Terbit: 14 April 2021 | Diperbarui: 16 Juli 2021
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Bahaya menahan BAB seperti memicu sembelit, komplikasi pencernaan, ambeien, dll. Mungkin Anda pernah menahan buang air besar (BAB) karena alasan tertentu, entah karena tidak tersedianya toilet ataupun karena kondisi dan waktu yang tidak memungkinkan. Padahal, akibat menahan BAB berbahaya bagi kesehatan, lho! Tentunya akan lebih berisiko lagi jika Anda sering menghadapi kondisi tersebut.

11 Bahaya Menahan BAB, Bisa Picu Penyakit Berbahaya!

Bahaya Menahan BAB bagi Kesehatan

Menahan buang air besar dapat mengakibatkan terkena penyakit dan menimbulkan beberapa efek buruk bagi kesehatan, berikut ini akibat menahan BAB yang penting untuk Anda hindari:

1. Sembelit

Bahaya sering menahan BAB adalah sembelit atau sulit buang air besar. Masalah kesehatan yang satu ini mungkin sangat umum dialami oleh banyak orang yang disebabkan karena kurangnya konsumsi makanan berserat. Ternyata, bahaya menahan BAB juga bisa menyebabkan sembelit.

Feses yang ditahan untuk keluar akan menumpuk di usus besar, akibatnya feses akan mengeras dan membentuk fecalith (feses batu). Akibat dari sembelit ini, Anda harus menggunakan tenaga ekstra untuk bisa mengeluarkan feses dari dalam perut, bahkan sering kali membutuhkan tindakan medis.

2. Ambeien

Ambeien terjadi berawal dari sembelit. Kebiasaan menunda buang air besar hingga terlalu lama akan menyebabkan pembesaran pembuluh darah anus yang disebut dengan hemorrhoid atau ambeien. Seperti yang Anda ketahui bahwa ambeien bisa menyebabkan ketidaknyamanan bahkan rasa sakit pada anus, sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

3. Obstruksi usus

Mengerasnya feses di dalam usus akibat menahan BAB terlalu sering, akan menyebabkan obstruksi usus. Penyakit ini biasanya akan mengganggu saluran pencernaan karena makan dan juga cairan tidak dapat dicerna dengan baik. Kondisi ini juga bisa disebabkan karena adanya komplikasi dari perlengketan usus, kanker usus besar, dan hernia.

4. Kanker usus besar

Penyakit yang akan timbul akibat menahan BAB terlalu sering adalah kanker usus besar. Hal ini disebabkan karena feses yang lama tertahan di dalam usus berkontak lama dengan sel-sel permukaan mukosa di usus besar.

Penyakit ini cukup berbahaya, sehingga Anda harus segera melakukan penanganan ke rumah sakit seperti tindakan bedah dan bahkan pemasangan kantong feses (kolostomi), serta dilanjutkan dengan pengobatan kemoterapi.

5. Komplikasi Pencernaan

Akibat sering menahan BAB menyebabkan kotoran mengeras dan menumpuk dalam pencernaan. Dalam kasus yang paling jarang terjadi, kebiasaan ini dapat menyebabkan masalah peredaran darah, masalah jantung, dan kram.

Komplikasi ini paling sering terjadi pada orang tua atau mereka yang jarang bergerak atau beraktivitas, terutama yang menggunakan obat opioid berat. Selain itu, menahan BAB bikin pusing juga. Jika kondisinya parah dan tidak segera mendapatkan penanganan, kemungkinan buruknya akan menyebabkan kematian.

6. Fisura anal

Semakin sering Anda menahan BAB, akan semakin sulit Anda untuk BAB. Kebiasaan ini dapat menyebabkan fisura anal atau fisura ani, robekan kecil dan luka pada jaringan tipis yang lembap (mukosa) yang melapisi lubang anus. Kondisi ini menyebabkan sedikit perdarahan karena kesulitan BAB atau feses yang keras. Kemungkinan Anda juga berisiko mengalami kejang pada cincin otot di ujung anus (anal sphincter).

Fisura anus mungkin memerlukan obat atau terkadang tindakan pembedahan, pada beberapa orang, terutama apabila luka sudah terinfeksi akibat terkena feses dan menimbulkan abses perianal.

Baca Juga: 12 Penyebab BAB Berdarah yang Paling Sering Terjadi

7. Impaksi tinja

Penumpukan tinja dalam pencernaan akibat menahan BAB juga dapat menyebabkan impaksi tinja. Seperti dilansir Medical News Today, impaksi tinja adalah kondisi usus yang parah di mana tinja yang keras dan kering, membentuk fecalith, tersangkut di usus besar atau dubur. Tinja yang tidak bergerak ini akan menghambat pencernaan dan menyebabkan penumpukan.

Jika tidak ada penanganan, impaksi tinja dapat menyebabkan kerusakan yang parah. Sebaiknya segera temui dokter bila mengalami salah satu gejala impaksi tinja.

8. Infeksi bakteri

Bahaya menahan BAB terlalu sering akan semakin membuat keras feses yang menumpuk dalam usus besar. Penumpukan feses ini mengakibatkan pencernaan tidak mampu membuang racun.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, fisura ani atau robekan pada lubang anus berisiko mengalami infeksi bakteri akibat kontaminasi tinja. Penumpukan feses juga berisiko menginfeksi usus karena racun yang menumpuk dalam pencernaan. Akibatnya usus mengalami peradangan.

9. Prolaps rektum

Seperti dilansir WebMD, rektum adalah bagian terakhir dari usus besar yang berakhir di anus. Ketika Anda mengalami sembelit kronis akibat menahan BAB, rektum meregang dan menonjol keluar anus. Terkadang hanya sebagian dari rektum menonjol keluar.

Prolaps rektum bisa menyakitkan dan bisa menyebabkan pendarahan. Terkadang sulit untuk membedakan apakah Anda mengalami prolaps rektum atau wasir karena kedua kondisi ini menyebabkan rektum menonjol keluar dari anus, namun keduanya berbeda.

10. Megarectum

Bahaya menahan BAB berikutnya dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai megarectum, di mana rektum membesar sebagai akibat dari konstipasi kronis.

Perawatan kondisi ini biasanya menggunakan obat pencahar setiap hari tetapi pembedahan atau operasi mungkin diperlukan dalam kasus-kasus tertentu.

11. Berisiko kematian

Jika tinja tumpah ke dalam rongga perut akibat ileus (gerakan usus yang menurun bahkan terhenti) dan menyebabkan ruptur saluran cerna, bakteri dapat meluas ke rongga peritoneum, menyebabkan peritonitis, dan membutuhkan tindakan operasi sesegera mungkin karena kondisi ini mengancam jiwa.

Sebuah studi pada 2015, seperti dilansir Healthline, menemukan bahwa penumpukan tinja dalam usus meningkatkan jumlah bakteri dan menimbulkan peradangan jangka panjang pada lapisan dalam usus besar. Kondisi ini merupakan faktor risiko kanker.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa bahaya menahan BAB mungkin juga berisiko terhadap radang usus buntu dan wasir.

Baca Juga: 6 Obat Sembelit Alami dan 12 Tips Mencegah Sembelit

Tips Menahan BAB saat Kondisi Darurat

Jika Anda sedang rapat, bertemu orang, atau kesulitan mencari toilet untuk buang air besar, Anda bisa mengendalikan otot-otot pencernaan untuk menunda BAB, berikut di antaranya:

  • Kencangkan kedua sisi bokong Anda. Cara ini dapat membantu menjaga otot rektum Anda tetap tegang.
  • Hindari jongkok. Cobalah untuk berdiri atau berbaring saja. Tips menahan BAB yang satu ini bukan posisi alami untuk BAB dan dapat mengelabui tubuh Anda agar tidak BAB.
  • Tetaplah tenang dan jangan panik. Bersikap tenang dapat menahan BAB. Biasanya seseorang akan panik ketika ingin BAB. Jika tidak mampu mengendalikan kepanikan, justru keinginan untuk BAB akan meningkat.

Penting untuk diingat bahwa ada efek menahan BAB yang buruk! Tips ini hanya boleh Anda lakukan ketika keadaan darurat yang mengharuskan Anda untuk menahan BAB. Setelahnya, mohon segera mengushakan diri untuk bisa BAB.

Nah, itu dia bahaya menahan BAB yang berdampak pada kesehatan Anda. Mulai sekarang cobalah BAB secara teratur dan hindari menahan BAB ya, Teman Sehat!

Baca Juga: Susah BAB saat Diet? Yuk, Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasi

Pastikan BAB Lancar Demi Kesehatan Pencernaan

Jangan pernah menahan BAB kecuali dalam kondisi yang memang darurat. Kelancaran BAB justru menjadi salah satu indikasi sehatnya pencernaan. BAB yang tidak lancar justru perlu Anda khawatirkan.

Beberapa tips untuk melancarkan BAB adalah dengan cara menjaga pola makan, memenuhi kebutuhan cairan, hingga olahraga secara teratur. Apabila tetap mengalami susah BAB, coba untuk menambahkan asupan serat dalam makanan dan perbanyak konsumsi air putih.

Anda juga bisa mengonsumsi obat tradisional yang sudah berizin BPOM Laxing untuk membantu melancarkan BAB. Kandungan daun senna, aloe vera, dan daun adas dalam produk ini telah teruji klinis dapat membantu melancarkan BAB.

Berkat kandungannya yang 100% alami, Laxing aman untuk dikonsumsi. Yuk, lancarkan BAB dan jaga kesehatan pencernaan setiap hari!

laxing doktersehat

 

  1. Anonim. 2021. How Chronic Constipation Affects Your Body. https://www.webmd.com/digestive-disorders/chronic-constipation-affects-body/. (Diakses 14 April 2021).
  2. Caporuscio, Jessica. 2020. Why people should not hold in their poop. https://www.medicalnewstoday.com/articles/is-it-bad-to-hold-your-poop#is-it-bad. (Diakses 14 April 2021).
  3. Frothingham, Scott. 2019. Holding in Your Poop. https://www.healthline.com/health/how-to-hold-in-poop. (Diakses 14 April 2021).
  4. Huizen, Jennifer. 2019. Normal time between poops. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325431. (Diakses 14 April 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi