Jitu, Ini 4 Cara Hindari Ibu Hamil Mual Makan Daging & Ikan

DokterSehat.Com– Anda tentu sering mendengar bahwa ibu hamil harus mengonsumsi makanan yang bergizi, salah satunya adalah makanan yang berasal dari protein hewani, seperti daging, ikan, dan telur.

Bahkan, beberapa kampanye makan sehat untuk ibu hamil di Indonesia, gencar mengedukasi bahwa selama kehamilan ibu harus rutin mengonsumsi hati ayam, telur, dan ikan, yang juga merupakan makanan berprotein hewani.

Makanan tersebut merupakan makanan padat gizi yang harus dikonsumsi ibu selama kehamilan untuk memenuhi zat gizi vital dan penting untuk tumbuh kembang janin selama kehamilan.

Akan tetapi, meksipun makanan berprotein hewani tersebut mudah diperoleh di pasaran, ibu hamil kerap mengalami tantangan saat akan mengonsumsi makanan tersebut karena cenderung memiliki rasa yang menimbulkan rasa mual.

Hal ini yang kemudian membuat ibu hamil menjadi enggan mengonsumsi makanan berprotein saat hamil dan ingin mencari makanan pengganti lainnya.

Padahal, makanan berprotein hewani tersebut sangat penting bagi ibu hamil, tidak hanya karena makanan tersebut padat gizi, namun juga karena zat gizi yang ada pada makanan berprotein hewani adalah makanan yang memiliki mutu gizi tinggi dan mudah diserap tubuh.

hamil-doktersehat
photo credit : pexels.com

Untuk itu, selama ibu hamil tidak mengalami alergi akan makanan berprotein, ibu hamil sebaiknya tetap mengonsumsi makanan berprotein hewani dalam bentuk segar, bukan mencari pengganti makanan lain atau mengonsumsi suplemen.

Mual yang dialami ibu hamil, harus bisa dihadapi dengan cara yang tepat agar makanan protein hewani bisa tetap dapat dikonsumsi secara langsung. Beberapa hal yang bisa dilakukan ibu untuk mengatasi mual akibat konsumsi makanan berprotein hewani, adalah:

1. Mengurangi risiko terjadinya morning sickness

Salah satu penyebab utama mual pada ibu hamil adalah perubahan hormon dan kondisi fisik ibu saat kehamilan.

biskuit_doktersehat_2
Photo Source: Flickr/j-k-mitchell

Hal ini akan menyebabkan terjadinya mual saat pagi hari. Mengatasi mual saat pagi hari bisa menjadi hal yang sangat tepat untuk mengurangi rasa mual selama waktu makan dalam satu hari.

Untuk itu, ibu hamil harus segera mengurangi rasa mual pada pagi hari. Hal ini bisa diatasi dengan cara mengonsumsi makanan yang tepat saat pagi hari, misalnya makanan yang kering dan tidak berbumbu yaitu biskuit gandum, atau krakers.

Mengurangi morning sickness bisa menjadi langkah awal untuk mengurangi mual yang terjadi pada satu hari, serta mampu meningkatkan kemungkinan ibu hamil bisa mengonsumsi makanan berprotein hewani lebih baik saat makan utama di pagi, siang, malam, maupun saat camilan.

2. Perbanyak mengonsumsi makanan atau minuman dari jahe

Makanan atau minuman dari jahe bisa jadi pilihan untuk mengatasi rasa mual pada ibu hamil.

doktersehat-minyak-jahe-atasi-peradangan-kulit
Photo Credit: Pexels.com

Ibu bisa mengonsumsi jahe lebih sering baik sebelum makan, di jeda waktu makan, atau menambahkan jahe pada berbagai camilan makanan dan minuman ibu hamil.

Hal ini termasuk efektif mengurangi mual, sehingga ibu hamil bisa mengonsumsi makanan berprotein hewani lebih banyak dalam satu hari.

3. Memberikan banyak bumbu dan rempah alami yang menyegarkan untuk makanan berprotein hewani

Hindari hanya memberikan bumbu yang memiliki rasa minimal pada daging, ikan, telur atau hati.
Ikan-dilarang-ibu-hamil-doktersehat-1

Usahakan memberikan banyak bumbu alami yang menyegarkan, misalnya bumbu kuning tanpa santan, yang akan membuat makanan berprotein hewani menjadi lebih segar saat akan dikonsumsi ibu hamil.

Pilih pendamping makanan yang juga menyegarkan, misalnya sayur asam tanpa santan, yang bisa meningkatkan nafsu makan ibu hamil.

4. Hindari menyajikan makanan berprotein hewani dengan metode yang berlemak

Makanan yang berlemak dan bersantan akan membuat ibu hamil lebih sering merasa mual.

doktersehat ikan dan avokad
Photo credit: Pexels by Dana

Untuk itu, sajikan makanan berprotein hewani dengan metode rebus, kukus atau bakar dengan bumbu dan rempah alami.

Jangan menyajikan makanan berprotein hewani dengan metode deep frying atau goreng tepung, ya.