Atasi Vagina Gatal Saat Hamil dengan Cara Ini

Doktersehat.com – Setiap wanita sangat dianjurkan untuk menghindari segala bentuk perawatan diri dengan menggunakan obat-obatan selama kehamilan. Bahkan untuk mengatasi vagina gatal saat hamil sekalipun. Wanita hamil disarankan untuk melakukan pengobatan alami yang lebih aman bagi kehamilan dan janin.

Gatal pada kemaluan saat hamil dapat disebabkan karena perubahan pH vagina yang normal terjadi ketika masa kehamilan. Anda dapat menerapkan perawatan pribadi yang efisien dalam mengurangi gatal dengan menyeimbangkan pH vagina.

Baca juga: Inilah 3 Bakteri Berbahaya bagi Vagina yang Wajib Anda Ketahui

Mengatasi Vagina Gatal Saat Hamil

Seperti dilansir Onlymyhealth, Selasa (16/10/2012), berikut adalah cara mengatasi gatal pada kemaluan saat hamil dengan menyeimbangkan pH vagina:

1. Buatlah campuran antara baking soda dan air hingga membentuk pasta dan oleskan pada area vagina yang gatal. Kemudian bersihkan dengan mencuci vagina setelah beberapa menit untuk mengurangi gatal. Cara ini lebih aman bagi kehamilan dibanding menerapkan krim gatal yang dapat diperoleh di apotek.

2. Berhubungan seksual juga dapat menjadi obat gatal vagina karena sperma pria dapat menetralkan kembali pH vagina. Tetapi berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu untuk mengetahui apakah berhubungan seks berbahaya bagi vagina jika dilakukan pada usia kehamilan tertentu.

3. Beberapa wanita mengalami gatal pada kemaluan saat hamil dapat teratasi hanya dengan menerapkan kompres dingin.

Penyebab Vagina Gatal Saat Hamil

Anda mungkin berpikir bahwa morning sickness dan mual di pagi hari adalah gejala kehamilan yang paling umum, merasa gatal pada kemaluan saat hamil sebenarnya sama saja, seperti dilansir Newkidscenter.

Penyebab umum yang tidak serius:

  • Salah satu alasan ini terjadi karena tubuh Anda membutuhkan lebih banyak cairan selama kehamilan. Ini dapat menyebabkan jaringan vagina menjadi lebih kering dari biasanya. Hal ini dapat menyebabkan rasa gatal dan bahkan rasa sakit semakin parah jika menggaruknya.
  • Penyebab vagina gatal lainnya adalah keringat berlebih yang bisa terkumpul di celah-celah di sekitar vulva, lipatan kaki dan masuk ke vagina. Area lembap yang hangat bisa mudah teriritasi dan menyebabkan gatal.
  • Produk tertentu yang biasa Anda gunakan setiap hari dapat mengganggu area vagina selama kehamilan. Hal-hal seperti sabun dengan parfum, pelembut pakaian, deterjen, kondom dan douche (semprotan air) yang keras pada vagina selama kehamilan karena jaringan lebih sensitif. Coba beralih ke versi bebas wangi mual saat ini.

Baca juga: 4 Kebiasaan Salah Ini Membuat Vagina Sering Gatal

Penyebab vagina gatal lainnya selama kehamilan:

1. Bacterial vaginosis

Bakteri biasanya hidup di daerah vagina untuk membantu tetap sehat. Kadang-kadang, bakteri yang salah masuk dan menyebabkan infeksi. Bersamaan dengan gatal, Anda juga akan menderita sakit, peradangan, kotoran berbau busuk dan rasa terbakar. Ini perlu dirawat oleh dokter, jadi jika Anda memiliki gejala-gejala ini, segera temui dokter Anda.

2. Infeksi ragi (vaginal kandidiasis)

Ragi sebenarnya adalah bagian yang cukup normal dari tubuh kita. Ketika sistem kekebalan tubuh kita terganggu atau lemah, candida cenderung menjadi terlalu besar dan dapat menyebabkan infeksi ragi. Meskipun ini adalah kejadian yang sangat normal bagi wanita manapun, namun cenderung lebih rentan selama kehamilan. Gejala-gejalanya termasuk rasa gatal yang hebat, keluarnya cairan kekuningan, bau ragi dan nyeri.

3. Penyakit menular seksual (PMS)

Sifilis, Gonore, Chlamydia, Herpes dan Trichomoniasis adalah semua penyakit menular seksual yang dapat menyebabkan gatal vagina. Mereka juga dapat menyebabkan keluarnya cairan yang berbau busuk, iritasi dan kesakitan, jadi segera temui dokter jika Anda memiliki gejala untuk mengobati PMS.

4. Infeksi saluran kemih (ISK)

Vagina gatal bisa menjadi salah satu tanda pertama dari ISK selama kehamilan dan cukup umum. Penyebab biasanya adalah serangan bakteri E-Coli yang dapat menyebabkan gatal dan terbakar dengan buang air kecil (BAK). Beberapa di antaranya dapat diatasi sendiri dengan jus cranberry dan yoghurt yang ditambahkan ke dalam diet. Namun, jika Anda mengalami demam dan menggigil dengan gejala-gejala di atas, Anda mungkin perlu pengobatan antibiotik dengan segera menemui dokter.

5. Pedikulosis (kutu kepiting)

Jika Anda hanya memiliki gatal di sekitar rambut kemaluan, itu mungkin kasus kutu kepiting (pediculosis). Anda dapat dengan mudah membersihkannya atau melalui transmisi seksual. Kutu kepiting cenderung sangat menular sehingga Anda bisa mendapatkannya di mana saja. Kondisi seperti ini perlu dirawat oleh dokter, serta dekontaminasi menyeluruh tempat tidur dan pakaian. Periksakan ke dokter sebelum menggunakan obat kutu berbahan kimia.

Baca juga: Wajarkah Jika Vagina Terasa Gatal Saat Hamil

Pencegahan Vagina Gatal Saat Hamil

Jika Miss V gatal saat hamil begitu mengganggu, lakukan upaya pencegahan dengan cara berikut ini:

  1. Menjaga kebersihan vagina dan mengeringkan vagina dengan handuk lembut atau tisu setelah dari kamar mandi.
  2. Setelah buang air besar (BAB), bersihkan vagina dari depan ke belakang untuk mencegah bakteri dari anus memasuki vagina.
  3. Jangan menggunakan pembersih vagina yang mengandung pewangi atau sabun.
  4. Kenakan pakaian yang longgar agar sirkulasi udara di area vagina lancar dan terhindar dari kelembapan yang menyebabkan tumbuhnya jamur.
  5. Pilih celana dalam yang berbahan menyerap keringat dan hindari bahan seperti nilon yang dapat menjebak keringat.
  6. Jangan mengenakan celana dalam pada malam hari untuk meningkatkan aliran udara ke vagina.
  7. Hindari mandi busa atau menggunakan produk wangi lainnya karena dapat menyebabkan gatal iritasi pada vagina dan infeksi saluran kemih.