Bagaimana Cara Merawat Bayi yang Lahir Prematur?

bayi-baru-lahir-doktersehat
Photo Credit: Adam McGuffie

DokterSehat.Com– Setiap orang tua tentu menginginkan bayinya lahir normal dan sehat. Namun terkadang karena kondisi tertentu, bayi harus lahir dalam keadaan prematur atau saat usia kehamilan belum mencapai 37 minggu. Bayi yang lahir prematur butuh perawatan khusus untuk membantunya beradaptasi pada lingkungan di luar rahim.

Bayi prematur umumnya memiliki ukuran lebih kecil dibandingkan dengan bayi normal. Saat bayi pertama lahir, bayi memiliki lebih sedikit lemak tubuh sehingga perlu menjaga konidisinya agar tidak kedinginan. Bayi prematur juga mengalami kesulitan bernapas dan mengalami kulit dan mata kuning, serta rentan infeksi.

Untuk merawat bayi prematur di rumah membutuhkan perhatian dan perawatan ekstra. Bagi Anda yang memiliki bayi prematur, beberapa hal yang bisa Anda lakukan antara lain:

Menggunakan metode kangguru
Bayi prematur membutuhkan kehangatan karena memiliki lemak lebih sedikit. Dengan melakukan metode kangguru, maka Anda dapat membantu menghangatkan tubuhnya. Caranya, masukkan bayi ke dalam baju atau gendong dengan gendongan khusus sehingga kulit ibu dapat bersentuhan dengan kulit bayi. Hal ini dapat membantu mengatur detak jantung dan pernapasan bayi. Perawatan ini bukan hanya bisa dilakukan oleh ibu, namun juga bisa dilakukan oleh ayah.

Menyusui bayi
Bayi prematur mungkin akan susah untuk menyusui. Pada awalnya kebanyakan bayi prematur perlu disusui sebanyak 8-10 kali sehari. Sebisa mungkin jeda waktu menyusui ke waktu menyusui selanjutnya tidak lebih dari 4 jam karena dapat menyebabkan bayi dehidrasi. Salah satu tanda bayi minum dengan cukup adalah bayi buang air kecil sebanyak 6-8 kali sehari.

Perhatikan posisi tidurnya
Pastikan bayi tidur terlentang, tidak miring atau tengkurap. Hal ini bertujuan untuk mengurangi sindrom kematian bayi mendadak yang sering dialami oleh bayi prematur. Bayi prematur juga akan lebih sering untuk terbangun di tengah malam karena waktu tidurnya lebih singkat namun lebih sering dibanding bayi yang lahir cukup bulan.

Lindungi dengan imunisasi
Bayi prematur lebih rentan pada beberapa penyakit serius. Lakukan imunisasai sesuai rekomendasi IDAI dan imunisasi tambahan jika dirasa perlu. Jadwal imunisasi bayi prematur sama dengan jadwal bayi yang lahir normal, namun mungkin berbeda untuk vaksin hepatitis B.

Jauhkan dari orang sakit
Sistem kekebalan bayi prematur umumnya masih lemah, sehingga sebaiknya jauhkan bayi Anda dari sumber infeksi di sekitar Anda. Minta orang lain untuk mencuci tangan sebelum memegang bayi Anda dan pastikan ia tidak memiliki penyakit yang menular seperti herpes atau lainnya. Bersihkan mainan dan ruangan bayi secara teratur untuk menghindari infeksi.

Pantau terus tumbuh kembangnya
Bayi prematur mungkin perlu lebih sering ke dokter untuk memantau tumbuh kembangnya. Dokter mungkin akan melihat perkembangan penglihatan dan pendengaran bayi. Hal ini penting dilakukan karena bayi prematur berisiko mengalami gangguan penglihatan dan pendengaran.

Selain melakukan perawatan tersebut, orang tua juga perlu aktif berkomunikasi dengan bayi. Hal ini dapat meredakan stres pada ibu dan bermanfaat bagi tumbuh kembang janin. Jika diperlukan, ibu bisa meminta bantuan pada anggota keluarga yang lain untuk membantu merawat bayi Anda ketika Anda sedang beristirahat. Anda juga perlu istirahat dan stamina yang cukup agar dapat merawat bayi dengan baik.