Terbit: 27 April 2018 | Diperbarui: 28 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Saat melakukan latihan kebugaran atau pun berolahraga, siapa saja pasti memiliki risiko terkena cedera. Baik itu yang amatiran maupun yang berpengalaman pasti memiliki risiko yang sama. Sebab, walaupun sudah melakukan latihan dengan cukup hati-hati, masih banyak kejadian tak terduga yang bisa menyebabkan cedera saat latihan.

Awas, Ketika Cedera Saat Latihan Jangan Langsung Dipijat!

Photo Credit : pexels.com

Namun, Anda tidak perlu khawatir jika mengalami cedera karena hal ini adalah hal yang wajar. Cedera sendiri bisa merupakan salah satu adaptasi tubuh serta otot pada aktivitas baru. Biasanya cedera dialami oleh orang yang baru gabung dalam latihan kebugaran karena ototnya yang kaku mulai digunakan dan harus bekerja sedikit keras daripada sebelumnya.

Tapi jika Anda pemain baru dalam dunia kebugaran, Anda harus benar-benar mengetahui betul mengenai cedera. Apa itu cidera, apa saja jenis-jenis cidera, dan bagaimana cara menanganinya. Sebab, tak sedikit kasus terjadi orang yang mengalami cedera salah mencari solusi dan justru memperparah cidera tersebut.

Perlu diketahui sebelumnya, jenis cedera yang umum terjadi saat latihan adalah keseleo, kram, otot tertarik, otot terbentuk, dan sebagainya. Untuk cidera umum seperti ini, Anda bisa mengatasinya dengan mengkompres air dingin atau melakukan pijat urut seperti yang biasa dilakukan oleh banyak orang. Tapi, ada satu jenis cedera yang sangat melarang untuk dipijat urut. Jenis cedera tersebut adalah otot yang sobek.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

Ketika ada salah satu otot pada tubuh yang sobek, maka jangan pernah melakukan pijatan secara langsung. Sebab, hal itu akan memperparah rasa sakit dan akhirnya menyebabkan arthritis atau peradangan. Ketika sudah terjadi perandangan, maka luka pada otot tersebut akan menyebar dan semakin susah disembuhkan. Ada baiknya Anda mengatasi dulu cideranya sampai benar-benar baik, barulah pergi ke tukang urut.

Untuk dapat memastikannya, Anda bisa melakukan pemeriksaan ke dokter ataupun bertanya langsung kepada trainer di tempat Anda berlatih. Sebab, urusan otot tidak bisa disepelekan. Jika salah dalam mengambil keputusan, maka akan cukup fatal akibatnya.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi