Terbit: 1 April 2018 | Diperbarui: 31 Maret 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Apakah Anda sering mengonsumsi olahan keripik dari sayur? Kini tentu ada cukup banyak olahan keripik sayur misalnya keripik bayam, keripik wortel atau keripik daun lainnya.

Bagaimana Gizi Sayur Jika Diolah Menjadi Keripik?

Umumnya keripik sayur, misalnya bayam, disajikan dengan tepung dan digoreng. Kira-kira apakah kandungan gizi sayurnya jadi berkurang?

Keripik sayur kini memang menjadi salah satu bentuk olahan lain dari sayur. pemanfaatan sayur sebagai keripik memang dapat dijadikan alternatif memperoleh manfaat dari konsumsi sayur, namun penggunaan minyak dan tepung pada olahan keripik tentu memengaruhi kandungan gizinya.

Menurut US Departement of Agriculture, beberapa kandungan gizi yang ada pada keripik yang terbuat dari daun hijau adalah:

    - Iklan -
    Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

  • Memiliki kandungan serat yang cukup tinggi

  • Kandungan serat pada 100 gram keripik sayur berdaun cukup tinggi yaitu 4 gram serat dalam 100 gram, atau setara 1 mangkuk sedang, keripik daun. Angka ini memang berkurang dari kandungannya jika disajikan segar, yaitu 6 gram, namun 4 gram serat dalam 100 gram bahan makanan termasuk kandungan yang cukup tinggi.

  • Tinggi kandungan karbohidrat

  • Penambahan tepung terigu tentu memberikan tambahan asupan karbohidrat pada tubuh, kandungan karbohidrat pada keripik sayur menjadi lebih tinggi jika dibandingkan dengan sayur saat disajikan segar, hal ini tentu menjadi tambahan kalori pada tubuh.

  • Kandungan lemak yang tinggi

  • Setiap bahan makanan tentu akan menyerap minyak yang digunakan dalam menggoreng makanan, begitu juga dengan sayur. Dalam 100 gram keripik sayur terdapat 7 gram lemak yang termasuk cukup tinggi.

Keripik sayur merupakan olahan makanan yang cukup menarik, karena kita bisa merasakan sayur dalam bentuk yang lebih gurih.

Namun perlu diperhatikan bahwa konsumsi keripik sayur juga akan menambah asupan kalori dan lemak dalam tubuh. Jadi pastikan agar konsumsinya tidak berlebihan ya.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi