Terbit: 18 Maret 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Mengetahui suhu tubuh pada bayi adalah salah satu cara yang wajib diketahui oleh setiap orang tua untuk memantau kondisi kesehatan anaknya. Cek suhu bayi diperlukan untuk mengetahui apakah anak Anda mengalami demam atau tidak. Lantas, bagaimana cara mengukur suhu tubuh bayi yang tepat?.

5 Cara Mengukur Suhu Tubuh Bayi dengan Benar

Suhu Normal Bayi

Sebelum mengetahui bagaimana cara mengukur suhu tubuh bayi, hal penting yang harus diketahui adalah suhu normal bayi. Suhu tubuh normal bayi diukur per rektal memiliki kisaran mulai dari 36,6 hingga 37 derajat Celcius. Saat suhu per rektal sudah menunjukkan angkat di atas 38 derajat, maka hal itu sudah dianggap sebagai demam.

Meski begitu, demam sendiri bukanlah suatu penyakit, melainkan sebuah gejala penyakit. Demam bisa muncul ketika sistem imunitas sedang bekerja melawan penyakit seperti bakteri atau virus.

Sedangkan, jika demam disertai dengan gejala lain seperti sulit bernapas, muncul ruam, kejang hingga kesulitan untuk menelan, segera konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Setelah mengetahui suhu badan normal bayi, kini saatnya Anda mengetahui cara mengukur suhu tubuh bayi menggunakan termometer digital.

Cara Mengukur Suhu Tubuh Bayi

Terdapat beberapa jenis termometer yang bisa di tempatkan di mulut, telinga, ketiak hingga dahi. Namun, penggunaan termometer raksa yang digunakan pada dubur dianggap yang akurat dan mudah digunakan pada bayi.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

Namun, dibanding termometer raksa penggunaan termometer digital disarankan untuk bayi dan anak, sebab termometer raksa dianggap berisiko beracun jika pecah. Berikut adalah cara mengukur suhu tubuh bayi yang harus Anda ketahui, di antaranya:

1. Jangan mengukur suhu tubuh setelah mandi

Cara mengukur suhu tubuh bayi yang pertama sebaiknya tidak dilakukan setelah mandi, hal ini berguna untuk mendapat normal bayi ang lebih akurat. Setelah mandi suhu tubuh bayi akan sedikit turun setelah berendam di air hangat. Keringkan dulu tubuhnya dan tunggu hingga 20 menit untuk mendapatkan hasil yang akurat.

2. Jangan mengukur saat bayi berkeringat

Saat mengukur suhu tubuh normal bayi, sebaiknya tidak dilakukan saat bayi banyak bergerak atau sedang berkeringat karena akan membuat suhu tubuhnya meningkat. Selain itu, jangan mengukur suhu bayi saat sedang mengenakan baju hangat atau selimut tebal karena suhu tubuhnya akan meningkat.

3. Amati gejala fisik

Muncul keringat berlebih dan wajah yang memerah adalah salah satu tanda cara mengukur suhu tubuh bayi. Beberapa tanda tersebut menandakan adanya gangguan kesehatan pada anak Anda. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mendapatkan hasil yang akurat.

4. Menggunakan termometer digital

Seperti dijelaskan sebelumnya, termometer raksa berisiko membayakan bayi jika pecah. Oleh karenanya, Anda disarankan menggunakan termometer digital. Lantas, bagaimana cara menggunakan termometer digital pada bayi?

Sebelum menggunakan termometer digital, perlu diketahui bahwa termometer ini umumnya terbuat dari plastik dan berbentuk seperti pensil. Biasanya termometer ini menggunakan sensor panas elektronik untuk merekam suhu tubuh baik melalui ketiak, mulut, atau dubur. Letakkan termometer digital di antara ketiga bagian tubuh tersebut.

Sementara itu, termometer digital telinga menggunakan sinar inframerah untuk mengukur suhu di dalam liang telinga. Jika pengukuran terhalang kotoran telinga atau lengkungan saluran telinga, maka pengukuran suhu tubuh bayi bisa terganggu.

5. Menggunakan termometer rektal

Guna menggunakan termometer rektal, pastikan termometer tersebut dalam keadaan bersih. Cuci dalam air sabun atau lap dengan alkohol. Posisikan bayi dalam keadaan tengkurap.

Lalu oles sedikit petroleum jelly pada ujung termometer dan masukkan termometer sekitar 2 cm pada dubur. Biarkan beberapa waktu hingga termometer berbunyi sebagai tanda pengukuran selesai. Tarik termometer dan baca hasilnya.

Mengetahui suhu normal bayi adalah sebuah informasi yang wajib diketahui orang tua agar cepat tanggap saat terjadi kenaikan suhu. Jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter anak mengenai kondisi bayi.

Nah, itulah cara mengukur suhu tubuh bayi yang harus Anda tahu. Pada akhirnya, setiap bayi memiliki suhu tubuh yang berbeda-beda. Namun, suhu normal bayi berkisar antara 36,5-37,2 derajat Celcius.

Cara Sederhana Mengatasi Demam pada Bayi

Terjadinya demam pada bayi sebenarnya adalah sesuatu yang normal dan tak perlu dikhawatirkan. Demam adalah reaksi dari sistem kekebalan tubuh yang berfungsi dengan baik. Berikut adalah cara menurunkan panas pada bayi yang mudah untuk dilakukan, di antaranya:

1. Penuhi asupan cairan tubuh dengan baik

Memastikan tubuh anak terhidrasi dengan baik adalah cara mudah yang bisa dilakukan untuk menurunkan panas anak. Asupan cairan bisa bersumber dari ASI atau susu formula.

2. Lap dengan air hangat

Gunakan lap dengan air hangat untuk membersihkan tubuhnya saat dilanda demam. Sebaiknya hindari mandi menggunakan air dingin karena hal ini dapat membuat suhu tubuhnya mengalami kenaikan.

3. Kompres dahi

Kompres dahi dengan lap basah sebagai cara menurunkan panas. Selain dahi, kompres juga bisa dilakukan di area lipatan paha dan ketiak.

4. Mengenakan pakaian tipis

Saat demam, sebaiknya hindari menggunakan pakaian tebal pada anak. Gunakanlah pakaian tipis, namun jika anak Anda kedinginan, gunakanlah selimut untuk menutupi tubuhnya.

5. Menjaga suhu kamar

Jaga suhu kamar anak tetap sejuk. Anda bisa menggunakan AC atau kipas angin. Hindari penggunaan kipas angin terlalu kencang dan mengarah langsung ke bayi.

Demam yang Harus Diwaspadai

Berikut ini adalah beberapa kondisi pada bayi yang memerlukan penanganan dengan segera, di antaranya:

  • Bayi 3-6 bulan yang mengalami demam dengan panas lebih 38 Celcius.
  • Demam tidak kunjung membaik dan berlangsung lebih dari 5 hari.
  • Mulut kering, menangis tanpa air mata, dan popok kering.
  • Disertai dengan muntah dan diare.
  • Menangis di luar kebiasaannya.
  • Munculnya ruam merah.
  • Terjadi kejang.

Jika beberapa cara sederhana di atas tidak berhasil menurunkan panas pada bayi, segera konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan obat yang tepat. Pada beberapa kasus yang lebih berat, bayi mungkin saja perlu dirawat di rumah sakit untuk mendapat penanganan yang intensif.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi