Terbit: 16 Oktober 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Tisu magic kini menjadi perbincangan banyak orang. Tak hanya dianggap bagi solusi bagi para pasangan yang ingin mendapatkan kebahagiaan biologis, tisu magic belakangan dianggap sebagai salah satu penyebab seorang wanita di Karawang, Jawa Barat, tewas terbunuh. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Awas, Ternyata Tisu Magic Bisa Berbahaya!

Tisu Magic Menjadi Salah Satu Faktor Penyebab Pembunuhan di Karawang

Sang wanita yang meregang nyawa adalah OS berusia 28 tahun. OS adalah seorang pekerja seks komersial yang dipesan oleh Emen. Pria berusia 28 tahun ini tersinggung karena OS mengeluhkan hubungan intim yang terlalu lama akibat Emen yang menggunakan tisu magic sebelum melakukannya.

Menurut Kapolres Karawang, AKB Nuredy Irwansyah Putra, Emen sakt hati dengan omongan OS sehingga membuatnya kalap dan akhirnya melakukan pembunuhan.

Tisu Magic Dianggap Sebagai Solusi Kejantanan Pria

Belakangan ini, banyak kaum pria yang membicarakan penggunaan tisu magic. Tisu ini disebut-sebut bisa membuat ereksi bisa berlangsung dengan lama, apalagi jika dikombinasikan dengan konsumsi obat kuat.

Sebagai informasi, tisu magic sebenarnya mirip dengan tisu basah. Penggunaannya juga sangat mudah, yakni tinggal dilapkan ke organ vital pria. Setelahnya, biarkan cairan dari tisu ini mengering selama beberapa menit dan kemudian dibilas dengan air sebelum melakukan hubungan intim dengan pasangan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Penggunaan tisu magic ini disebut-sebut bisa membantu organ vital pria menjadi mati rasa atau kurang sensitif. Hal ini tentu akan membuat hubungan intim bisa dilangsungkan dengan waktu yang lebih lama. Meski bagi kaum pria hal ini bisa membuat rasa percaya diri meningkat, ada sebagian kaum hawa yang mengeluhkan hubungan intim yang berlangsung terlalu lama sebagaimana yang dialami oleh korban OS sebelum dibunuh.

Kandungan Tisu Magic

Terdapat beberapa jenis kandungan yang bisa ditemukan di dalam tisu magic. Masalahnya adaah kandungan ini bisa memberikan efek samping bagi kesehatan yang tidak bisa disepelekan.

Berikut beberapa kandungan tisu magic:

  1. Triclosan

Kandungan ini bisa menyebabkan kerusakan pada kulit seperti iritasi atau alergi. Bahkan jika sampai paparannya berlangsung dalam jangka panjang, bisa jadi akan membuat bakteri kebal pada antibiotik. Jika sampai hal ini terjadi di organ vital, tentu akan sangat membahayakan, bukan?

  1. Benzalkonium Chloride

Kandungan ini bisa menyebabkan gejala seperti ruam-ruam, pembengkakan, hingga iritasi kulit. Mengingat organ vital termasuk dalam bagian tubuh yang sensitif, dampaknya tentu akan menyebabkan nyeri yang sangat terasa.

  1. Alkohol Ethyl

Kandungan ini sebenarnya bisa ditemukan dalam produk untuk merawat luka. Masalahnya adalah efek sampingnya bisa menyebabkan sensasi perih dan sangat tidak nyaman pada kulit.

  1. Parfum

Parfum memang bisa membuat aroma menjadi lebih harum, namun paparan parfum pada kulit bisa saja menyebabkan iritasi dan sensasi tidak nyaman pada kulit.

Tisu Magic Tidak Bisa Digunakan untuk Merawat Luka Bakar

Selain dianggap mampu mengatasi masalah ejakulasi dini, banyak orang yang menganggap tisu magic bisa dipakai untuk mengatasi luka bakar. Hal ini disebabkan oleh kemampuannya dalam mengatasi rasa nyeri.

Masalahnya adalah pakar kesehatan menyebut tisu magic sama sekali tidak direkomendasikan untuk membersihkan atau merawat luka. Hal ini disebabkan oleh sifatnya yang tidak bisa membunuh kuman. Memang, sensasi nyeri akibat luka akan menghilang, namun luka bisa jadi tidak akan sembuh karena tidak dirawat dengan benar.

Melihat fakta ini, sebaiknya kita tidak sembarangan menggunakan tisu magic. Jika memang ingin meningkatkan performa di atas ranjang, sebaiknya mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat atau meminta bantuan dokter.

 

Sumber:

  1. Widiyani Rosmha. 2019. Ingat! Tisu Magic Bikin Mati Rasa, Bukan Berarti Bisa untuk Merawat Luka. health.detik.com/berita-detikhealth/d-4746842/ingat-tisu-magic-bikin-mati-rasa-bukan-berarti-bisa-untuk-merawat-luka. (Diakses pada 16 Oktober 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi