Terbit: 30 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.ComStretch mark seakan identik dengan kondisi hamil. Meskipun sebenarnya hal ini wajar karena perubahan kondisi fisik, metabolisme dan hormon saat hamil, namun sebagian besar ibu hamil memang merasa terganggu dengan adanya stretcth mark saat hamil.

Kurangi Stretch Mark saat Hamil dengan 4 Pola Makan Ini!

Untuk itu, mengurangi terjadinya stretch mark semakin parah saat hamil bisa jadi salah satu cara yang bisa ibu lakukan agar stretch mark bisa berkurang atau samar.

Salah satu cara yang bisa ibu usahakan adalah dengan mengatur asupan gizi, yaitu meliputi mengonsumsi asupan makan yang tepat dan memilih bahan makanan dengan kandungan zat gizi tertentu yang bisa mengurangi terbentuknya stretch mark.

Berikut beberapa cara terkait gizi yang bisa ibu lakukan untuk mengurangi timbulnya stretch mark saat hamil:

1. Hindari berat badan naik drastis

doktersehat-timbangan-berat-badan-dietKesehatan ibu hamil memang ditunjukkan dengan berat badan yang naik.

Akan tetapi berat badan ibu hamil yang naik berlebihan, selain berisiko meningkatkan komplikasi kehamilan juga akan menyebabkan terbentuknya stretch mark atau membuat stretch mark semakin jelas.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Untuk itu, kontrol kenaikan berat badan ibu hamil sesuai dengan usia kehamilan. Ibu hamil sebaiknya mengontrol kenaikan berat badannya setiap satu minggu sekali.

Selain untuk memastikan berat badan ibu tidak turun, hal ini juga tepat dilakukan untuk mengontrol berat badan ibu hamil yang naik berlebihan.

2. Mengonsumsi makanan dengan kandungan vitamin yang baik untuk kulit, yaitu vitamin C dan E

sebelum-menggunakan-masker-buah-doktersehat-1

Photo Credit: Pexels.com/Trang Doan

Mengonsumsi makanan dengan kandungan vitamin C dan E yang tinggi merupakan salah satu cara yang ampuh mengurangi stretch mark saat hamil.

Vitamin C dan E sangat penting untuk menutrisi kulit, mendukung pembentukan kolagen dan menjaga kekenyalan kulit. Selain itu, vitamin C dan E merupakan jenis vitamin yang banyak mengandung antioksidan.

Antioksidan juga berperan penting untuk mengurangi peradangan dalam tubuh sehingga proses pembentukan stretch mark pada permukaan kulit bisa ditekan.

Bahan makanan yang banyak mengandung vitamin C adalah buah yang berwarna merah, oranye dan kekuningan, misalnya jeruk atau pepaya. Sedangkan vitamin E dapat diperoleh dari kacang-kacangan, biji bunga matahari dan alpukat.

3. Utamakan makanan tinggi vitamin D

doktersehat berat badan janin
Studi yang dilakukan di Brazil pada tahun 2015, menunjukkan bahwa asupan vitamin D yang cukup pada ibu hamil bisa mengurangi terjadinya stretch mark.

Hal ini disebabkan vitamin D merupakan zat gizi yang penting untuk menekan terjadinya inflamasi dan peradangan di kulit. Hal ini bisa mencegah terbentuknya stretch mark saat hamil.

Ibu hamil bisa memperoleh asupan vitamin D dari paparan sinar matahari yang cukup serta makanan tinggi vitamin D, misalnya daging merah rendah lemak, susu, dan keju.

4. Cukupi kebutuhan air putih harian

doktersehat-minum-air-putih-sehat-1024Cairan menjadi salah satu zat gizi yang penting untuk menjaga hidrasi kulit.

Kulit yang terhidrasi dengan baik akan terjaga kelembabannya sehingga jaringan bawan kulit juga terdukung kelembaban dan kesehatannya.

Hal ini akan efektif mencegah terbentuknya stretch mark atau menyamarkan stretch mark dengan baik. Pastikan ibu hamil mengonsumsi air putih yang cukup, yaitu lebih dari 2 liter setiap hari.

Nah, itu dia cara-cara terkait gizi yang bisa ibu hamil lakukan untuk mencegah terbentuknya stretch mark yang semakin parah.

Agar 4 hal di atas bisa dirasakan maksimal manfaatnya, ibu hamil bisa rutin melakukannya sejak awal kehamilan.

Dengan membisakan mengontrol berat badan, mengonsumsi makanan dengan kandungan vitamin C, E dan D serta cairan yang cukup, maka stretch bisa dikurangi pembentukannya atau tersamarkan saat hamil.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi