Atorvastatin – Dosis, Indikasi, Kontraindikasi, dan Efek Samping

obat-atorvastatin-doktersehat

DokterSehat.Com– Atorvastatin obat apa? Obat Atorvastatin adalah obat yang digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol, dan mencegah penyakit yang berhubungan dengan penyakit kardiovaskuler (jantung). Kenali indikasi obat, kegunaan, dan dosis Atorvastatin.

Nama: Atorvastatin
Sediaan tablet: 10 mg, 20 mg, 40 mg, 80 mg
Kelas: Obat penurun lemak, Statins, HMG-CoA reductase inhibitors
Merk: Lipitor

Dosis Atorvastatin

Untuk hiperkolestrolemia dan sislipidemia campuran:

  • Digunakan sebagai terapi tambahan dalam mengatasi peningkatan kolestrol total, apolipoprotein B atau apo B dan kadar trigliserid, untuk meningkatkan kolestrol HDL (kolesterol baik) pada pasien dengan hiperkolestrolemia primer (heterozigot familial dan nonfamilial) dan dislipidemia campuran (Fredrickson tipe II a dan II b)
  • Dosis inisial (dosis awal yang digunakan): 10–20 mg per oral setiap hari
  • Dosis awal pada pasien yang harus menurunkan kolestrol LDL (kolesterol jahat) yang lebih besar (>45%): 40 mg peroral (ditelan) setiap hari
  • Dosis setiap hari: 10–80 mg peroral setiap hari
  • Setelah dosis awalan/atau dosis titrasi, periksakan kadar lemak setelah 2–4 minggu sehingga dosis dapat disesuaikan lagi.

Untuk hipertrigliseridemia:

  • Obat ditambahkan bersamaan dengan diet untuk meningkatkan kadar trigliserid (Frednickson tipe IV)
  • Dosis awal: 10 mg peroral setiap hari
  • Dosis rumatan/dosis yang tetap setiap hari: 10–80 mg
  • Setelah pemberian dosis awal dan/atau setelah perubahan dosis, cek kadar lemak setelah 2–4 minggu dan sesuai dosisnya lagi.

Untuk disbetalipoproteinemia:

  • Disbetalipoproteinemia (Frednickson tipe III) pada pasien dengan respons yang tidak cukup dengan diet saja
  • Dosis rumatan: 10–80 mg peroral perhari
  • Setelah dosis awal atau setelah perubahan dosis, cek kadar lipid setelah 2–4 minggu dan sesuaikan dosis sesuai kadar lipid.

Untuk pencegahan penyakit kardiiovaskuler (serangan jantung atau stroke)

  • Dosis: 10–80 mg peroral setiap hari

Indikasi Atorvastatin

  • Menurunkan risiko stroke dan serangan jantung pada pasien diabetes tipe 2 tanpa bukti adanya penyakit jantung namun dengan faktor risiko kardiovaskuler lainnya seperti darah tinggi.
  • Menurunkan risiko stroke, serangan jantung, dan prosedur revasularisasi pada pasien tanpa adanya riwayat penyakit jantung koroner namun memiliki faktor risiko multipel selain diabetes (seperti merokok, kolestrol LDL yang rendah, riwayat keluarga dengan  penyakit jantung koroner di usia muda)
  • Pasien dengan penyakit jantung koroner, untuk menurunkan risiko infark miokard, stroke, prosedur revaskularisasi, rawat inap dengan  diagnosis gagal jantung, dan angina (nyeri dada karena jantung)

Modifikasi dosis

Dosis perlu disesuaikan pada kondisi tertentu seperti:

  • Pemberian bersamaan dengan obat seperti cyclosporine, tipranavir dan ritonavir, telaprevir, gemfibrozil: cegah pemberian bersamaan dengan atorvastatin karena meningkatkan risiko terjadinya rhabdomylosis.
  • Lopinavir dengan ritonavir: gunakan dosis terendah dari atorvastatin.
  • Penggunaan clarithromycin, itraconazole, saquinavir dan ritonavir, darunavir dan ritonavir, fosamprenavir: atorvastatin diberikan dengan dosis maksimal 20 mg/hari.
  • Nelfinavir, boceprevir: atorvastatin diberikan dengan jangan melebihi dosis 40 mg/hari.

Jika overdosis

Yang terjadi adalah keluhan yang tidak diharapkan seperti:

  • Neuropati periferal
  • Diare
  • Peningkatan elektrolit kalium
  • Miopati
  • Rhabdommiolisis
  • Gagal ginjal akut
  • Peningkatan liver function test (SGOT, SGPT, dsb)
  • Kekeruhan lensa mata.

Tatalaksana untuk kejadian di atas: tatalaksana suportif (atau mengatasi gejala yang terjadi sesuai masing-masing pasien)

Kontraindikasi Atorvastatin

Obat tidak boleh diberikan kepada:

  • Orang yang mengalami hipersensitivitas terhadap atorvastatin
  • Penyakit liver aktif atau peningkatan transaminase yang tidak dapat dijelaskan
  • Kehamilan (tidak boleh digunakan untuk ibu hamil)
  • Ibu menyusui.

Perhatian!

  • Dapat terjadi efek samping kognitif yang reversibel (dapat pulih) dan tidak berbahaya
  • Peningkatan kadar gula darah dan hemoglobin glikosilat (HbA1c) dengan pemberian statin
  • Perhatian pada pemberian obat ini untuk lansia; karena risiko miopati (gangguan otot)
  • Penggunaan alkohol, gagal jantung, dan riwayat penyakit hati
  • Gagal hepar fatal dan nonfatal: pernah dilaporkan namun jarang
  • Risiko miopati: peningkatan risiko terjadi ketika pemberian obat dengan fibrat, niasin, siklosporin, makrolide, telaprevir, boceprevir, kombinasi dengan inhibitor protease HIV (seperti saquinavir dengan ritonavir, lopinavir dengan ritonavir, tipranavir dengan ritonavir, darunavir dengan ritonavir, fosamprenavir, dan penggunaan antijamur golongan azole
  • Tunda atau jangan lanjutkan pengobatan pada pasien dengan kondisi medis akut atau baru saja menjalani operasi, atau kondisi serius yang mengarah ke miopati atau faktor risiko yang dapat mengarahkan pasien gagal ginjal menjadi rhabdomiolisis (hancurnya otot lurik tubuh)
  • Jarang dilaporkan, namun dapat terjadi suatu kondisi immune-mediated necrotizing myopathy (IMNM); yang ditandai dengan peningkatan creatine kinase serum yang terjadi terus menerus meskipun pemberian statin telah dihentikan
  • Hati-hati pada pasien dengan gangguan hepar, dan pasien yang baru saja mengalami serangan stroke
  • Substrat CYP3A4: hindari produk anggur dan hati-hati dengan obat CYP3A4 inhibitor lainya
  • Penyebab hiperlipidemia sekunder perlu diatasi sebelum obat ini dimulai.

Mekanisme kerja

Atorvastatin merupakan inhibitor reduktase HMG-CoA, yang mengambat langkah dari biosintesis (pembentukan) kolestrol dengan cara inhibisi kompetitif enzim HMG-CoA reduktase

Penyerapan: bioaviabilitas 14% (obat dewasa), onset kerja 3-5 hari, puncak waktu plasma: 1 – 2 jam, efek maksimum 2 minggu.

Distribusi: berikatan dengan protein 98%

Metabolisme:

  • Pertama melewati hati diolah dengan melalui enzim CYP3A4 P450
  • Metabolit/bentuk aktif: derivat/turunan orto dan parahidroksilat dan produk beta-oksidasi (bentuk tidak aktif).

Eliminasi/Pembuangan dari tubuh

  • Waktu paruh obat: 14 jam
  • Pada pasien dialisis (atau pasien cuci darah) obat tidak dapat dieliminasi
  • Ekskresi: terutama via bilirubin, urine (2%)
  • Melewati feses (60%) dan urin (13%).