Awas Penyakit Paru-Paru Basah Bisa Menular!

Doktersehat-radang-paru-paru

DokterSehat.Com– Paru-paru merupakan salah satu organ vital bagi kehidupan manusia. Khususnya berfungsi pada sistem pernapasan. Bertugas sebagai tempat pertukaran oksigen dan mengeluarkan karbondioksida yang merupakan hasil sisa proses pernapasan harus dikeluarkan dari tubuh, sehingga kebutuhan tubuh akan oksigen tetap terpenuhi.

Udara sangat penting bagi manusia, tidak menghirup oksigen selama beberapa menit dapat menyebabkan kematian. Itulah peranan penting paru-paru. Organ yang terletak di bawah tulang rusuk ini memang mempunyai tugas yang berat, belum lagi semakin tercemarnya udara yang kita hirup serta berbagai bibit penyakit yang berkeliaran di udara. Ini semua dapat menimbulkan berbagai penyakit paru-paru.

Apakah Penyakit Paru-Paru Basah Menular?

Karena penyakit paru-paru basah disebabkan terutama oleh mikroba infeksi, penyakit paru-paru bisa menular. Penyakit ini disebabkan oleh asap kimia atau racun lain yang tidak dibuat oleh agen infeksi tidak menular.

Banyak penyakit paru-paru basah menular memiliki nama, seperti pneumonia bakteri, viral pneumonia, Mycoplasma pneumonia, dan MRSA (methicillin-resistant Staphylococcus aureus) pneumonia, yang menunjukkan jenis patogen menginfeksi paru-paru. Beberapa pneumonia memiliki nama yang tidak jelas (misalnya, “pneumonia berjalan,” yang menunjukkan bentuk yang lebih ringan dari Mycoplasma pneumonia).

Ada banyak istilah deskriptif lainnya, seperti pneumonia yang didapat masyarakat, pneumonia yang didapat di rumah sakit, dan pneumonia aspirasi (contoh yang menunjukkan sumber organisme yang menyebabkan pneumonia). Mereka semua berpotensi menular tetapi tidak semudah menular seperti flu, misalnya.

Kapan Penyakit Paru-Paru Basah Menular?

Penyalit paru-paru basah menular ketika patogen penyebab (biasanya bakteri atau virus) dikeluarkan oleh orang yang terinfeksi dengan batuk keluar tetesan yang terinfeksi. Tetesan-tetesan yang dikeluarkan ini mengandung bakteri atau virus yang menyebabkan penyakit paru-paru basah. Tetesan-tetesan ini mengotori mulut atau saluran pernapasan orang lain untuk akhirnya menginfeksi paru-paru mereka.

Perkiraan waktu ketika paru-paru basah menjadi menular bervariasi dengan jenis agen infeksi dan dapat berkisar dari satu sampai dua hari hingga minggu. Selain itu, beberapa penyakit paru-paru lebih tinggi menular daripada yang lain. Sebagai contoh, Mycobacterium dan Mycoplasma sangat menular, tetapi jenis lain, termasuk pneumonia pneumokokus, memerlukan kondisi optimal untuk menyebar ke orang lain dan lemah menular.

Baca juga: Penyebab Penyakit Flek Paru-Paru

Berapa Lama Penyakit Paru-Paru Basah Menular?

Secara umum, banyak bakteri penyakit paru-paru basah jauh kurang menular setelah antibiotik diberikan selama 24-48 jam. Namun, periode waktu ini dapat bervariasi untuk beberapa organisme, seperti yang menyebabkan tuberkulosis. Untuk tuberkulosis, dapat memakan waktu dua minggu atau lebih pada antibiotik sebelum orang tersebut tidak lagi menular.

Untuk pneumonia virus, orang menjadi kurang menular setelah gejala mulai surut, terutama demam. Ini mungkin terjadi sekitar satu hingga dua hari setelah seseorang tidak demam, tetapi seseorang mungkin masih menumpahkan virus infeksi selama seminggu atau lebih dengan beberapa jenis pneumonia virus. Tidak jarang batuk kadang-kadang untuk beberapa waktu (hari ke minggu) bahkan setelah seseorang tidak menular.

Gejala Penyakit Paru-Paru Basah

Kanker paru-paru mungkin tidak menunjukkan gejala yang nyata pada tahap awal, dan banyak orang tidak didiagnosis sampai penyakitnya sudah lanjut. Simak lebih lanjut tentang gejala kanker paru, apa yang harus diperhatikan dan dengarkan, dan bagaimana pemeriksaan dini dapat membantu orang yang berisiko tinggi untuk penyakit paru-paru.

1. Batuk

Sebagian orang terkadang sering menyepelekan penyakit batuk karena batuk dianggap menjadi penyakit musiman atau penyakit yang sederhana. Mungkin, ada benarnya jika Anda batuk karena banyak makan gorengan atau karena efek terkena hujan.

Namun, jika batuk yang diderita tak kunjung sembuh padahal sudah mengobatinya, Anda bisa mempertanyakan batuk yang dirasakan karena bisa saja batuk yang anda derita adalah gejala paru-paru basah.

Biasanya, penderita paru-paru basah akan mengalami batuk kering terlebih dahulu dan kemudian disusul dengan batuk berdahak.

2. Keringat dingin pada telapak tangan dan kaki

Gejala paru-paru basah yang satu ini adalah gejala penyakit yang paling dikenali. Namun, mengapa orang yang terkena paru-paru basah sering mengalami hal tersebut.

Keringat dingin tersebut tidaklah keluar akibat efek cuaca yang terlalu panas, melainkan keringat tersebut muncul karena oksigen tidak mengalir sempurna dalam tubuh. Akibatnya, sebagai bentuk protes tubuh, keringat dinginpun dikeluarkan oleh tubuh. Sebaiknya, jika Anda sudah mengalami keringat dingin terus-terusan, Anda bisa segera pergi ke dokter agar cepat ditangani.

Baca juga: Kenali Gejala Dan Ciri-Ciri Penyakit Paru-Paru Basah

3. Sakit kepala ringan

Meskipun penyakit pneumonia atau paru-paru basah adalah penyakit yang menyerang organ vital pernapasan Anda, tetapi hal tersebut sering bepengaruh pada organ tubuh yang lain. Hal tersebut terbukti karena sebagian besar orang yang terkena paru-paru basah sering sekali terkena sakit kepala ringan. Sakit kepala yang merupakan gejala paru-paru basah dikarenakan supplay oksigen ke otak yang kurang lancar atau bahkan bisa dikatakan kurang. Jadi, ketika sakit kepala menyerang Anda, bukan berarti otak Anda yang terganggu, bisa jadi hal tersebut menunjukkan bahwa Anda terkena penyakit paru-paru basah.

4. Cepat lelah

Lelah adalah efek yang Anda terima ketika sibuk dengan aktivitas. Yang diperlukan tentunya adalah dengan beristirahat agar lelah yang melanda akan segera menghilang. Namun, apa jadinya jika tidak merasa melakukan banyak aktivitas tetapi lelah terus melanda terus menerus.

Lelah yang seperti itu haruslah dipertanyakan karena lelah tanpa sebab bisa jadi adalah gejala paru-paru basah. Lelah yang disebabkan oleh penyakit pneumonia diakibatkan karena suplai oksigen ke seluruh tubuh tidak berjalan dengan lancar, akibatnya tubuh cepat lelah dan kurang bertenaga.

5. Nafsu makan berkurang dan berat badan turun

Gejala penyakit pneumonia yang satu ini sering tak disadari oleh penderitanya. Nafsu makan berkurang dan berat badan yang turun drastis bisa disebabkan oleh adanya infeksi pada paru-paru. Jika hal tersebut terjadi pada Anda, alangkah baiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Biasanya, ciri tersebut menunjukkan bahwa paru-paru basah yang Anda derita sudah dalam keadaan yang cukup parah. Jadi, lebih baik segera mengobatinya agar penyakit tersebut tidak menyebabkan kematian.

Pengobatan Penyakit Paru-Paru Basah

Bagi Anda yang sedang mengalami paru-paru basah jangan terlalu khawatir karena bisa disembuhkan dengan berbagai cara. Meskipun paru-paru tergolong penyakit yang berbahaya tapi masih bisa disembuhkan. Untuk penyakit paru-paru basah dan pengobatannya Anda dapat melakukan beberapa hal yaitu langkah pertama harus pergi ke dokter.

Baca juga: Jaga Kesehatan Paru-Paru Dengan 5 Makanan Ini

Apabila menggunakan AC harus berhenti terlebih dahulu, banyak konsumsi makanan yang banyak mengandung mineral dan antioksidan, apabila merokok maka berhenti, olahraga teratur, jangan suka keluar rumah sebab saat malam hari udaranya sangat lembab.

Pengobatan paru-paru basah cukup lama prosesnya selama 6-9 bulan. Selama bulan teresebut harus minum obat tanpa henti setiap hari. Dapat berhenti minum obat jika dokter telah mendiagnosa terbebas paru-paru basah. Maka sangat penting untuk rutin datang ke dokter setiap minggu.

Meskipun terasa berat minum obat sampai berbulan-bulan tapi memiliki harapan sembuh bisa jadi penyemangat. Jalani hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung gizi untuk mendukung pengobatan yang sedang dijalani.