Terbit: 10 Agustus 2020 | Diperbarui: 16 Agustus 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Asma pada anak adalah kondisi yang sama yang diderita oleh orang dewasa, akan tetapi pada anak-anak sering kali memiliki gejala yang berbeda. Gejala yang bisa terjadi mungkin membuat anak sulit melakukan aktivitas sehari-hari atau kesulitan untuk tidur. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Asma pada Anak: Gejala, Penyebab, Penanganan, dll

Apa Itu Asma pada Anak?

Jika anak menderita asma, paru-paru dan saluran pernapasannya dapat dengan mudah meradang saat mereka sedang flu atau berada di sekitar benda-benda seperti serbuk sari. Perlu diketahui, tidak ada obat yang bisa menghilangkan asma, akan tetapi bekerja sama dengan dokter anak dapat membantu mencegah kerusakan paru-paru yang sedang tumbuh.

Gejala Asma pada Anak

Pada dasarnya, setiap anak memiliki gejala yang berbeda-beda. Bahkan, seorang anak mungkin memiliki gejala yang berbeda dari waktu ke waktu. Berikut tanda-tanda yang bisa dikenali, antara lain:

  • Batuk yang tidak kunjung sembuh (yang mungkin merupakan satu-satunya gejala).
  • Batuk sering terjadi terutama saat berolahraga, malam hari, di udara dingin, saat tertawa, atau menangis.
  • Batuk menjadi semakin parah setelah infeksi virus.
  • Sering berhenti untuk mengatur napas saat melakukan aktivitas tertentu.
  • Kesulitan tidur karena batuk atau masalah pernapasan.
  • Napas cepat.
  • Nyeri dada.
  • Terjadi mengi.
  • Terjadi retraksi.
  • Sesak napas.
  • Otot leher dan dada yang kencang.
  • Merasa lelah.
  • Kesulitan makan atau mendengus saat makan (pada bayi).

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Jika Anda mencurigai bahwa anak mengalami asma segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Perawatan dini akan membantu mengendalikan gejala dan kemungkinan mencegah serangan asma.

Segera periksakan ke dokter jika anak mengalami:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

  • Batuk yang terjadi terus-menerus, terjadi sesekali, atau tampaknya terkait dengan aktivitas fisik.
  • Suara mengi saat anak mengeluarkan napas.
  • Sesak napas atau napas cepat.
  • Dada terasa sesak.

Menangis, tertawa, berteriak, dan stres yang kuat juga dapat memicu batuk atau mengi. Jika anak didiagnosis menderita asma, memantau gejala dan mengetahui apa yang harus dilakukan jika serangan asma terjadi adalah hal penting yang harus diketahui oleh orang tua.

Kondisi Darurat yang Harus Dikenali

Dalam kasus yang parah, Anda mungkin melihat dada anak tertarik ke dalam saat dia berjuang untuk bernapas. Segera cari perawatan darurat jika anak:

  • Harus berhenti di tengah kalimat untuk mengatur napas.
  • Menggunakan otot perut untuk bernapas.
  • Memiliki lubang hidung yang melebar saat menarik napas.
  • Berusaha keras untuk bernapas sehingga perut tertarik ke dalam dan otot di sekitar iga ikut berkontraksi, sehingga iga tampak jelas ketika tarik napas.

Meskipun anak Anda belum pernah didiagnosis asma, segera cari pertolongan medis jika si kecil kesulitan bernapas. Meskipun gejala bisa bervariasi dalam tingkat keparahan, serangan asma dapat dimulai dengan batuk yang berlanjut menjadi mengi dan sesak napas.

Penyebab Asma pada Anak

Penyebab kondisi ini pada masa anak-anak belum diketahui dengan pasti. Akan tetapi beberapa faktor yang dianggap terlibat, meliputi:

  • Kecenderungan bawaan untuk mengembangkan alergi.
  • Orang tua dengan asma.
  • Beberapa jenis infeksi saluran napas pada usia yang sangat muda.
  • Paparan faktor lingkungan, seperti asap rokok, debu, pasir, atau polusi udara lainnya.

Perlu diketahui juga, sensitivitas sistem kekebalan yang meningkat menyebabkan paru-paru dan saluran udara membengkak dan menghasilkan lendir saat terkena pemicu tertentu. Beberapa kondisi yang bisa memicu, antara lain:

  • Infeksi virus seperti flu biasa.
  • Paparan polutan udara, seperti asap tembakau.
  • Alergi terhadap tungau debu, bulu hewan peliharaan, serbuk sari, atau jamur.
  • Aktivitas fisik.
  • Perubahan cuaca atau udara dingin.

Terkadang, gejala asma muncul tanpa pemicu yang jelas.

Faktor Risiko Asma pada Anak

Setelah Anda mengetahui beberapa kondisi yang diduga menyebabkan asma pada anak, hal penting yang harus diketahui adalah terdapat juga faktor-faktor tertentu yang dapat meningkatkan kemungkinan si kecil terkena asma, antara lain:

  • Paparan asap tembakau, termasuk sebelum lahir.
  • Reaksi alergi sebelumnya, termasuk reaksi kulit, alergi makanan atau alergi serbuk bunga (rhinitis alergi).
  • Riwayat asma atau alergi di keluarga.
  • Tinggal di daerah dengan polusi tinggi.
  • Obesitas.
  • Memiliki sinusitis atau pneumonia.
  • Menderita GERD.
  • Jenis kelamin laki-laki.
  • Berkulit hitam.

Cara Mengobati Asma pada Anak

Menghindari pemicu, menggunakan obat-obatan, dan memantau gejala adalah cara terbaik untuk mengontrol asma pada anak dari segala usia. Perlu diketahui juga, pada dasarnya terdapat dua jenis perawatan: perawatan jangka pendek dan perawatan jangka panjang.

Berdasarkan kondisi anak, dokter akan membuat rencana perawatan asma. Rencana ini menjelaskan kapan dan bagaimana anak harus menggunakan obat asma, apa yang harus dilakukan ketika asma semakin parah, dan kapan harus mencari perawatan darurat.

Perawatan Jangka Panjang

Pengobatan jangka panjang dapat mengurangi peradangan pada saluran udara yang menyebabkan gejala. Dalam banyak kasus, obat asma anak ini perlu diminum setiap hari. Beberapa obat tersebut antara lain:

  • Inhaled corticosteroids.
  • Leukotriene modifiers.
  • Combination inhalers.
  • Theophylline.
  • Immunomodulatory agents.

Perawatan Jangka Pendek

Cara mengobati asma pada anak berikutnya adalah menggunakan obat pereda sesak napas. Jenis obat ini dapat dengan cepat membuka saluran udara yang membengkak dan digunakan sesuai kebutuhan untuk meredakan gejala. Beberapa obat yang bisa digunakan:

  • Short-acting beta agonists.
  • Kortikosteroid oral dan intravena.

Pengobatan Asma Akibat Alergi

Jika asma anak dipicu atau diperburuk oleh alergi, anak Anda mungkin mendapat manfaat dari pengobatan alergi. Beberapa obat asma pada anak yang bisa digunakan terkait dengan alergi, antara lain:

  • Omalizumab.
  • Obat alergi.
  • Suntikan alergi (imunoterapi).

Perangkat Pengobatan yang Dihirup

Anak-anak yang lebih besar mungkin menggunakan inhaler. Sementara pada bayi dan balita perlu menggunakan masker wajah yang terpasang inhaler atau nebulizer untuk mendapatkan jumlah obat yang tepat.

Pencegahan Asma pada Anak

Perencanaan yang matang dan menghindari pemicu asma adalah cara terbaik untuk mencegah serangan asma. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah kondisi ini, antara lain:

  • Batasi paparan pemicu asma. Bantu anak Anda menghindari alergen dan iritan yang memicu gejala.
  • Jauhkan anak dari asap rokok. Paparan asap tembakau selama masa bayi merupakan faktor risiko yang kuat untuk asma pada masa anak-anak, serta pemicu umum serangan asma.
  • Dorong anak untuk aktif. Selama asma terkontrol dengan baik, aktivitas fisik yang teratur dapat membantu paru-paru bekerja lebih efisien.
  • Bantu anak menjaga berat badan yang sehat. Kelebihan berat badan dapat memperburuk gejala asma dan membuatnya berisiko mengalami masalah kesehatan lainnya.
  • Menjaga kondisi lambung. Penyakit asam lambung dapat memperburuk gejala asma pada anak. Kondisi ini mungkin memerlukan obat bebas atau resep untuk mengendalikan asam lambung.

Penting untuk diketahui, asma pada anak bisa berubah-ubah seiring waktu. Oleh karena itu konsultasi dengan dokter anak dapat membantu membuat penyesuaian pengobatan yang diperlukan untuk mengendalikan gejala.

 

  1. Anonim. Childhood asthma. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/childhood-asthma/symptoms-causes/syc-20351507. (Diakses pada 10 Agustus 2020).
  2. Anonim. Childhood Asthma. https://www.webmd.com/asthma/children-asthma. (Diakses pada 10 Agustus 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi