Terbit: 3 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Apa yang sering Anda konsumsi untuk sarapan? Sarapan memang merupakan kebiasaan yang sehat karena tubuh mendapatkan energi untuk memulai aktivitas harian. Sayangnya, pemilihan bahan makanan yang tidak tepat saat sarapan justru menyebabkan berat badan kita jadi naik, lho.

Awas, Ini 3 Kesalahan Saat Sarapan yang Membuat Berat Badan Naik

Sarapan akan memenuhi 20-30% kebutuhan harian tubuh, pemilihan bahan makanan yang tepat untuk sarapan akan memberikan asupan energi berupa karbohidrat, protein dan serat yang cukup untuk memulai hari.

Pemilihan makanan dengan komposisi yang salah akan menyebabkan proporsi asupan gizi tidak tepat sehingga bisa berkontribusi pada kenaikan berat badan. Untuk itu hindari tiga kesalahan yang kerap dilakukan saat sarapan di bawah ini:

1. Memilih makanan yang terlalu manis

Konsumsi roti, wafel, pancake atau sereal dengan tambahan isi atau topping cokelat serta muffin atau donat dengan tambahan gula yang cukup banyak, tentu menyebabkan gula darah tubuh jadi meningkat drastis.

Selain itu hal ini juga menyebabkan tubuh bisa jadi craving makanan manis sepanjang hari. Kondisi inilah yang menyebabkan tubuh berisiko mengalami kenaikan berat badan.

2. Memilih makanan yang tinggi kandungan karbohidrat saja

Hanya mengonsumsi karbohidrat saja saat sarapan tentu akan menyebabkan asupan karbohidrat tubuh menjadi berlebihan. Karbohidrat yang berlebihan disimpan tubuh dalam bentuk lemak, sehingga akan meningkatkan risiko peningkatan berat badan.

Selalu lengkapi sarapan dengan makanan berprotein serta sayur dan buah saat sarapan. Selain itu pilih makanan karbohidrat tinggi serat, misalnya whole grain, roti gandum atau beras tinggi serat.

3. Mengonsumsi sarapan dengan metode buffet atau prasmanan

Sarapan di restoran atau rumah makan dengan metode buffet akan meningkatkan risiko kita mengonsumsi terlalu banyak kalori. Hal ini disebabkan perut masih kosong dan ada berbagai jenis makanan yang disajikan sehingga risiko “lapar mata” akan semakin besar. Tetap pilih makanan berkarbohidrat, protein, sayur dan buah serta ambil porsi sesuai kebutuhan tubuh ya.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi