Terbit: 14 Oktober 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Aspermia adalah salah satu penyebab kemandulan pada laki-laki yang ditandai dengan tidak adanya air mani saat ejakulasi. Ketahui apa itu aspermia, gejala, penyebab, pengobatan, dll.

Aspermia: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Apa Itu Aspermia?

Aspermia adalah kondisi di mana seorang pria tidak memiliki air mani atau air mani tidak keluar saat ejakulasi. Kondisi ini adalah penyebab utama kemandulan pada pria. Jadi, pria tersebut dapat merasakan sensasi ereksi, orgasme, atau ejakulasi, namun sama sekali tidak ada air mani yang keluar.

Ketidakmampuan pria untuk berejakulasi dapat terjadi karena kondisi seumur hidup (anorgasmia kongenital primer) atau kondisi yang didapat (anorgasmia sekunder) seperti komplikasi diabetes, infeksi, perubahan hormon, cedera saraf tulang belakang, atau efek samping pengobatan tertentu.

Tubuh pria tersebut tidak dapat memproduksi air mani dan sel-sel sperma akibat beberapa faktor, yaitu ejakulasi retrograde dan obstruksi saluran ejakulasi. Kondisi medis ini sebenarnya sangat jarang terjadi pada pria.

Aspermia berbeda dengan azoospermia, walaupun sama-sama menyebabkan infertilitas pada pria. Azoospermia adalah kondisi di mana pria masih dapat mengeluarkan air mani namun dengan jumlah sel sperma sedikit di dalamnya. Sementara pria dengan aspermia sama sekali tidak dapat memproduksi dan mengeluarkan air mani bahkan saat ejakulasi.

Gejala Aspermia

Seorang pria dapat menyadari gejala aspermia selama ejakulasi, di mana tidak ada air mani yang keluar padahal sensasi ejakulasi sangat kuat. Berikut ini beberapa gejala lainnya yang dapat dikenali:

  • Nyeri saat buang air kecil setelah melakukan hubungan seksual.
  • Urine berdarah atau berwarna gelap.
  • Nyeri pada skrotum atau nyeri genital.
  • Anejaculation, tidak dapat ejakulasi.
  • Mengeluarkan sedikit cairan saat ejakulasi, cairan tersebut mungkin mengandung darah.
  • Dry orgasm, ejakulasi kering.
  • Infertilitas atau kemandulan.

Gejala lain mungkin terjadi tergantung pada penyakit pada saluran kemih atau alat vital yang mendasarinya.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter bila Anda menyadari adanya gejala infertilitas atau ketidakmampuan memproduksi air mani dan sperma. Kondisi ini akan sangat berpengaruh pada kesuburan Anda. Anda juga perlu berkonsultasi dengan dokter bila Anda dan pasangan sedang dalam program untuk memiliki anak.

Penyebab Aspermia

Penyebab ketidakmampuan ejakulasi dengan normal dikategorikan menjadi dua, berikut ini penjelasannya:

1. Ejakulasi Retrograde

Ejakulasi retrograde adalah kondisi di mana air mani saat ejakulasi bergerak ke belakang, bukan ke depan dan keluar melalui saluran penis. Kondisi ini disebabkan oleh kandung kemih yang gagal mendorong air mani keluar.

Beberapa faktor yang menyebabkan ejakulasi retrograde, termasuk:

  • Efek samping dari operasi pada testis atau prostat.
  • Komplikasi dari penyakit serius seperti diabetes, cedera tulang belakang, multiple sclerosis, dan infeksi tertentu.
  • Efek samping dari konsumsi obat-obatan jangka panjang, seperti obat antikoagulan, obat antidepresan, obat antipsikotik, obat antihipertensi, dan obat tumor prostat.
  • Efek samping dari penyalahgunaan alkohol secara berlebihan.
  • Efek samping dari pengobatan menggunakan radiasi atau kemoterapi.

2. Obstruksi Saluran Ejakulasi

Obstruksi saluran ejakulasi adalah gangguan pada salah satu atau kedua saluran ejakulasi sehingga pria tidak dapat ejakulasi secara normal. Berikut ini beberapa penyebab obstruksi saluran ejakulasi:

  • Peradangan pada kelenjar prostat.
  • Tuberkulosis kelenjar prostat.
  • Kista bawaan pada saluran ejakulasi.
  • Komplikasi dari infeksi menular seksual seperti chlamydia.

Ketidakmampuan ejakulasi pada pria juga dapat terjadi akibat gangguan bawaan dan perkembangan serta perubahan hormon.

Faktor Risiko Aspermia

Seorang pria lebih rentan mengalami gangguan pada ejakulasi bila memiliki beberapa faktor berikut ini:

  • Kanker prostat
  • Infeksi kandung kemih
  • Radang kelenjar prostat
  • Penyakit Parkinson
  • Cedera pada testis
  • Penyakit menular seksual
  • Penyumbatan saluran uretra

Baca Juga: 15 Penyebab Sperma Sedikit yang Wajib Diketahui Pria

Diagnosis Aspermia

Dokter akan menyarankan beberapa pemeriksaan, termasuk:

  • Pemeriksaan riwayat medis pasien untuk mengetahui apakah ada penyakit medis lain yang memicu komplikasi pada proses ejakulasi.
  • Pemeriksaan fisik untuk memastikan kesehatan sistem reproduksi pria, seperti vas deferens dan tubulus ada atau tidak.
  • Tes urine pascaejakulasi, untuk memastikan apakah ada produksi air mani dan urine.
  • Tes darah, memastikan level hormon testosteron (hormon seks pria) dan hormon perangsang folikel dalam tubuh.
  • Wright-giemsa stain, pemeriksaan morfologi sperma pria.
  • Analisis kimia semen (air mani), memeriksa apakah ada bahan kimia di dalam air mani. Pemeriksaan ini juga untuk memeriksa tingkat pH dan fruktosa dalam air mani.
  • Radioimmunoassay (RIA), pemeriksaan hormon seks pria secara lengkap.
  • Studi pencitraan termasuk MRI atau ultrasound transrektal untuk memeriksa kondisi vesikula seminalis dan kelenjar prostat.

Dokter mungkin akan memeriksa Anda dengan metode lain untuk mendukung hasil diagnosis secara tepat.

Jenis Aspermia

Aspermia dibagi menjadi 4 jenis, termasuk:

  • Aspermia Obstruktif: Obstruktif pada saluran ejakulasi akibat penyakit atau gangguan pada kelenjar prostat dan uretra posterior.
  • Aspermia Iatrogenik: Masalah pada leher kandung kemih atau disfungsi sfingter internal yang menyebabkan masalah ejakulasi.
  • Aspermia Idiopatik: Ejakulasi retrograde akibat efek samping penggunaan obat-obatan berlebihan atau jangka panjang.
  • Aspermia Psikogenik: Faktor psikologi seperti stres atau deprasi yang juga dapat memengaruhi produksi air mani dan sistem ejakulasi.

Gangguan ejakulasi juga dikaitkan dengan defisiensi sekresi prostat dan vasopresin urin.

Pengobatan Aspermia

Cara mengatasi aspermia pada setiap pria berbeda, tergantung pada penyebab dan kondisi medis yang mendasarinya. Berikut ini beberapa pilihan pengobatan yang paling umum:

1. Terapi Oral

Terapi oral adalah pengobatan dengan obat-obatan oral yang berfokus untuk melancarkan penyempitan leher kandung kemih, sehingga aliran air mani akan mengalir lancar saat ejakulasi. Berikut ini beberapa obat-obatan dalam terapi oral:

  • Pseudoephedrine 
  • Imipramine 
  • Phenylephrine 
  • Efedrin 
  • Proventil
  • Chlorpheniramine 
  • Bromopheniramine 

Jadwal dan resep obat hanya dapat diberikan oleh dokter, sesuai dengan gejala dan riwayat medis lain yang mungkin dimiliki.

2. Teknik Reproduksi Berbantu

Bila Anda dan pasangan ingin segera memiliki anak, Anda dapat mempertimbangkan teknik reproduksi berbatu, yaitu:

  • Inseminasi Intrauterine: Air mani pria dikeluarkan lalu dikumpulkan untuk dimasukkan ke dalam rahim wanita
  • In Vitro fertilization (IVF): Program bayi tabung dengan cara menggabungkan sel telur dan sperma di luar tubuh. Kemudian, sperma dan sel telur yang sudah mengalami pembuahan dimasukkan ke dalam rahim wanita.

Anda dan pasangan dapat mempertimbangkan program hamil lainnya, sesuai dengan hasil konsultasi dan saran dokter.

3. Operasi

Apabila semua pilihan tersebut tidak membuahkan hasil yang baik, maka disarankan untuk melakukan operasi. Ada dua jenis operasi, yaitu:

  • Reseksi transurethral dari saluran ejakulasi, bila mengalami obstruksi saluran ejakulasi.
  • Rekanalisasi saluran ejakulasi, bila mengalami penyumbatan saluran ejakulasi.

Anda juga disarankan untuk menjalani pola makan dan pola hidup sehat. Cobalah makanan untuk kesuburan baik untuk pria dan wanita.

Komplikasi Aspermia

Pada awalnya, ketidakmampuan ejakulasi dengan normal mungkin tidak memicu komplikasi apa pun. Kondisi medis ini dapat menjadi buruk karena pria akan mengalami kemandulan yang kemudian mungkin memicu masalah dengan pasangan, kualitas kehidupan seksual, dan efek psikologis.

Pencegahan Aspermia

Apabila Anda memiliki riwayat penyakit yang berkaitan dengan saluran kemih, prostat, hormon, atau organ seksual, mohon segera konsultasikan ke dokter. Obati penyakit tersebut dan tanyakan semua perawatan yang Anda butuhkan untuk mencegah komplikasinya. Anda juga harus menjaga kesehatan reproduksi dengan tidak merokok, membatasi alkohol, memerhatikan pola makan sehat, dan olahraga.

 

  1. Donghua Xie Boris Klopukh Guy M Nehrenz, Fernando Bianco, dan Edward Gheiler. 2016. Aspermia: A Review of Etiology and Treatment. https://clinmedjournals.org/articles/iauc/international-archives-of-urology-and-complications-iauc-3-023.php?jid=iauc. (Diakses pada 14 Oktober 2020).
  2. Fertilitypedia. 2016. Complete absence of semen; anejaculation. https://fertilitypedia.org/edu/diagnoses/aspermia#/about. (Diakses pada 14 Oktober 2020).
  3. Foster, Niki. 2020. What is Aspermia?. https://www.wisegeek.com/what-is-aspermia.htm. (Diakses pada 14 Oktober 2020).
  4. Nova IVF. 2019. What is Aspermia?. https://www.novaivffertility.com/fertility-help/aspermia/#:~:text. (Diakses pada 14 Oktober 2020).
  5. Vredenburg, Jason. 2019. Aspermia – The Key Things You Need to Know. https://www.performanceinsiders.com/aspermia.html. (Diakses pada 14 Oktober 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi