Terbit: 20 Maret 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Anda mungkin tidak percaya, namun bayi baru lahir ternyata bisa terkena stroke. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa stroke terjadi pada satu dari 4.000 kelahiran bayi. Lalu, bagaimana dampaknya bagi pertumbuhan si kecil?

bayi-baru-lahir-doktersehat

Photo Credit: Adam McGuffie

Mengenal stroke pada bayi baru lahir

Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terhenti akibat adanya sumbatan atau pecahnya pembuluh darah sehingga membuat sebagian area di otak mati. Belum diketahui apa penyebab stroke pada bayi yang baru lahir namun stroke pada bayi dapat terjadi sebelum proses persalinan, selama proses persalinan dan sesudah persalinan.

Jenis stroke pada bayi baru lahir

Dilansir dari laman Birth Injury Guide, stroke pada bayi baru lahir dapat dibagi menjadi dua, yaitu neonatal stroke dan perinatal stroke. Neonatal stroke adalah kondisi dimana suplai darah ke badan bayi terganggu pada 28 hari pertama kelahiran bayi, sementara jika bayi mengalami stroke pada 7 hari pertama disebut perinatal stroke.

Penyebab stroke pada bayi baru lahir

Para ahli masih belum dapat menentukan penyebab stroke pada bayi yang baru lahir. Namun para ahli menduga salah satu penyebabnya adalah hypoxia, yaitu keadaan kekurangan oksigen yang membuat otak panik. Kondisi kesehatan ibu seperti gangguan autoimun, gangguan koagulasi, paparan kokain selama hamil juga dapat memicu stroke pada bayi baru lahir.

Gejala stroke pada bayi

Pada beberapa kasus, stroke pada bayi tidak menunjukkan gejala yang khusus. Namun ketika bayi sudah berusia lebih besar, gejala tersebut baru muncul seperti kesulitan berbicara, badan tidak seimbang, dan mati rasa di beberapa bagian tubuh. Karena itu orang tua perlu waspada apabila bayi sering memiliki tatapan kosong, sering mengentakkan kaki hanya dengan satu kaku atau seluruh tubuh karena bisa jadi itu adalah gejala stroke.

Dampak stroke pada pekembangan bayi

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Georgetown University Medical Center menyebutkan bahwa stroke pada bayi baru lahir mungkin tidak memiliki dampak jangka panjang. Dalam penelitian yang melibatkan 12 orang usia remaja hingga dewasa yang mengalami perinatal stroke otak kiri, menemukan bahwa mereka menggunakan otak kanan untuk mengolah kemampuan bahasa mereka. Pada otak normal, tugas mengolah bahasa ada pada otak kiri. Selain itu semua subyek penelitian juga tampak memiliki kemampuan kognitif yang cukup baik.

Elissa L. Newport, PhD, pemimpin penelitian ini menyatakan bahwa kemampuan otak bayi sangat luar biasa. “Otak bayi ini masih bersifat fleksibel, sehingga mereka mampu memindahkan proses pengolahan bahasa ke bagian otak yang sehat,” jelas Newport seperti dikutip Pop Sugar.

Penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua tidak perlu panik jika anaknya mengalami stroke saat baru lahir. Pengawasan kesehatan yang baik dapat membantu mendeteksi gangguan kesehatan pada anak. Bayi yang lahir dengan kondisi stroke masih memiliki kesempatan untuk tumbuh normal dan pintar seperti anak lain seusianya.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi