Terbit: 13 Januari 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Baby boomer adalah istilah yang digunakan untuk seseorang yang lahir antara tahun 1946 hingga 1964. Simak penjelasan lengkap mengenai sejarah, karakteristik, hingga jumlah generasi baby boomer di Indonesia.

Baby Boomer: Karakteristik, Penyakit yang Sering Menyertai, dll

Apa Itu Baby Boomer?

Generasi baby boomer mengacu pada orang-orang yang lahir setelah perang dunia II. Meskipun istilah ini tidak digunakan saat itu, boomer adalah kelompok generasi terbesar di beberapa negara. Orang tua dari generasi ini adalah silent generation dan greatest generation.

Sejarah Baby Boomer

Perlu diketahui, silent generation adalah mereka yang lahir dari tahun 1925 sampai 1945, dinamakan demikian karena generasi dibesarkan selama masa perang dan depresi ekonomi. Baby boomer muncul berikutnya dari tahun 1945 hingga 1964, akibat peningkatan jumlah kelahiran setelah berakhirnya Perang Dunia II.

Pada akhir tahun 1946, tahun pertama generasi ini, terdapat sekitar 2,4 juta boomer. Pada tahun 1964, tahun terakhir baby boomer, terdapat hampir 72,5 juta orang. Populasi mencapai puncaknya pada tahun 1999, dengan jumlah 78,8 juta orang.

Lahir setelah Perang Dunia II, generasi ini adalah generasi pertama yang menolak banyak nilai tradisional dari generasi sebelumnya. Angka kelahiran meningkat secara signifikan di tahun 40-an, ditambah dengan kondisi dunia yang lebih tenang, banyak orang dapat menyusun kembali kehidupannya dengan lebih baik.

Baca Juga: 4 Karakter Manusia, Anda Termasuk yang Mana?

Karakteristik Baby Boomer

Meskipun tidak ada satu cara untuk mendeskripsikan seluruh generasi secara akurat, berikut beberapa karakteristik umum yang cenderung terlihat pada generasi ini, antara lain:

  • Lebih menghargai hubungan. Ketika generasi ini tumbuh dewasa, terdapat kepercayaan yang tumbuh akan pentingnya menghabiskan waktu dengan keluarga dan teman.
  • Berorientasi pada tujuan. Generasi ini dibesarkan dengan gagasan-gagasan besar dan kondisi yang membuatnya mendorong diri untuk mencapai tujuan.
  • Memiliki kepercayaan diri. Generasi ini memiliki rasa percaya diri atas kemampuan yang dimilikinya, hal itu membuatnya berpandangan bahwa kerja keras akan membawa perubahan.
  • Memiliki banyak akal. Selama masa hidupnya, generasi ini telah menyaksikan beberapa kemajuan teknologi terbesar dalam sejarah. Generasi ini sering belajar bagaimana cara memperbaiki semuanya sendiri.
  • Kebiasaan mengonsumsi media. Generasi ini adalah adalah konsumen terbesar media tradisional seperti televisi, radio, majalah, dan surat kabar. Meski begitu, sebagian besar generasi ini memiliki sosial media.
  • Kebiasaan perbankan: Boomer lebih suka pergi ke bank untuk melakukan transaksi. Selain itu, kelompok generasi ini masih lebih suka menggunakan uang tunai.

Stereotip Baby Boomer

Tidak mengherankan jika setiap generasi memiliki stereotip. Stereotip umum tentang generasi ini adalah generasi yang banyak dipengaruhi oleh rasa takut, yang menurut para ahli mungkin disebabkan oleh masa anak-anak yang begitu dekat dengan era perang. Generasi ini juga sering disebut ‘keras kepala’ dan tahan terhadap segala jenis perubahan.

Jumlah Baby Boomer

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis tahun 2019, jumlah penduduk yang masuk kategori boomer sekitar 33 juta jiwa.

Sementara itu berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015 jumlah penduduk Indonesia pada 2020 sebanyak 269,6 juta jiwa. Dengan rincian jumlah laki-laki 135,34 juta jiwa dan perempuan 134,27 juta jiwa.

Sementara berdasarkan kelompok usia, jumlah penduduk usia produktif (15-65 tahun) mencapai 185,22 juta jiwa atau sekitar 68,7% dari total populasi. Sementara kelompok usia belum produktif (0-14 tahun) sebanyak 66,05 juta jiwa atau 24,5%, dan kelompok usia sudah tidak produktif (di atas 65 tahun) sebanyak 18,06 juta jiwa atau 6,7% dari total populasi. Hal ini menunjukkan bahwa angka ketergantungan penduduk Indonesia sebesar 45%.

Artinya, Indonesia masih berada dalam era bonus demografi di mana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibanding jumlah penduduk tidak produktif.

Baca Juga: Quarter Life Crisis, Krisis Kehidupan di Usia 20-an

Risiko Kesehatan yang Umum Dialami oleh Generasi Baby Boomer

Saat ini kemungkinan usia boomer adalah 50 sampai 70-an. Seiring bertambahnya usia, generasi ini menghadapi masalah kesehatan yang lebih kronis, beberapa di antaranya adalah penyakit yang dapat dicegah.

Pada usia ini, boomer harus rutin melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengelola masalah kesehatan kronis dan memastikan penyakit asimtomatik ditemukan dan diobati. Beberapa penyakit yang umum terjadi pada generasi ini adalah:

1. Arthritis

Artritis adalah penyakit yang menyebabkan nyeri sendi, kekakuan, degenerasi, dan lebih sering menyerang wanita daripada pria. Beberapa data statistik menunjukkan bahwa dalam 10 tahun ke depan, hampir setengah dari semua generasi ini akan menderita arthritis.

Kelebihan berat badan atau obesitas berkontribusi pada ketegangan pada persendian, jadi untuk mencegah keadaan ini, pastikan untuk menjaga berat badan yang sehat. Olahraga teratur dapat membantu menjaga kelenturan sendi.

2. Diabetes Tipe 2

Sekitar 25% dari generasi ini diperkirakan akan mengidap diabetes dalam dekade berikutnya. Seiring bertambahnya usia, seseorang menjadi kurang aktif sehingga semakin berisiko meningkatkan diabetes tipe 2 atau dikenal juga sebagai adult-onset diabetes.

3. Penyakit Jantung

Penyakit jantung terkait dengan usia lanjut, yang berarti generasi ini lebih mungkin mengidapnya daripada generasi yang lebih muda. Generasi ini memiliki prevalensi penyakit kardiovaskular tertinggi, dengan lebih dari 70% pria dan wanita menderita kondisi tersebut

Boomer termuda masih memiliki tingkat penyakit jantung yang tinggi, dengan pria lebih mungkin mengidapnya daripada wanita.

4. Tekanan Darah Tinggi

Seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi juga lebih sering terjadi pada orang tua. Tekanan darah tinggi adalah kondisi asimtomatik, tetapi berkontribusi pada kondisi yang mengancam jiwa seperti penyakit jantung dan stroke.

5. Kanker

Kanker paling umum terjadi pada populasi lansia. Seiring dengan semakin banyaknya generasi ini dan usia yang melampaui usia lanjut, risiko kanker akan meningkat. Dengan kemajuan dalam deteksi dan pengobatan kanker, lebih banyak orang yang akan disembuhkan dari kanker daripada yang bertahan di masa lalu.

6. Obesitas

Generasi ini memiliki risiko obesitas yang lebih tinggi dibandingkan generasi orang tuanya. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh penurunan tingkat aktivitas fisik. Guna membantu menjaga berat badan tetap terkendali, dokter merekomendasikan olahraga teratur, lebih banyak konsumsi buah dan sayuran, serta mengurangi asupan lemak dan gula.

7. Hepatitis C

Generasi ini lebih mungkin mungkin terinfeksi virus hepatitis C dan menyumbang sekitar 75% orang yang terinfeksi penyakit kronis. Oleh karena itu, generasi disarankan untuk mendapatkan skrining hepatitis C. Tidak ada vaksin untuk hepatitis C, tetapi beberapa obat antivirus efektif digunakan untuk penyakit ini. 

 

  1. Anonim. Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin, 2019. https://www.bps.go.id/indikator/indikator/view_data_pub/0000/api_pub/58/da_03/1. (Diakses pada 13 Januari 2021).
  2. Anonim. What Are Baby Boomers?. https://www.sodexoengage.com/blog/what-are-baby-boomers. (Diakses pada 13 Januari 2021).
  3. Festa, Ashley. 2020. 7 Most Common Health Conditions Among Baby Boomers. https://www.healthgrades.com/right-care/aging-well/7-most-common-health-conditions-among-baby-boomers. (Diakses pada 13 Januari 2021).
  4. Kasasa. 2020. Boomers, Gen X, Gen Y, and Gen Z Explained. https://www.kasasa.com/articles/generations/gen-x-gen-y-gen-z. (Diakses pada 13 Januari 2021).
  5. Kusnandar, Viva Budy. 2020. Inilah Proyeksi Jumlah Penduduk Indonesia 2020. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2020/01/02/inilah-proyeksi-jumlah-penduduk-indonesia-2020. (Diakses pada 13 Januari 2021).
  6. Marzullo, Dan. 2019. Gen Z, Millennials, Gen X, Baby Boomer: The 4 Leading Generations in the Workplace. https://www.zenefits.com/workest/gen-z-millennials-gen-x-baby-boomer-the-4-leading-generations-in-the-workplace/. (Diakses pada 13 Januari 2021).
  7. Smith, Robert. 2020. The Baby Boomer Generation—Birth Years, Characteristics, and History. https://www.familysearch.org/blog/en/baby-boomer-generation-characteristics/. (Diakses pada 13 Januari 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi