Terbit: 17 November 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

BAB berdarah saat hamil biasanya disebabkan oleh wasir, pembengkakan dari pembuluh darah di rektum (bagian akhir dari usus besar). Wasir relatif umum terjadi selama kehamilan, terutama pada trimester terakhir dan minggu pertama setelah melahirkan. Lantas, hal-hal apa saja yang bisa menyebabkan feses ibu hamil terdapat darah? Simak penjelasannya.

BAB Berdarah saat Hamil: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penyebab BAB Berdarah saat Hamil

Selain wasir, fisura ani adalah penyebab lain buang air besar berdarah saat hamil. Kondisi ini terjadi karena cedera pada anus akibat diare atau sembelit (kondisi umum selama kehamilan).

Wanita hamil sering kali rentan mengalami sembelit, akibatnya Bumil akan mengeluarkan kotoran yang keras. Hal inilah yang bisa membebani rektum saat buang air besar.

Mengonsumsi obat/vitamin dosis tinggi juga dapat menyebabkan sembelit dan buang air besar tidak teratur. Kurangnya asupan serat dalam makanan terkadang bisa memicu masalah dengan pergerakan usus, sehingga meningkatkan kemungkinan pendarahan. Selain itu, menyeka anus terlalu keras juga bisa menyebabkan perdarahan.

Wasir dan fisura ani lebih umum terjadi karena:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

  • Rahim yang lebih besar memberi lebih banyak tekanan pada pembuluh darah di perut bagian bawah.
  • Sembelit menyebabkan buang air besar lebih sedikit dan tegang.

Perdarahan akibat wasir sering kali menyebabkan nyeri saat buang air besar dan bisa membuat tisu toilet terdapat darah. Kondisi ini bukanlah masalah yang serius jika hanya ada sedikit darah dan pendarahan berhenti saat diare/sembelit berhenti.

Sering kali, darah yang bersumber dari perut akan membuat feses memiliki warna hitam. Sementara feses memiliki warna merah cerah atau merah tua mungkin disebabkan oleh darah di sekitar rektum.

Mendiagnosis Saluran Cerna Bagian Bawah

Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mengobati perdarahan rektum dan mendiagnosis asal-usulnya. Tekanan darah rendah dan detak jantung tinggi adalah indikator utama kehilangan darah dalam jumlah banyak yang disebabkan oleh pendarahan pada anus, ini adalah kondisi yang memerlukan perawatan medis darurat.

Sementara itu, diagnosis vital dilakukan dengan memasukkan selang fleksibel ke dalam perut untuk memeriksa tanda-tanda perdarahan aktif. Pemeriksaan anus diperlukan untuk memeriksa sumber perdarahan eksternal seperti trauma. Pemeriksaan jari mungkin diperlukan untuk menilai karakteristik tinja, nyeri tekan, dan pemeriksaan keberadaan massa.

Mengenai volume darah yang hilang, sampel darah dibawa ke laboratorium untuk menilai faktor pembekuan darah dan memeriksa tanda-tanda infeksi.

Tes lainnya yang mungkin dilakukan meliputi anoskopi, sigmoidoskopi fleksibel, barium enema, CT scan, dan angiografi.

Kolonoskopi dapat digunakan untuk memeriksa bagian dalam rektum. Tes ini melibatkan pemeriksaan tumor pada anus dan memeriksa ujung bawah usus besar untuk memeriksa perdarahan cepat/aktif. Selain itu, studi kedokteran nuklir dapat digunakan untuk menandai sel darah merah dan menunjukkan daerah pada usus besar tempat terjadinya perdarahan lambat.

Baca Juga: 10 Penyebab Anus Berdarah yang Harus Diwaspadai

Apakah Pendarahan yang Terjadi Membahayakan Janin?

BAB berdarah saat hamil trimester pertama atau trimester selanjutnya tidak membahayakan janin. Pendarahan rektum jarang menimbulkan masalah pada kehamilan. Namun penting untuk diketahui, jika pendarahan terjadi dari vagina, hal ini bisa menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres dari kehamilan.

Cara Mengatasi BAB Berdarah saat Hamil

Sembelit adalah masalah umum selama kehamilan. Kondisi ini juga bisa menyebabkan wasir atau fisura ani. Oleh karena itu, perawatan yang bisa dilakukan adalah dengan mengatasi sembelitnya terlebih dahulu.

Berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan, antara lain:

  • Konsumsi makanan berserat tinggi seperti sereal, roti gandum, buah, dan sayuran secara rutin.
  • Meningkatkan asupan cairan. Dalam menunjang kesehatan tubuh, Anda disarankan mengonsumsi 2 liter air putih setiap hari. Selain itu, Anda juga disarankan mengonsumsi jus buah setiap hari (terutama jus prune).
  • Olahraga secara teratur. Jalan kaki, berenang, dan yoga, semuanya bisa membantu meredakan sembelit.
  • Jangan menunda BAB. Hindari menahan untuk pergi ke kamar mandi saat Anda merasakan dorongan ingin buang air besar.
  • Senam Kegel. Selain mempersiapkan perineum (area antara otot vagina dan anus) untuk persalinan, senam ini juga dapat membantu mencegah wasir dengan meningkatkan sirkulasi darah ke area tersebut.
  • Tidur miring. Posisi ini mengurangi tekanan pada area yang terkena. Cobalah untuk berbaring miring ke kiri beberapa kali untuk mengurangi tekanan pada pembuluh darah rektum.
  • Hindari sedentary lifestyle. Jangan duduk atau berdiri dalam waktu lama pada satu waktu. Cobalah berjalan-jalan selama lima menit setiap satu jam.
  • Tanyakan pada dokter tentang tentang suplemen serat yang bisa dikonsumsi dan vitamin prenatal yang memiliki kandungan zat besi yang lebih sedikit.

Apa yang Harus Dilakukan untuk Menghentikan Pendarahan?

Beberapa wanita merasa nyaman menggunakan kompres dingin yang dibasahi witch hazel oil, sementara yang lain merasa nyaman saat menggunakan bantal pemanas. Pilihlah metode yang paling cocok untuk Anda.

Selain itu, gunakan tisu toilet yang lembut, tidak beraroma, dan berwarna putih karena jenis ini tidak begitu mengiritasi dibanding jenis lainnya. Minta dokter untuk merekomendasikan anestesi topikal yang aman atau obat suppositoria.

Sebagian besar produk ini hanya digunakan untuk jangka pendek (seminggu atau kurang) karena penggunaan terus-menerus dapat menyebabkan lebih banyak peradangan.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Konsultasi dengan dokter diperlukan jika Anda melihat darah di tisu toilet atau celana dalam (terkadang sulit untuk mengetahui apakah darah tersebut berasal dari anus atau vagina). Dokter dapat menemukan sumber pendarahan dengan melakukan pemeriksaan fisik.

Perdarahan pada anus biasanya bukan merupakan tanda masalah serius pada wanita usia subur. Wasir dan fisura ani biasanya dapat sembuh dengan sendirinya, terutama jika Anda mengambil langkah untuk mencegah atau mengobati sembelit.

Jika Anda sudah mencoba langkah-langkah di atas namun pendarahan tetap berlanjut atau mengalami nyeri hebat, Anda mungkin membutuhkan penanganan dari dokter spesialis.

 

  1. Anonim. Rectal bleeding during pregnancy. https://www.babycenter.com.my/a260/rectal-bleeding-during-pregnancy. (Diakses pada 17 November 2020).
  2. Anonim. Pregnancy: Changes in Bowel Habits. https://www.healthlinkbc.ca/health-topics/tm6623. (Diakses pada 17 November 2020).
  3. Aparna. 2017. Rectal Bleeding during Pregnancy: Causes, Remedies & Prevention. https://parenting.firstcry.com/articles/rectal-bleeding-during-pregnancy-causes-remedies-prevention/. (Diakses pada 17 November 2020).
  4. Dasher, Eva. Rectal bleeding during pregnancy. https://www.babycenter.com/pregnancy/your-body/rectal-bleeding-during-pregnancy_260#:~:text=Rectal%20bleeding%20during%20pregnancy%20is,the%20weeks%20after%20giving%20birth.&text=Anal%20fissures%20are%20another%20cause%20of%20rectal%20bleeding. (Diakses pada 17 November 2020).
  5. O’Connor, Amy. 2020. Hemorrhoids During Pregnancy. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/symptoms-and-solutions/hemorrhoids.aspx. (Diakses pada 17 November 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi