10 Dampak Polusi Suara yang Berbahaya bagi Kesehatan

dampak-polusi-suara-doktersehat

DokterSehat.Com – Selain polusi udara, dampak polusi suara juga tak kalah berbahayanya bagi kesehatan tubuh. Anda mungkin sangat terbiasa mendengar suara dalam kehidupan sehari-hari, seperti musik yang keras, suara televisi, suara kendaraan, dan bahkan suara hewan peliharaan. Semua suara ini menjadi bagian dari budaya kota dan jarang mengganggu. Namun, jika suara televisi yang keras membuat Anda tidak bisa tidur atau bisingnya lalu lintas yang bikin sakit kepala, kondisi ini mulai berubah menjadi polusi suara.

Menurut pengertian polusi suara, polusi suara terjadi ketika ada banyak kebisingan yang berlebihan atau suara yang menyebabkan gangguan. Definisi ini biasanya berlaku untuk bunyi atau suara yang tidak wajar dalam volume atau suara yang dihasilkan. Kurangnya perencanaan tata kota dapat meningkatkan paparan terhadap polusi suara. Inilah sebabnya mengapa Anda perlu memahami polusi suara untuk menghindari bahanyanya. Tidak hanya itu, ternyata banyak penyebab polusi suara di lingkungan Anda.

Dampak Polusi Suara bagi Kesehatan

Polusi suara sering dianggap hanya mengganggu ketenangan dan konsentrasi Anda ketika beraktivitas, namun ternyata ada banyak bahayanya, dan berikut ini dampak polusi suara bagi kesehatan:

1. Kensentrasi menurun

Dampak polusi suara yang paling langsung adalah kerusakan kesehatan mental. Sebagai contoh, orang yang tinggal terlalu dekat dengan bandara mungkin akan cukup gelisah. Kebisingan yang terus menerus dapat membuat panik pada seseorang dan bahkan dapat meningkatkan tingkat frustrasi.

Polusi suara adalah penghalang besar dalam memfokuskan pikiran pada tugas tertentu. Seiring waktu, pikiran mungkin kehilangan kapasitasnya untuk berkonsentrasi pada berbagai hal.

2. Masalah pendengaran

Dampak polusi suara yang sangat bising dapat menyebabkan masalah di dalam tubuh. Telinga dapat menangkap suara dengan kisaran tertentu tanpa menjadi rusak. Suara-suara buatan manusia seperti jackhammers, klakson, mesin, pesawat terbang dan bahkan kendaraan bisa terlalu keras untuk jangkauan pendengaran manusia.

Mendengarkan musik dengan tingkat kebisingan yang keras dapat menyebabkan kerusakan gendang telinga dan kehilangan pendengaran. Ini juga mengurangi sensitivitas kita terhadap suara yang diterima telinga secara tidak sadar untuk mengatur ritme tubuh.

3. Mengganggu kesehatan mental

Polusi suara yang berlebihan di tempat kerja seperti kantor, lokasi konstruksi, dan bahkan di rumah Anda dapat memengaruhi kesehatan psikologis. Studi menunjukkan bahwa dampak polusi suara yang berlebihan berisiko terjadinya perilaku agresif, gangguan tidur, stres konstan, kelelahan, dan hipertensi. Kondisi ini pada gilirannya dapat menyebabkan masalah kesehatan lebih parah dan kronis di kemudian hari.

4. Gangguan tidur

Suara keras tentu dapat menghambat pola tidur dan menyebabkan iritasi, dan situasi yang tidak nyaman. Jika tidak tidur malam dengan baik, kemungkinan dapat menyebabkan masalah yang berkaitan dengan kelelahan dan kinerja Anda di kantor mungkin turun maupun di rumah. Oleh karena itu disarankan tidur dengan nyenyak untuk memberikan tubuh istirahat yang tepat.

5. Masalah kardiovaskular

Tingkat tekanan darah, penyakit kardiovaskular, dan masalah jantung terkait stres yang terus meningkat. Studi menunjukkan bahwa kebisingan yang berintensitas tinggi dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan meningkatkan denyut jantung karena mengganggu aliran darah normal. Penyakit akibat polusi suara perlu Anda waspadai!

6. Keguguran

Jika ibu hamil terpapar suara di atas 85 desibel secara terus menerus, kumungkinan bisa mengalami keguguran, lahir prematur, atau masalah pada embrio janin – yang menyebabkan terganggunya pendengaran bayi sejak dari lahir.

7. Menghambat tumbuh kembang anak

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa anak-anak memiliki resiko besar jika terdampak polusi suara setiap hari. Polusi suara dapat menghambat daya ingat dan tumbuh kembang anak. Kondisi ini juga menghambat kemampuan anak dalam belajar di sekolah.

8. Kesulitan berkomunikasi

Kebisingan desibel tinggi dapat menimbulkan masalah dan tidak memungkinkan dua orang untuk berkomunikasi dengan baik. Kondisi ini dapat menyebabkan kesalahpahaman dan Anda mungkin sulit memahami pembisaraan orang lain. Suara tajam yang konstan dapat membuat Anda sakit kepala parah dan mengganggu keseimbangan emosional.

9. Tinnitus

Dampak polusi suara ternyata juga menyebabkan tinitus, suara yang berdenging di dalam telingga yang bersifat sementara, bahkan jangka panjang. Ini adalah penyakit akibat polusi suara terus menerus, bahkan dapat menyakitkan telinga. Kondisi ini biasanya membuat telingga Anda tidak nyaman.

10. Efek pada satwa liar

Ternyata, satwa liar menghadapi lebih banyak masalah daripada manusia yang disebabkan polusi suara, karena hewan lebih bergantung pada suara. Hewan mengembangkan indera pendengaran yang lebih baik daripada manusia karena kelangsungan hidup mereka bergantung pada suara. Dampak polusi suara yang berlebihan mulai di rumah. Seperti halnya hewan peliharaan yang bereaksi lebih agresif di rumah di mana timbulnya suara konstan.

Hewan menjadi lebih mudah bingung dan menghadapi banyak masalah perilaku. Di alam, hewan mungkin menderita gangguan pendengaran, membuatnya menjadi mangsa yang mudah dan menyebabkan berkurangnya populasi. Sementara yang lain menjadi tidak efisien dalam berburu, mengganggu keseimbangan ekosistem.

Spesies yang bergantung pada naluri perkawinan untuk bereproduksi seringkali tidak dapat mendengar panggilan naluri ini karena kebisingan buatan yang berlebihan. Akibatnya, hewan tidak dapat mereproduksi dan menyebabkan penurunan populasi. Yang lain membutuhkan gelombang suara untuk melakukan ekolokasi dan menemukan jalannya ketika bermigrasi. Mengganggu sinyal suara mereka berarti mereka mudah tersesat dan tidak bermigrasi sebagaimana mestinya.

Untuk mengatasi meningkatnya suara di sekitar mereka, hewan menjadi lebih keras, yang selanjutnya dapat menambah tingkat polusi. Inilah mengapa memahami polusi suara dapat membantu kita maenurunkan dampaknya terhadap lingkungan.

Penyebab Polusi Suara di Lingkungan

Setelah mengetahui dampak polusi bagi kesehatam, berikut ini beberapa penyebab polusi suara yang mungkin perlu Anda waspadai untuk mencegah bahayanya:

1. Industrialisasi

Sebagian besar industri menggunakan mesin besar yang mampu menghasilkan kebisingan yang besar. Selain itu, berbagai peralatan seperti kompresor, generator, kipas angin, pabrik penggilingan juga menghasilkan kebisingan besar. Biasanya, para pekerja di pabrik dan industri ini menggunakan penyumbat telinga untuk meminimalkan dampak polusi suara.

2. Perencanaan tata kota yang Buruk

Di sebagian besar negara berkembang, perencanaan kota yang buruk juga dapat menjadi penyebab polusi suara tinggi. Rumah-rumah yang padat, keluarga besar berbagi ruang kecil, memperebutkan parkir, dan sering berkelahi dengan fasilitas dasar menyebabkan polusi suara yang dapat mengganggu lingkungan masyarakat.

3. Acara sosial

Kebisingan berada pada puncaknya di sebagian besar acara sosial. Entah itu resepsi pernikahan, pesta, pasar atau tempat ibadah, orang biasanya melanggar aturan yang ditetapkan oleh pemerintah setempat dan menimbulkan gangguan di daerah tersebut.

Orang-orang memutar lagu-lagu dengan volume penuh dan menari hingga tengah malam yang membuat kondisi tempat tinggal menjadi lebih buruk. Di pasar, Anda dapat melihat orang-orang menjual pakaian melalui suara keras untuk menarik perhatian orang.

4. Transportasi

Banyaknya lalu lalang kendaraan di jalan, pesawat terbang di atas rumah, dan kereta yang menghasilkan kebisingan besar dan orang-orang kesulitan untuk terbiasa dengan kondisi seperti itu. Bahanyanya, kebisingan yang tinggi menyebabkan situasi di mana orang normal kehilangan kemampuan untuk mendengar dengan benar.

5. Kegiatan konstruksi

Penyebab polusi suara berikutnya kegiatan konstruksi seperti penambangan, pembangunan jembatan, bendungan, bangunan, stasiun, jalan, jalan layang terjadi di hampir seluruh dunia. Kegiatan konstruksi ini berlangsung setiap hari karena manusia sendiri yang membutuhkan lebih banyak bangunan, jembatan untuk menampung lebih banyak orang dan mengurangi kemacetan lalu lintas.

6. Pekerjaan rumah tangga

Hampir semua orang memiliki gadget dan menggunakannya secara luas dalam kehidupan sehari-hari. Gadget seperti TV, ponsel, blender, mixer, pressure cooker, penyedot debu, mesin cuci dan pengering, dan pendingin ruangan merupakan penyumbang kecil untuk jumlah kebisingan yang dihasilkan tetapi dapat memengaruhi kualitas hidup lingkungan Anda dengan cara yang buruk.

Meskipun bentuk polusi ini mungkin tampak tidak berbahaya, namun pada kenyataannya, hal ini memiliki konsekuensi yang luas. Dampak buruknya terhadap kesehatan lingkungan cukup parah. Tidak hanya satwa liar setempat yang terpengaruh oleh polusi tetapi manusia juga menghadapi sejumlah masalah karenanya.

7. Badai

Tak hanya suara bisis yang ditumbulkan manusia, alam pun ikut menjadi salah satu penyebab polusi suara. Badai seperti angin topan, angin puting beliung, dan tornado juga bisa sangat menghancurkan dan dapat menciptakan polusi suara yang sangat besar.

Suara keras yang disebabkan oleh badai ini dapat menyebabkan gangguan dalam aktivitas sehari-hari dan memberi tekanan kuat pada telinga Anda. Kilat dan badai petir juga menghasilkan suara bernada tinggi yang dapat memengaruhi kemampuan pendengaran Anda.

Bagaimana cara mengurangi polusi suara?

Sampai saat ini, tidak ada banyak solusi untuk mengurangi polusi suara. Pada tingkat pribadi, setiap orang dapat membantu mengurangi kebisingan di rumah mereka dengan menurunkan volume radio dan televisi. Mendengarkan musik tanpa headphone juga merupakan langkah maju yang baik. Tidak mengunakan pengeras suara publik adalah cara lain di mana polusi dapat diatasi.

Mengendalikan tingkat suara di klub malam, bar, pesta, dan disko, juga bisa dilakukan. Perencanaan kota yang lebih baik dapat membantu menciptakan zona yang tidak menimbulkan polusi suara, namun suara klakson dan kebisingan industri tidak ditoleransi.

Nah, sekarang Anda sudah memahami pengertian polusi suara, bisakah Anda menjalani langkah-langkah untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan polusi suara demi kesehatan?