Terbit: 8 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Selebgram Awkarin yang diikuti oleh jutaan anak muda di Indonesia tiba-tiba saja mendapatkan protes dari banyak warganet. Kali ini, Awkarin diprotes karena mengendorse obat injeksi pembesar payudara dan pengencang vagina.

Endorse Obat Injeksi Payudara, Awkarin Diprotes

Dalam iklan yang diunggah di Instagram Stories milik akun pribadinya, Awkarin menyebut salah satu akun toko online yang menjual alat kesehatan sembari menginformasikan bahwa toko online tersebut menjual obat injeksi pembesar payudara dan pengencang vagina yang diklaim aman 100 persen.

Meskipun wajar jika seorang selebgram mengendorse beberapa produk, termasuk produk kecantikan atau obat tertentu, banyak pihak yang menganggap tindakan Awkarin sebagai sesuatu yang tidak patut untuk dilakukan, apalagi oleh seorang selebgram dengan jutaan pengikut. Selain itu, ia juga seharusnya tidak sembarangan mengendorse obat-obatan yang belum jelas kandungan dan manfaatnya.

Kontroversi Awkarin ini viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Twitter bernama @sucasn.

“Selegram satu ini bener-bener ya, masa endorse gini amat. Gak jualan obat plus jarum suntiknya segala. Bantu report dong gaes. Ini bahaya lho,” tulis @sucasn.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Akun @sucasn juga menyebutkan bahwa jarum suntik saja tidak boleh dijual bebas sehingga klaim 100 persen aman oleh Awkarin juga tidak bisa dipertanggung jawabkan. Selain itu, menurut akun @falla_adinda, isi dari injeksi tersebut ternyata adalah estradiol yang merupakan hormon replacement therapy yang belum tentu digunakan oleh klinik atau rumah sakit di Indonesia.

Sementara itu, akun Twitter @blogdokter yang sering mengungkap berita dan fakta tentang dunia kesehatan Indonesia juga mengomentari hal ini dengan berkata bahwa obat injeksi atau obat suntik tidak boleh dipromosikan untuk umum. Setiap orang harus berhati-hati dengan hal ini.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi