Terbit: 16 November 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Autophobia adalah fobia sendirian di mana seseorang sama sekali tidak mau ditinggal sendirian bahkan di tempat yang cenderung aman seperti rumah. Ketahui apa itu autophobia, gejala, penyebab, dan cara mengatasinya. 

Autophobia (Fobia Sendirian): Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi

Apa Itu Autophobia

Autophobia adalah rasa ketakutan untuk tinggal sendirian atau fobia akan kesepian. Orang dengan fobia kesepian memiliki kecemasan ekstrem bila ditinggal sendirian secara fisik dan mental dan dia selalu harus ditemani orang lain kemanapun agar merasa aman. 

Autophobia termasuk dalam fobia spesifik berdasarkan panduan Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental, Edisi Kelima. Autophobia berbeda dengan merasa kesepian. Kesepian adalah emosi negatif akibat merasa kurang interaksi sosial, sementara autophobia mengacu pada ketakutan dan kecemasan parah saat sedang sendirian dan gejalanya lebih ekstrem dari kesepian biasa.

Gejala Autophobia

Gejala umum fobia adalah ketakutan dan kecemasan tidak rasional akan suatu objek, situasi, atau benda. Begitupun fobia sendirian atau fobia kesepian, mereka sangat takut untuk menghabiskan waktu sendirian. 

Berikut ini gejala autophobia

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

  • Memiliki ketakutan luar biasa saat sedang sendirian dimanapun dan kapanpun. 
  • Memiliki kecemasan luar biasa bahkan hanya untuk berpikir bahwa ia akan menghabiskan waktu sendirian. 
  • Menghindari situasi atau tempat apa pun yang mengharuskan dirinya untuk sendirian. 
  • Menunjukkan gejala fisik seperti gemetar, pusing, nyeri dada, jantung berdebar, hingga sesak napas saat sendirian. 
  • Memiliki pikiran negatif bahwa dirinya akan mengalami bahaya saat sedang sendirian, misalnya dirampok, dipukul, bertemu penjahat, atau mungkin bertemu hantu. 
  • Tidak mau untuk sendirian dimanapun, bahkan merasa terancam berada sendirian di dalam rumah sendiri. 
  • Mengalami serangan panik saat sendirian.
  • Memiliki pikiran obsesif dan paranoid akan bahaya yang belum tentu terjadi saat sendirian. 
  • Merasa ketakutan bila ditinggal oleh orang yang dicintai. 

Orang dengan autofobia menyadari bahwa rasa ketakutannya berlebihan dan sebenarnya tidak seburuk yang dipikirkan, namun dirinya tidak bisa mengendalikan kecemasannya sendiri hingga menyebabkan efek psikologi lainnya. 

Kapan Harus ke Dokter? 

Setiap orang mungkin memiliki fobia tertentu yang tidak mengganggu kehidupan sehari-hari dan efeknya tidak parah. Segera hubungi psikolog bila Anda mengalami suatu fobia spesifik dengan gejala yang sangat parah hingga Anda mengalami gangguan untuk menjalani fungsi sosial, pekerjaan, atau akademik. 

Sebagai contoh, Anda mungkin memiliki pekerjaan yang mengharuskan Anda pergi sendirian namun Anda tidak dapat melakukannya karena gejala autofobia yang sangat parah. Bila kejadiannya seburuk itu, Anda harus konsultasi ke psikolog demi kebaikan Anda dan orang lain.

Penyebab Autophobia

Penyebab pasti fobia sendirian belum diketahui, namun jenis fobia ini berkembang dari waktu ke waktu hingga seseorang benar-benar ketakutan untuk sendirian dan merasa kesepian. Biasanya, jenis fobia spesifik dimulai di masa kanak-kanak yang tidak disadari hingga rasa takut tersebut menjadi manifestasi ketakutan di masa dewasa. 

Berikut ini beberapa penyebab fobia sendirian:

  • Memiliki trauma masa lalu saat ditinggal sendirian. 
  • Riwayat menghabiskan waktu terlalu lama sendirian hingga trauma. 
  • Mengalami kejadian buruk di masa lalu saat sedang sendirian, misalnya perampokan, pelecehan seksual, tindak kekerasan, dan lainnya.
  • Trauma akibat ditinggal oleh orang yang disayangi seperti orang tua, keluarga, kekasih, atau teman-teman. 

Sebagian orang yang mengalami fobia sendirian saat dewasa bisa saja tidak mengingat sumber rasa takut akan sendirian karena sudah lama sekali atau coba dilupakan namun efeknya membekas menjadi sebuah fobia. 

Faktor Risiko Autophobia

Berikut ini beberapa faktor psikologi yang dapat memicu terjadinya autophobia

  • Memiliki riwayat gangguan kecemasan, serangan panik, dan gejala depresi. 
  • Efek dari perceraian orang tua.
  • Gejala PTSD (post-traumatic stress disorder), gangguan mental akibat trauma kejadian yang sangat buruk. 
  • Gejala agoraphobia, fobia pada situasi yang membuat seseorang terperangkap, panik, atau terkurung. 

Diagnosis Autophobia

Psikiater akan mencoba menganalisis gejala dari fobia Anda, termasuk: 

  • Apakah gejala fobia tersebut mengganggu keseimbangan hidup Anda, termasuk urusan akademik, pekerjaan, hubungan sosial, dan kehidupan sehari-hari?
  • Sudah berapa lama gejala tersebut berlangsung?
  • Apa pemicu yang membuat gejala fobia tersebut muncul?
  • Seberapa parah gejala fobia yang pernah dialami?

Kemudian, psikiater aka mengevaluasi kesehatan mental dan kondisi psikologis Anda. Anda juga dapat berkonsultasi dengan psikiater seputar perasaan Anda atau gejala dan tanda-tanda gangguan kesehatan mental lain yang menyertainya. 

Cara Mengatasi Autophobia 

Psikiater akan memeriksa Anda terlebih dahulu kemudian membuat rencana perawatan yang diukur akan efektif untuk kondisi Anda. Seperti kebanyakan fobia spesifik lainnya, cara mengatasinya dengan beberapa cara seperti terapi pemaparan, terapi perilaku kognitif, dan obat-obatan bila perlu. 

Berikut ini cara mengatasi autophobia

1. Terapi Pemaparan

Terapi pemaparan (exposure therapy) adalah salah satu jenis psikoterapi untuk mengatasi masalah kesehatan mental. Exposure therapy dilakukan dengan memaparkan sumber ketakutan Anda secara perlahan dan bertahap di hidup Anda.

Misalnya, psikiater akan membuat situasi seperti Anda sedang berada sendirian di sebuah ruangan selama beberapa menit. Anda akan diajari dan diberi pemahaman bahwa situasi tersebut aman dan Anda akan baik-baik saja walaupun sendirian di dalam ruangan.

Terapi tersebut akan dilakukan secara perlahan. Tujuan terapi pemaparan adalah untuk meningkatkan toleransi Anda terhadap sumber ketakutan Anda. Anda juga akan diberi pemahaman dan cara pikir baru terhadap sumber ketakutan tersebut.

Baca Juga: Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorder): Penyebab, Gejala, Penanganan

2. Terapi Perilaku Kognitif 

Terapi perilaku kognitif adalah psikoterapi untuk membantu Anda mengatasi kecemasan dan ketakutan dengan cara membangun sudut pandang dan cara pikir baru terhadap sumber ketakutan Anda. Anda akan diajari teknik untuk mengelola fobia sendirian dengan suatu pemahaman yang lebih positif. 

Terapis atau psikolog akan membantu Anda untuk mengontrol rasa takut dan kecemasan Anda dengan kepercayaan diri dan kekuatan diri yang lebih kuat. Secara perlahan, Anda akan mengerti bahwa sendirian bukanlah sesuatu yang membahayakan dan Anda tetap dapat hidup sendirian.

3. Obat-obatan 

Apabila psikoterapi belum cukup membantu seseorang mengatasi fobia yang dialami, Anda mungkin akan dikirim untuk konsultasi ke psikolog lalu diberi resep obat. Obat-obatan tersebut juga biasanya tetap dibarengi dengan psikoterapi.

Berikut ini beberapa obat untuk penderita autophobia

  • Obat Sedatif. Obat penenang seperti Benzodiazepin.
  • Beta Blocker. Obat untuk memblokir stimulasi adrenalin pada orang dengan gangguan kecemasan. 

Psikolog mungkin juga meresepkan obat antidepresan lain sesuai dengan gejala Anda, atau bila Anda memiliki gejala gangguan kesehatan mental lainnya.

Komplikasi Autophobia

Umumnya, orang dengan fobia sendirian juga mengembangkan kecemasan dan ketakutan lain, seperti: 

  • Ketakutan pada pencuri, penjahat, atau hantu. 
  • Rasa takut pada orang asing. 
  • Kecemasan berlebihan akan ditinggal oleh orang yang dicintai. 
  • Khawatir akan suara-suara aneh yang entah berasal dari mana. 
  • Gangguan kecemasan dan kepanikan. 

Orang dengan autophobia biasanya juga mengalami gangguan kesehatan mental seperti stres dan depresi. Pasalnya, akan ada momen dalam hidup di mana Anda harus berada sendirian seperti di rumah, kamar mandi, atau pekerjaan tertentu.

Cara Mencegah Autophobia

Sebuah fobia mungkin tidak dapat Anda hindari karena penyebabnya sangat bervariasi dan menyerang kesehatan psikologi. Bila Anda memiliki kecenderungan memiliki rasa takut atau fobia spesifik yang Anda sadari akan menyusahkan hidup Anda nantinya, sebaiknya segera hubungi profesional kesehatan mental. 

Kebanyakan fobia adalah hasil dari manifestasi ketakutan dan kecemasan, jadi Anda harus mengontrol ketakutan tersebut lebih awal dan cepat. Anda mungkin juga harus rajin konsultasi ke psikiater demi kesehatan mental Anda. 

Kesepian atau sendirian memiliki arti yang berbeda-beda pada setiap orang. Anda mungkin tidak bisa ditinggal oleh seseorang yang spesifik, keluarga, atau teman. Sementara orang dengan autophobia benar-benar tidak mau sendirian dalam kondisi apa pun.

 

  1. Cirino, Erica. 2018. Autophobia. https://www.healthline.com/health/autophobi. (Diakses pada 16 November 2020). 
  2. Geller, Lindsay. 2019. Do You Have A Legit Fear Of Being Alone?. https://www.womenshealthmag.com/relationships/a26228055/fear-of-being-alone-autophobia/. (Diakses pada 16 November 2020). 
  3. Smith, Amy. 2020. What you need to know about autophobia. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319816. (Diakses pada 16 November 2020). 


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi