Awas, Kurang Minum Bisa Memicu Sakit Pinggang

Doktersehat-kurang-minum-pinggang-sakit

DokterSehat.Com – Salah satu cara menjaga kesehatan tubuh yang telah direkomendasikan oleh banyak pakar kesehatan adalah dengan mengonsumsi air putih dengan jumlah yang cukup.

Konsumsi dua liter air putih dalam sehari diyakini akan membuat tubuh akan terhidrasi dengan baik dan berbagai sistem yang bekerja dalam tubuh bisa berjalan dengan lancar. Selain itu, konsumsi air putih dengan cukup diyakini akan mampu membuat tubuh terbebas dari masalah sakit pinggang.

Menurut dr. Budi Wiweko, SpOG (K) konsumsi air putih tidak serta merta berkaitan langsung dengan sakit pinggang. Namun, jika Anda kurang konsumsi air putih sampai membuat tubuh dehidrasi, maka risiko lain terkait fungsi ginjal bisa terganggu. Pada akhirnya, kurang minum pinggang sakit akan terasa karena munculnya penyakit berbahaya ini.

baca juga: Sering Sakit Pinggang? Atasi dengan 4 Makanan ini!

Senada dengan dokter Budi, menurut Prof. Dr. dr. Parlindungan Siregar, dari Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, saat seseorang kurang konsumsi air putih dalam jangka waktu yang lama, maka risiko penyakit ginjal akan semakin besar.

Jika hal ini terjadi, maka rasa nyeri pada pinggang pun bisa berlangsung dengan sangat menyakitkan. Dehidrasi, menurutnya bukanlah faktor utama penyebab dari munculnya masalah batu ginjal. Namun, jelas dehidrasi memiliki peran besar dalam menyebabkan penyakit ini.

Menurutnya, batu ginjal bisa terjadi karena adanya faktor genetik atau kondisi di mana dalam saluran kencing banyak terdapat kandungan kalsium berlebihan.

Penyebab Sakit Pinggang

Selain kesehatan ginjal yang bisa menjadi penyebab sakit pinggang, penyebab sakit pinggang dibagi menjadi dua, yaitu mekanis dan medis.

Penyebab mekanis dipicu oleh pengikisan struktur dan daya tahan pinggang yang meliputi sendi, cakram, otot, saraf dan tulang dengan usia sebagai faktor utama. Berikut adalah beberapa kondisi yang termasuk dalam penyebab mekanis:

  • Pengikisan cakram tulang belakang

Penurunan kekuatan cakram tulang belakang dalam menahan beban, menunduk, dan aktivitas lainnya.

  • Perubahan struktur tulang

Kondisi ini umumnya terjadi saat usia mulai senja dan mengakibatkan postur tubuh yang buruk. Skoliosis, kyphosis, dan lordosis adalah beberapa contoh pemicu perubahan struktur tulang.

  • Stenosis spinal

Penekanan pada saraf sumsum tulang dikarenakan penyempitan pada saluran saraf di tulang belakang, mengakibatkan penderita merasa sakit seperti kram, lemas, atau mati rasa, khususnya saat berdiri atau berjalan.

  • Keseleo

Cedera yang mengakibatkan tekanan pada tendon atau otot seperti saat terpeleset, salah posisi duduk, mengangkat beban berat, atau meregangkan otot berlebih. Dalam kondisi parah, ligamen bisa mengalami perobekan.

  • Cedera cakram tulang belakang

Perobekan atau penyelipan cakram saat penderita jatuh atau terpelintir. Dalam situasi tertentu, cakram dapat menekan saraf tulang belakang, menimbulkan rasa sakit seperti tertusuk atau terbakar pada bagian pinggang hingga kaki.

Inflamasi atau penekanan pada saraf tulang belakang yang terjadi saat cakram yang terselip menekan saraf tulang belakang secara berlebih. Bagian tubuh yang dipersarafi oleh saraf yang tertekan akan mengalami rasa sakit, kesemutan, hingga mati rasa.

Kondisi medis tertentu juga dapat memicu sakit pinggang, seperti osteoporosis, peradangan sendi, fibromyalgia, penyebaran kanker dari organ tubuh lainnya, aneurisma aorta, hingga endometriosis.

baca juga: Selain Dehidrasi, Ini 3 Dampak Lain Akibat Kurang Minum Air Putih

Selain umur, faktor seperti genetik, gaya hidup sedentari, jarangnya aktivitas fisik, berat badan berlebih, pekerjaan, dan kehamilan dapat meningkatkan seseorang mengalami sakit pinggang.

Meski begitu Anda tidak perlu khawatir, sebagian besar kasus sakit pinggang dapat sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan khusus. Mengistirahatkan pinggang, mandi dengan air hangat, hingga mengonsumsi obat seperti ibuprofen atau paracetamol dapat dilakukan untuk mempercepat pemulihan.