Terbit: 10 Mei 2020 | Diperbarui: 20 Mei 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Adrian Setiaji

Asma bronkial adalah peradangan kronis pada saluran pernapasan yang memengaruhi 5% sampai 10% orang dari segala usia. Simak informasi lengkap tentang gejala, penyebab, diagnosis, hingga pengobatannya di bawah ini.

asma-bronkial-doktersehat

Apa Itu Asma Bronkial?

Asma bronkial adalah kondisi medis yang menyebabkan saluran napas paru-paru membengkak dan menyempit. Pembengkakan membuat jalur udara menghasilkan lendir berlebihan sehingga sulit untuk bernapas, yang menyebabkan batuk, napas pendek, dan mengi.

Penyakit ini dapat diobati, salah satunya menggunakan inhaler untuk membantu mengatasi serangan asma. Asma bronkial penyakit yang dapat terjadi pada siapapun dan tergantung pada faktor lingkungan dan keturunan. Jika dibiarkan tanpa pengobatan, dalam banyak kasus penyakit ini menyebabkan kematian.

Gejala Asma Bronkial

Gejala pada setiap orang berbeda-beda dan tergantung pada faktor lingkungan. Penderitanya dapat menunjukkan gejala penyakit yang intens atau periodik yang mungkin muncul pada waktu tertentu.

Berikut tanda dan gejala asma paling umum yang dapat membantu mendiagnosis:

  • Sesak napas saat berbicara, tertawa, atau berlari.
  • Nyeri dada atau sesak.
  • Sleep apnea atau masalah saat tidur yang disebabkan sesak napas.
  • Batuk atau mengi (suara siulan dari dada saat tidur atau berbaring).
  • Pilek dan flu karena infeksi virus.

Kapan Harus ke Dokter?

Asma berat dapat mengancam jiwa, karena itu konsultasikan dengan dokter untuk menentukan langkah apa yang harus dilakukan ketika tanda dan gejala asma memburuk. Segera dapatkan pertolongan medis jika mengalami gejala berikut:

  • Napas cepat atau mengi memburuk dengan cepat.
  • Tidak membaik meski telah menggunakan inhaler.
  • Napas pendek ketika melakukan aktivitas fisik yang ringan.

Penyebab Asma Bronkial 

Asma bronkial adalah penyakit yang tidak jelas apa penyebabnya, ini terjadi terutama karena faktor lingkungan atau genetik. Namun, berikut sejumlah kondisi yang mungkin menjadi penyebab asma bronkial:

  • Infeksi seperti pilek, flu, atau pneumonia
  • Alergen seperti makanan, serbuk sari, jamur, tungau debu, dan bulu hewan peliharaan
  • Polusi udara dan racun
  • Olahraga
  • Cuaca, terutama perubahan suhu yang ekstrem
  • Obat-obatan (termasuk aspirin, NSAID, dan beta-blocker)
  • Aditif makanan (seperti MSG)
  • Stres dan kecemasan emosional
  • Bernyanyi, tertawa, atau menangis
  • Parfum dan wewangian lainnya
  • Asam lambung

Faktor Risiko Asma Bronkial

Berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena asma bronkial:

  • Riwayat keluarga yang memiliki asma bronkial.
  • Terpapar asap kimia atau polusi dan iritasi akibat semprotan rambut atau parfum.
  • Terpapar asap rokok, baik perokok aktif maupun perokok pasif.
  • Peka terhadap reaksi alergi seperti dermatitis atopik atau demam.
  • Gaya hidup yang membuat kelebihan berat badan (obesitas).

Baca Juga: Asma: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Diagnosis Asma Bronkial

Gejala asma tidak selalu terjadi selama rajin memeriksakan diri ke dokter, karena penting untuk mengonsultasikan tanda dan gejala asma yang dialami kepada dokter. Gejala mungkin dapat muncul saat berolahraga, pilek, atau setelah terpapar asap.

Berikut beberapa tes yang dapat mendiagnosis asma bronkial:

1. Spirometri

Tes fungsi paru-paru ono untuk mengukur kapasitas pernapasan dan seberapa baik pasien bernapas. Prosedur ini mengharuskan pasien bernapas ke dalam alat yang disebut spirometer.

2. Peak Expiratory Flow (PEF)

Tes ini menggunakan alat yang disebut peak flow meter, pasien mengeluarkan napas ke dalam tabung untuk mengukur kekuatan udara yang bisa dikeluarkan dari paru-paru. Pemantauan aliran puncak dapat memungkinkan pasien untuk memerhatikan seberapa baik asma ketika di rumah.

3. Rontgen Dada

Dokter mungkin dapat melakukan rontgen dada untuk mengesampingkan penyakit lain yang mungkin menyebabkan gejala serupa.

Baca Juga: 10 Komplikasi Asma (No. 6 & 7 Paling Menakutkan)

Pengobatan Asma Bronkial yang Alami dan Medis

Ada sejumlah bahan herbal yang dapat digunakan sebagai obat asma bronkial. Beberapa pilihan pengobatan tradisional untuk mengatasi asma bronkial, di antaranya:

1. Bawang putih

Bumbu dapur yang satu ini telah digunakan sebagai obat alami untuk mengatasi banyak penyakit, terutama penyakit kardiovaskular, karena memiliki sifat antiinflamasi. Asma adalah penyakit radang, masuk akal bahwa bawang putih juga dapat membantu meringankan gejala asma.

Meski begitu, penggunaan bawang putih sebagai pengobatan alternatif sebagai obat asma bronkial, bagaimanapun, hingga saat ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

2. Jahe

Jahe juga dianggap mengurangi peradangan. Ini karena jahe dalam bentuk suplemen dapat mengatasi gejala asma. Manfaat jahe untuk asma juga masih harus dilakukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan efektivitasnya mengatasi gejala asma.

3. Kunyit

Kunyit telah menjadi bahan dari sejumlah penelitian dan telah ditemukan memiliki beberapa sifat anti-alergi. Diperkirakan bahwa kunyit memiliki efek pada histamin, yang dapat menyebabkan peradangan. Meski begitu, masih banyak penelitian yang harus dilakukan sebelum kunyit dapat ditetapkan sebagai obat alami yang aman dan efektif untuk asma.

4. Madu

Madu adalah bahan dalam banyak obat batuk dan pilek. Bahan ini digunakan untuk membantu meringankan tenggorokan yang teriritasi dan menenangkan batuk. Tidak sedikit penderita asma mungkin mencoba mencampurkan madu dengan minuman hangat untuk meredakannya.

Jika beberapa pengobatan asma bronkial yang alami di atas tidak efektif, ada beberapa pilihan pengobatan secara medis. Obat asma ini dapat bekerja dengan cepat untuk menghentikan batuk dan mengi dengan cara mengencerkan lendir saluran napas dan membuka otot jalan napas. Sebelumnya, konsultasikan kepada dokter mengenai dosis dan pemakaian obat. Biasanya, obat asma bronkial yang diminum ini adalah sebagai “pengontrol gejala” dan tidak digunakan ketika serangan asma terjadi.

5. Obat Antiinflamasi

Obat-obatan seperti kortikosteroid adalah obat jangka panjang dan membutuhkan waktu untuk mendapatkan manfaat maksimal. Dalam kasus asma, obat oral antiinflamasi dapat melegakan gejala saat itu juga.

6. Inhaler Asma

Inhaler dapat digunakan sendiri di rumah. Cara pakainya jelas tidak mudah, mengingat penekanan tombol inhalernya juga harus tepat, yaitu sebaiknya ketika sedang mengalami asma. Ini karena ketika disemprotkan saat membuang napas, momen selanjutnya adalah ketika penderita menghirup napas sehingga obat asma bronkial ini justru akan masuk. Jika disemprotkan ketika menarik napas, penekanan tombol bisa saja terlambat dan justru obat malah terbuang.

7. Nebulizer

Nebulizer adalah suatu alat untuk memberikan obat uap dan tepat diberikan di ruang unit gawat darurat (UGD) ketika seseorang mengalami serangan asma. Alat ini dapat mengubah cairan.

8. Mengendalikan Pemicu Asma

Apa yang membuat gejala asma timbul? Memahami lebih banyak tentang pemicu asma dapat membantu penderita mengurangi kemungkinan mengalami serangan asma. Setiap orang memiliki pemicu asma yang berbeda, dapat berupa debu, udara dingin, asap rokok, kelelahan, pikiran yang tertekan, makanan seperti seafood, telur, dan lain-lain. Oleh karena itu, catat apa yang menjadi pemicunya sehingga dapat dihindari di kemudian hari. Tes kulit untuk menentukan jenis alergi tertentu juga akan sangat bermanfaat.

Baca Juga: 12 Obat Asma yang Sering Digunakan (Medis dan Alami)

Pencegahan Asma Bronkial

Asma bronkial adalah penyakit yang dapat dicegah. Nah, guna mencegah terjadinya penyakit ini, berikut beberapa hal yang dapat dilakukan dan yang harus dihindari:

  • Hindari melakukan olahraga berat.
  • Menjalankan diet yang benar.
  • Menggunakan inhaler asma yang hanya diresepkan dokter.

 

  1. Anonim. 2019. Bronchial Asthma. https://www.webmd.com/asthma/guide/bronchial-asthma#1. (Diakses 13 April 2020)
  2. Anonim. Tanpa Tahun. Bronchial asthma. https://www.schoen-clinic.com/bronchial-asthma. (Diakses 13 April 2020)
  3. Anonim. Tanpa Tahun. What is Bronchial Asthma?. https://www.medanta.org/bronchial-asthma/. (Diakses 13 April 2020)
  4. Dieter Ukena, et al. 2008. Bronchial Asthma: Diagnosis and Long-Term Treatment in Adults. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2696883/. (Diakses 13 April 2020)
  5. Mayo Clinic Staff. 2018. Asthma. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/asthma/symptoms-causes/syc-20369653. (Diakses 13 April 2020)
  6. Rodriguez, Diana. 2011. Natural Remedy Options for Asthma Treatment. https://www.everydayhealth.com/asthma/natural-remedies-for-asthma.aspx. (Diakses 13 April 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi