebih aktif secara seksual ketimbang wanita. Meski demikian, tidak sedikit juga wanita bisa aktif secara seksual. Terkadang kondisi di sekitar atau kebiasaan harian memengaruhi kondisi ini lebih dominan.

Awal pria mendapatkan rangsangan

Sebelum mendapatkan rangsangan dan mulai terangsang, pria biasanya sudah memiliki libido yang tinggi. Jadi, libido yang tinggi pada pria tidak menjamin mereka akan terangsang. Biasanya kalau ada tindakan, libido akan naik bersamaan dengan ereksi dan keinginan berhubungan seks yang besar.

Wanita memiliki alur yang sebaliknya. Wanita lebih dulu merespons rangsangan dan merasa terangsang. Barulah setelah mendapatkan rangsangan ini libido akan naik perlahan-lahan. Kondisi yang berbeda ini membuat wanita lama “panasnya” sehingga rangsangan harus diberikan dengan intens agar wanita bisa menikmati seks.

Meski sebagian besar wanita memiliki pola seperti di atas. Tidak sedikit juga yang polanya sama dengan pria. Jadi, wanita memiliki libido dahulu baru keinginan berhubungan seks ini membesar setelah mendapatkan rangsangan.

Respons rangsang hingga orgasme

Respons rangsangan yang dialami oleh pria biasanya berjalan dengan beberapa tahapan. Tahapan pertama adalah respons tubuh terhadap rangsangan yang diterima. Kondisi ini ditandai dengan ereksi penis yang mulai muncul perlahan-lahan. Setelah ereksi berjalan dengan sempurna, pria sudah siap secara seksual untuk melakukan penetrasi.

Tahap selanjutnya adalah penetrasi atau beberapa pria bisa juga mengalami naik turun siklus. Kalau mereka sibuk merangsang wanita, biasanya ereksi akan sedikit mengendur. Untuk membuat pria kembali ereksi, biasanya rangsangan maksimal dibutuhkan. Selanjutnya kalau dua belah pihak sudah siap, seks bisa dijalankan.

Saat melakukan penetrasi, rangsangan yang diterima oleh penis akan meningkat cukup signifikan. Kalau rangsangan ini diteruskan, pria akan memasuki fase plateu. Fase ini ditandai dengan meningkatnya aliran darah ke kepala penis atau glans. Aliran darah ini juga memicu naiknya tekanan darah di tubuh.

Setelah memasuki masa plateu ini, pria akan mengalami orgasme diikuti dengan pengejangan di seluruh tubuh. Otot tubuh akan mendapatkan kejutan bersamaan dengan orgasme. Orgasme akan berjalan selama beberapa detik dan berlanjut ke fase relaksasi. Penis akan mulai mengendur untuk mulai beristirahat.

Pada fase ini pria akan susah terangsang dan mendapatkan ereksi lagi. Biasanya butuh beberapa menit atau jam agar penis bisa ereksi dan seks bisa dilakukan kembali.

Hal yang memengaruhi gairah seks pria

Karena fase rangsangan pria biasanya dimulai dari gairah atau libido, mempertahankannya untuk selalu stabil bukanlah pekerjaan yang mudah. Biasanya gairah seks pria dipengaruhi oleh beberapa hal di bawah ini.

  • Kondisi fisik pria. Kalau pria terlalu capai secara fisik biasanya memiliki gairah seks yang menurun.
  • Kondisi kesehatan psikis. Pria yang sering alami rasa takut, gelisah, atau depresi akan susah memiliki gairah seks yang besar.
  • Tinggi dan rendahnya kadar testosteron di dalam tubuhnya. Kadang kalau kadar testosteron rendah, gairah seks pria juga ikut rendah.
  • Ada atau tidaknya penyakit kronis. Pria yang alami penyakit kronis seperti diabetes, gairah seksnya cenderung anjlok.

Nah, demikianlah ulasan tentang rangsangan yang diterima pria dan responsnya pada tubuh. Anda sendiri tipe pria yang seperti apa? Memiliki libido dahulu atau mendapatkan rangsangan dahulu kalau ingin bercinta?