Terbit: 21 Juni 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Avigan adalah obat antivirus yang mengandung zat aktif favipiravir. Obat ini ditemukan oleh Toyama Chemical Co., Ltd di Jepang. Dikarenakan kemampuan menghambat RNA polymerase yang terlibat dalam replikasi virus influenza, saat ini obat Avigan juga bisa digunakan melawan virus Corona (COVID-19).

Avigan: Fungsi, Efek Samping, Dosis, Aturan Pakai, dll

Rangkuman Informasi Obat Avigan

Nama obat Avigan
Golongan obat Antivirus
Kategori Obat Obat resep
Tingkat keamanan obat bagi ibu hamil dan menyusui Studi pada binatang dan manusia telah memperlihatkan adanya abnormalitas terhadap janin atau adanya risiko terhadap janin. Hal ini membuat avigan tidak boleh digunakan pada wanita yang sedang atau memiliki kemungkinan untuk hamil.

Avigan sebaiknya tidak dikonsumsi oleh wanita yang menyusui karena senyawa di dalam obat ini ditemukan dalam ASI

Fungsi obat Mengatasi virus influenza
Dosis Sesuai petunjuk dokter
Sediaan obat Tablet
Harga obat Rp 70.000/tablet

Avigan Obat Apa?

Avigan adalah obat antivirus yang telah dilisensikan di Jepang sejak 2014 untuk mengobati influenza. Zat aktif yang terkandung di dalamnya bekerja dengan menghambat enzim virus yang disebut RNA polymerase guna mencegah replikasi virus dalam sel manusia. Enzim virus ini umum untuk beberapa virus, termasuk SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19.

Obat Avigan telah menunjukkan hasil positif terhadap SARS-CoV-2 di laboratorium dan penelitian pada hewan, dengan studi percontohan kecil pada manusia menunjukkan beberapa manfaat dalam mengurangi gejala dan durasi penyakit.

Menurut Platform Randomised trial of INterventions against COVID-19 In older peoPLE (PRINCIPLE), favipiravir menghalangi tarian molekul rumit yang terjadi antara virus dan sel tubuh ketika virus bereplikasi. Ini adalah obat pertama yang diuji oleh PRINCIPLE dan dirancang khusus untuk menargetkan virus. Uji coba masih terus dilakukan untuk melihat efektivitas sebagai pengobatan virus Corona dan mencegah keparahan yang disebabkan oleh SARS-CoV-2.

Sementara itu pada tanggal 21 April 2021, FUJIFILM Toyama Chemical Co., Ltd telah mengumumkan inisiasi uji klinis fase III mengenai obat antiinfluenza Avigan yang menargetkan pasien yang terinfeksi infeksi virus Corona (COVID-19).

Uji coba ini adalah uji klinis double-blind dan placebo-controlled untuk menyelidiki kemanjuran dan keamanan obat pada pasien dengan onset dini COVID-19, yang memiliki risiko untuk berkembang menjadi gejala yang parah.

Peringatan Obat Avigan

Beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum menggunakan obat yang mengandung favipiravir adalah:

  • Jangan menggunakan favipiravir jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap obat ini.
  • Penggunaan harus hati jika Anda memiliki riwayat asam urat, pasien dengan hiperurisemia, gangguan sistem imun, infeksi jamur/bakteri, hepatitis, TBC, tumor, asma, syok, gangguan mental, penyakit kuning, kolitis hemoragik, nekrolisis epidermal toksik, hingga Stevens-Johnson syndrome.
  • Sedang menjalani prosedur cuci darah atau pernah menerima transplantasi organ.
  • Memiliki riwayat kecanduan alkohol atau obat-obatan terlarang.
  • Sedang mengonsumsi obat-obatan lain, termasuk herbal atau suplemen.

Jika terjadi reaksi alergi obat setelah menggunakan favipiravir, segera temui dokter.

Baca Juga: 15 Obat Corona COVID-19 yang Sedang Dikaji (Berdasarkan Penelitian)

Interaksi Obat Avigan

Bila digunakan bersama dengan obat tertentu, kandungan favipiravir di dalam Avigan dapat menimbulkan efek interaksi obat berupa:

  • Acamprosate. Ekskresi acamprosate dapat berkurang bila dikombinasikan dengan favipiravir.
  • Acetaminophen. Favipiravir dapat meningkatkan aktivitas hepatotoksik acetaminophen.
  • Acyclovir. Ekskresi acyclovir dapat berkurang bila dikombinasikan dengan favipiravir.
  • Adefovir dipivoxil. Ekskresi adefovir dipivoxil dapat berkurang bila dikombinasikan dengan favipiravir.
  • Adenovirus type 7 vaccine live. Kemanjuran adenovirus type 7 vaccine live dapat berkurang saat dikombinasikan dengan favipiravir.
  • Afatinib. Konsentrasi serum afatinib dapat meningkat bila dikombinasikan dengan favipiravir.
  • Allopurinol. Ekskresi allopurinol dapat berkurang bila dikombinasikan dengan favipiravir.
  • Almotriptan. Metabolisme almotriptan dapat menurun bila dikombinasikan dengan favipiravir.
  • Alprostadil. Ekskresi alprostadil dapat menurun bila dikombinasikan dengan favipiravir.

Avigan harus diberikan dengan hati-hati ketika diberikan bersama dengan obat-obatan berikut:

  • Pyrazinamide.
  • Repaglinide.
  • Theophylline.
  • Famciclovir Sulindac.

Dosis Avigan

Dosis obat ini untuk orang dewasa adalah 1.600 mg sebanyak 2 kali sehari di hari pertama, kemudian 600 mg sebanyak 2 kali sehari di hari ke-2 hingga ke-5. Total waktu pemberian obat adalah 5 hari. Untuk anak-anak, hingga saat ini belum ketentuan dosis yang tepat.

Sementara dosis untuk mengobati pasien penyakit COVID-19 derajat sedang menurut Pedoman Tatalaksana COVID-19 adalah 600 mg/12 jam/oral selama 5 hari. Sedangkan, hingga saat belum ada penelitian yang menjelaskan secara pasti mengenai dosis untuk anak-anak.

Penting untuk diketahui, konsumsi obat ini harus sesuai dengan anjuran dokter atau petunjuk penggunaan penggunaan obat. Jangan menambah/mengurangi dosis serta jangan menggunakan obat lebih lama dari waktu yang dianjurkan.

Baca Juga: Berjemur saat Corona (COVID-19) Bisa Bunuh Virus, Mitos atau Fakta?

Efek Samping Avigan

Hingga saat ini belum diketahui efek samping yang pasti ditimbulkan oleh obat ini. Namun, penelitian saat ini menyebutkan bahwa Avigan obat yang dapat menimbulkan beberapa keluhan jika digunakan secara berlebihan (overdosis), antara lain muntah, penurunan berat badan, dan penurunan kemampuan bergerak.

Sementara penelitian lain pada pasien yang dirawat di rumah sakit dengan COVID-19 derajat sedang adalah peningkatan kadar asam urat dan ketidaknyamanan pencernaan. Meski begitu, penelitian ini belum bisa dipastikan kebenarannya dengan akurat.

Jika setelah mengonsumsi obat ini Anda mengalami ruam, gatal, pembengkakan, atau kesulitan bernapas, segera konsultasi dengan dokter.

Petunjuk Penyimpan Avigan

Simpan obat dengan baik dan jangan menyimpan sembarangan karena bisa merusak atau mengurangi fungsi obat. Berikut adalah beberapa petunjuk penyimpanan obat yang baik dan benar:

  • Simpan pada suhu kamar yang jauh dari kelembapan dan panas.
  • Simpan obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Tanyakan pada apoteker bagaimana cara membuang pil yang rusak dengan aman.
  • Segera buang obat apabila sudah memasuki masa kedaluwarsa.

paket obat isolasi mandiri doktersehat

Beli obat dan vitamin di apotek online terpercaya Farmaku yang menawarkan promo menarik. Farmaku juga menyediakan jasa antar paket isolasi mandiri obat dan vitamin ke rumah Anda langsung. Jaga kesehatan Anda dan keluarga di masa pandemi ini dengan perlindungan terbaik.

 

  1. Anonim. AVIGAN Tablets 200. https://www.cdc.gov.tw/File/Get/ht8jUiB_MI-aKnlwstwzvw. (Diakses pada 21 Juni 2021).
  2. Anonim. Favipiravir. https://go.drugbank.com/drugs/DB12466. (Diakses pada 21 Juni 2021).
  3. Anonim. Avigan Tab. https://www.farmaku.com/product/avigan-tab. (Diakses pada 21 Juni 2021).
  4. Anonim. 2021. Avigan Antiviral Medication. https://www.precisionvaccinations.com/vaccines/avigan-antiviral-medication. (Diakses pada 21 Juni 2021).
  5. Anonim. Fujifilm announces the Start of a New Phase III Clinical Trial of Anti-influenza Drug Avigan® Tablet in Japan, Targeting COVID-19 Patients. https://www.fujifilm.com/jp/en/news/hq/6478. (Diakses pada 21 Juni 2021).
  6. Agrawal, Umang, Reyma Raju, dan Zarir F. Udwadia. 2020. Favipiravir: A new and emerging antiviral option in COVID-19. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7467067/. (Diakses pada 21 Juni 2021).
  7. Anonim. 2021. Favipiravir to be investigated as a possible COVID-19 treatment for at-home recovery in the PRINCIPLE trial. https://www.nihr.ac.uk/news/favipiravir-to-be-investigated-as-a-possible-covid-19-treatment-for-at-home-recovery-in-the-principle-trial/27426. (Diakses pada 21 Juni 2021).
  8. Burhan, Erlina, Agus Dwi Susanto, Sally A Nasution, dll. Pedoman Tatalaksana COVID-19 Edisi ke 2. https://www.papdi.or.id/pdfs/938/Pedoman%20Tatalaksana%20COVID-19%20edisi%202.pdf. (Diakses pada 21 Juni 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi