Terbit: 15 April 2021 | Diperbarui: 16 April 2021
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

BAB keras dapat membuat tidak nyaman atau bahkan tersiksa. Kondisi ini dapat terjadi karena beberapa sebab. Agar terhindari dari kondisi satu ini, simak berbagai penyebab dan cara mengatasinya berikut ini, yuk!

9 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Sembelit atau Sulit BAB?

Sembelit, dalam bahasa medis disebut dengan konstipasi, adalah kondisi ketika seseorang sulit buang air besar, dengan frekuensi tidak mencapai 2 kali seminggu. Masalah pencernaan ini pada umumnya pernah dirasakan sebagian besar orang. Penyebab paling umum adalah kekurangan asupan serat, tidak makan sehat, efek samping obat tertentu, dan kurang olahraga.

Sembelit menyebabkan beberapa gejala, sebagai berikut:

  • Buang air besar kurang dari 2-3 kali seminggu.
  • Tinja keras, kering, menggumpal, dan sulit keluar.
  • Nyeri saat buang air besar.
  • Harus mengejan keras selama BAB dan tetap merasa ada penyumbatan.
  • Merasa tidak semua feses bisa keluar.

Walaupun kasus umum, sembelit menyebabkan gejala tidak nyaman pada setiap orang. Sulit buang BAB dapat memengaruhi produktivitas, emosi, serta menyebabkan gangguan makan dan masalah fisik.

Penyebab BAB Keras dan Susah Buang Air Besar

BAB keras disebabkan oleh usus yang menyerap terlalu banyak air, sehingga feses menjadi kering dan keras. Hal ini membuat feses lebih sulit untuk dikeluarkan. Umumnya ini menjadi gejala sembelit, yaitu kondisi di mana seseorang BAB kurang dari tiga kali seminggu.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

Sembelit sendiri dapat memicu kondisi lainnya seperti wasir atau BAB keras dan berdarah. Maka dari itu, buang air besar keras tidak dapat dianggap sepele.

Berikut adalah beberapa penyebab susah buang air besar yang perlu diketahui:

1. Konsumsi Obat Tertentu

Konsumsi obat apa pun dapat berpotensi menyebabkan efek samping. Beberapa jenis obat dapat memberikan efek samping yang memengaruhi saluran pencernaan kita. Ada yang dapat menyebabkan diare dan ada juga yang dapat menyebabkan feses menjadi keras.

Beberapa jenis obat yang diduga dapat menyebabkan feses keras adalah seperti:

  • Antasida, obat untuk sakit maag
  • Antikolinergik
  • Antikonvulsan, merupakan obat kejang untuk pasien epilepsi, contohnya adalah asam valproat
  • Antispasmodik
  • Calcium channel blocker
  • Suplemen zat besi
  • Diuretik, seperti thiazide, furosemide, HCT, yang digunakan pada pasien-pasien gagal jantung dan gagal ginjal
  • Obat antidepresi
  • Obat nyeri narkotik, seperti opioid
  • Obat untuk penyakit Parkinson

Setiap pengobatan dapat memberikan efek yang berbeda-beda pada setiap orang. Jika Anda sedang menjalani pengobatan tertentu dan merasakan efek samping seperti susah buang air besar, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mencari cara yang tepat untuk mengatasinya.

2. Penuaan

Seiring bertambahnya usia seseorang, ada banyak perubahan yang terjadi pada tubuh yang memengaruhi kinerja tubuh. Susah buang air besar adalah salah satu hal yang wajar terjadi selama penuaan.

Hal ini dapat disebabkan oleh kerusakan dasar panggul yang dapat melemahkan otot-otot sehingga proses BAB menjadi lebih sulit. Selain itu, kerusakan saraf juga dapat menjadi penyebab masalah pencernaan yang satu ini.

3. Kehamilan

Banyak perubahan yang terjadi pada tubuh ibu selama kehamilan. Bukan penambahan berat badan dan gejala seperti morning sickness saja yang umum, susah buang air besar juga merupakan hal yang sering dialami oleh ibu hamil.

BAB keras selama kehamilan disebabkan oleh perubahan hormon pada awal kehamilan. Perubahan kadar hormon ini menyebabkan usus memperlambat pergerakan tinja di usus besar. Hal ini kemudian menyebabkan peningkatan jumlah air yang diserap usus besar dari tinja sehingga membuatnya lebih keras dan sulit dikeluarkan.

4. Pola Makan

Makanan dapat dikatakan sebagai hal paling dasar yang memengaruhi saluran pencernaan. Beberapa kebiasaan terkait dengan pola makan dapat menyebabkan Anda mengalami susah buang air besar. Salah satunya adalah konsumsi makanan rendah serat. Ya, serat memang berperan penting dalam mendorong transit makanan dan penyerapan air yang akan melunakkan tinja. Jika serat kurang, maka feses dalam menjadi keras.

Konsumsi makanan dengan kandungan gula tinggi juga dapat menyebabkan kondisi yang sama. Beberapa orang yang mengalami sensitivitas makanan juga dapat mengalami BAB keras ketika mengonsumsi makanan tertentu.

5. Sindrom Iritasi Usus

Irritable bowel syndrome (IBS) atau sindrom iritasi usus adalah kondisi kronis yang terjadi pada usus besar. Penyakit ini bisa menyebabkan diare, namun dapat juga menyebabkan susah buang air besar bagi sebagian orang.

Selain perubahan BAB, gejala lain yang juga terjadi adalah seperti kram perut, kembung, dan gas di perut. IBS merupakan kondisi kronis sehingga penanganannya juga membutuhkan penanganan jangka panjang. Langkah yang dapat dilakukan adalah seperti perubahan pola makan, gaya hidup, dan manajemen stres. Terapi obat dan konseling juga bisa dilakukan apabila diperlukan.

6. Kurang Asupan Cairan

Dehidrasi atau kekurangan cairan adalah salah satu penyebab BAB keras. Kurangnya asupan air ke dalam tubuh tentunya membuat usus tidak memberikan cukup air ke tinja dan membuatnya jadi keras dan kering.

Selain menyebabkan BAB keras, dehidrasi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan lainnya. Maka dari itu, pastikan Anda selalu memenuhi kebutuhan cairan tubuh sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tubuh Anda. Idealnya, manusia mengonsumsi air putih 8 gelas setiap hari.

7. Kurang Olahraga

Olahraga rutin pada dasarnya adalah hal yang wajib dilakukan untuk dapat memelihara kesehatan tubuh. Kebiasaan ini juga memengaruhi saluran pencernaan. Seseorang yang olahraga secara rutin terbukti lebih jarang mengalami sembelit. Maka dari itu, jika Anda mengalami susah buang air besar, Anda mungkin harus mulai mengevaluasi kebiasaan olahraga Anda.

Tidak ada salahnya untuk kemudian menerapkan olahraga rutin untuk melihat efeknya terhadap pencernaan Anda.

8. Kecemasan

Bukan hanya kondisi fisik saja, kondisi mental juga dapat memengaruhi kerja saluran pencernaan. Hal ini lebih umum terjadi pada anak-anak. Ketika mengalami perubahan rutinitas, anak-anak dapat mengalami kecemasan yang kemudian membuat mereka menghindari buang air besar. Hal ini kemudian dapat menyebabkan BAB menjadi keras.

Pada anak-anak yang sedang belajar toilet training, biasanya BAB menjadi hal yang menakutkan bagi anak-anak, dan cenderung sengaja untuk ditunda sehingga BAB menjadi keras dan sembelit.

9. Kondisi Medis Tertentu

Kondisi medis tertentu baik yang terjadi pada saluran pencernaan maupun yang bukan, dapat menyebabkan efek buang air besar keras juga. Beberapa penyakit kronis yang dapat juga menyebabkan sembelit kronis adalah seperti diabetes, Alzheimer, penyakit Parkinson, hipotiroidisme, hingga kanker.

Susah BAB bukan menjadi gejala utama dari penyakit-penyakit tersebut tentunya. Sangat penting untuk mengenali gejala lainnya dan menjalankan pemeriksaan untuk memastikan kondisi Anda.

Cara Mengatasi BAB Keras

Berikut adalah beberapa tips singkat yang bisa diterapkan untuk dapat mengatasi buang air besar yang keras:

  • Hindari menahan BAB. Semakin lama menumpuk di pencernaan, tinja akan semakin keras dan sulit untuk dikeluarkan.
  • Perhatikan asupan makanan. Pastikan Anda mengonsumsi serat dan air putih dalam jumlah yang cukup.
  • Olahraga rutin. Waktu yang disarankan untuk olahraga adalah kurang lebih 30 menit sebanyak 5 kali dalam seminggu.
  • Konsumsi obat pencahar. Pencahar dapat menjadi obat BAB keras yang ampuh. Pilih pencahar yang aman dan sesuai dengan kebutuhan Anda.

Rekomendasi Obat BAB Keras

Obat pencahar dapat menjadi solusi untuk melancarkan BAB. Pastikan Anda memilih yang berbahan alami agar tidak memberikan efek samping buruk bagi bagi tubuh.bab keras laxing doktersehat

Laxing adalah obat pelancar BAB dengan bahan alami yang telah teruji klinis dan mendapatkan izin BPOM. Laxing dapat melancarkan BAB karena tersusun dari komposisi herbal berserat tinggi seperti daun senna, aloe vera, dan daun adas. Kandungannya yang 100% alami membuat Laxing aman untuk dikonsumsi setiap hari.

Jadi, tunggu apalagi? Selalu sedia Laxing di rumah agar terhindar dari BAB keras yang bisa mengganggu hari Anda!

 

    1. Anonim. 2020. Irritable bowel syndrome. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/irritable-bowel-syndrome/symptoms-causes/syc-20360016#:~:text=Overview,need%20to%20manage%20long%20term. (Diakses 30 Maret 2021).
    2. Anonim. 2020. Remedies for Hard Stool. https://www.webmd.com/digestive-disorders/remedies-for-hard-stool#:~:text=Hard%20stools%20are%20a%20result,difficult%20for%20you%20to%20pass. (Diakses 30 Maret 2021).
    3. Galan, Nicole. 2019. Constipation and pregnancy: What to know. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324379. (Diakses 30 Maret 2021).
    4. Nall, Rachel. 2018. Why Do I Have Hard Bowel Movements and How Do I Treat It?. https://www.healthline.com/health/hard-stool.  (Diakses 30 Maret 2021).
    5. Villines, Zawn. 2019. What causes hard stool and how to treat it. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326205#causes. (Diakses 30 Maret 2021).
    6. Pic source: Food photo created by jcomp – www.freepik.com


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi