Terbit: 23 Oktober 2020 | Diperbarui: 24 Oktober 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Asidosis respiratorik adalah masalah pernapasan akibat peningkatan kadar karbon dioksida (CO2) dalam tubuh. Ketahui apa itu asidosis respiratorik, gejala, penyebab, dan cara mengobatinya. 

Asidosis Respiratorik: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Apa Itu Asidosis Respiratorik?

Asidosis respiratorik adalah gangguan pernapasan akibat paru-paru tidak dapat mengeluarkan karbon dioksida (CO2) dalam tubuh. CO2 adalah gas yang harus dibuang dalam sistem pernapasan. Dalam pernapasan normal, paru-paru menghirup oksigen untuk disalurkan ke dalam darah dan seluruh tubuh, lalu menghembuskan CO2 ke luar tubuh.

Penumpukan CO2 dalam tubuh akan membuat pH darah dan cairan tubuh menjadi tidak seimbang. Akibatnya, kadar asam dalam tubuh meningkat karena ion tubuh juga tidak dapat mengontrolnya.

Keseimbangan pH memiliki skala pH dari 0 sampai 14. Kondisi asidosis pernapasan terjadi bila pH darah turun di bawah 7,35.  Sementara kondisi alkalemia (peningkatan basa dalam darah) terjadi bila pH darah lebih tinggi dari 7,45. Ukuran pH darah normal antara 7,35 dan 7,45.

Gejala Asidosis Respiratorik

Gejala asidosis pernapasan tergantung pada seberapa tinggi efek peningkatan CO2 dalam tubuh. Ketidakseimbangan sirkulasi oksigen dan C02 dalam sistem pernapasan dapat mengganggu efektivitas kompensasi ginjal dan meningkatkan kadar asam pada otak. 

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Kondisi ini juga akan memengaruhi fungsi pikiran, tidur, dan memori. Berikut ini gejala asidosis pernapasan secara umum: 

  • Sakit kepala. 
  • Gangguan tidur. 
  • Masalah memori. 
  • Gangguan kecemasan. 
  • Perubahan emosional atau kepribadian. 

Bila kadar CO2 dalam tubuh semakin tinggi dan kadar asam dalam darah juga semakin naik (asidosis akut), maka gejalanya akan memburuk seperti: 

  • Otot tegang. 
  • Sering mengantuk. 
  • Kebingungan. 
  • Sesak napas. 
  • Tubuh lemas dan lesu. 
  • Pingsan. 
  • Koma. 

Selain itu, ketidakseimbangan pH darah secara drastis dapat menyebabkan gejala:

  • Tekanan darah menurun. 
  • Gangguan fungsi otot jantung. 
  • Gangguan irama jantung. 

Pada asidosis pernapasan kronis dimana respon kompensasi dalam tubuh masih dapat menjaga keseimbangan pH mendekati normal, gejalanya tidak terlalu terasa dan spesifik hanya berupa gangguan tidur atau emosional yang tidak Anda sadari. 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter bila Anda mengalami gejala yang mengkhawatirkan seperti sesak napas. Anda juga harus konsultasi ke dokter bila memiliki riwayat medis yang menyebabkan peningkatan kadar asam dalam tubuh, seperti asma, sleep apnea, atau pneumonia.

Baca Juga: 12 Pertolongan Pertama pada Sesak Napas (Wajib Tahu)

Penyebab Asidosis Respiratorik

Asidosis adalah istilah medis untuk peningkatan kadar asam dalam tubuh. Sementara asidosis respiratorik atau asidosis pernapasan disebabkan oleh peningkatan CO2 dalam darah karena proses pernapasan abnormal. 

Kondisi ini dapat terjadi akibat kondisi medis terkait sistem pernapasan yang mendasarinya, seperti: 

  • Asma. 
  • Skoliosis. 
  • Obesitas yang menyebabkan ekspansi paru-paru. 
  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
  • Edema paru akut. 
  • Skoliosis. 
  • Emfisema.
  • Pneumonia
  • Sleep apnea.

Asidosis pernapasan juga dapat terjadi akibat:

  • Gangguan saluran pernapasan. 
  • Otot lemah saat menarik dan mengeluarkan napas. 
  • Gagal jantung. 
  • Efek samping atau overdosis obat penenang. 

Salah satu kondisi parah asidosis pernapasan disebut hiperkapnia. Hiperkapnia adalah kondisi ketika ginjal mencoba untuk menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh. Ginjal mencoba membuang lebih banyak asam dan menerap basa agar pH dalam darah tetap normal. Bila ginjal sudah tidak dapat menyeimbangkan basa dan asam, makan gejala seperti gagal pernapasan mungkin terjadi.

Diagnosis Asidosis Respiratorik

Diagnosis ditujukan untuk mengetahui berapa kadar ketidakseimbangan pH dan masalah kesehatan yang mungkin terjadi akibat kelebihan kadar CO2 dalam darah. Dokter akan memeriksa kadar pH dengan beberapa pemeriksaan, termasuk:

  • Analisis Gas Darah: Mengukur kadar oksigen dan CO2 dalam darah menggunakan sampel darah dari arteri.
  • Tes Elektrolit: Mengukur keseimbangan kadar elektrolit termasuk Na+ (natrium), K+ (kalium), Cl- (klorida), dan bikarbonat.
  • Sinar-X Dada: Menggunakan sinar-x untuk melihat kondisi paru-paru dan seberapa buruk gejala asidosis pada sistem pernapasan. 
  • Tes Fungsi Paru: Memeriksa gangguan fungsi paru-paru yang menyebabkan asidosis. 

Dokter mungkin menyarankan pemeriksaan kadar asam dalam darah dengan metode lainnya sesuai dengan kondisi medis yang mendasari asidosis pernapasan. 

Jenis Asidosis Respiratorik

Terdapat dua jenis asidosis pernapasan, yaitu asidosis pernapasan kronis dan akut. Berikut ini penjelasannya:

1. Asidosis Pernapasan Kronis

Peningkatan asam dalam darah yang berkembang seiring waktu. Penderitanya mungkin tidak merasakan gejala secara signifikan karena tubuh terus beradaptasi untuk menyeimbangkan pH asam dan basa dalam darah. Sebagai contoh, organ tubuh ginjal akan menghasilkan lebih banyak bikarbonat (basa) dan mengeluarkan asam agar pH tetap seimbang atau mendekati pH normal. 

2. Asidosis Pernapasan Akut 

Perkembangan dari asidosis pernapasan kronis yang tidak mendapatkan penanganan atau tidak ada gejala. Tubuh sudah tidak dapat menyeimbangkan pH secara alami. Akibatnya, gejala gagal napas yang mengancam jiwa rentang terjadi. 

Cara Mengobati Asidosis Respiratorik

Cara mengobati asidosis pernapasan berbeda-beda sesuai dengan gangguan pernapasan yang mendasari dan jenisnya. 

1. Pengobatan Asidosis Pernapasan Kronis 

Dokter akan fokus pada penyakit pernapasan apa yang menyebabkan peningkatan CO2 dalam darah. Dokter akan memberikan obat dan saran perawatan yang sesuai dengan kondisi Anda. 

Obat-obatan seperti bronkodilator juga berguna untuk melancarkan saluran pernapasan. Bila sirkulasi antara CO2 dan oksigen lancar, maka tidak ada risiko penumpukan CO2 yang kemudian menyebabkan kadar asam dalam darah meningkat. 

2. Pengobatan Asidosis Pernapasan Akut 

Tergantung tingkat keparahannya, dokter akan memberikan obat-obatan untuk meningkatkan kelancaran saluran pernapasan dan menekan gejala gangguan pernapasan yang mendasarinya. Dalam kasus yang sangat parah, dokter akan menggunakan selang yang dimasukkan ke saluran pernapasan sebagai ventilasi mekanis pernapasan. 

Baca Juga: 13 Obat Sesak Napas yang Terbukti Ampuh (Medis dan Alami)

Pencegahan Asidosis Respiratorik

Cara mencegah asidosis pernapasan adalah dengan menjaga kesehatan paru-paru. Berikut ini caranya:

  • Tidak merokok. 
  • Tidak menjadi perokok pasif (jauhkan diri dari perokok atau tempat penuh asap rokok).
  • Gunakan masker bila berada di tempat dengan polusi tinggi. 
  • Olahraga secara teratur. 
  • Jaga berat badan ideal. 
  • Hati-hati bila harus mengonsumsi obat penenang karena dapat mengganggu kesehatan sistem pernapasan. 

Bila Anda sudah memiliki gangguan pernapasan yang mendasarinya, seperti asma, pneumonia, sleep apnea, dan lainnya maka konsultasi ke dokter untuk cara penyembuhannya. Asidosis pernapasan adalah komplikasi dari gangguan pernapasan tanpa penanganan yang baik. 

 

  1. Bender, Kenneth, Pharm.D., M.A. 2018. What to know about respiratory acidosis. https://www.medicalnewstoday.com/articles/313110. (Diakses pada 23 Oktober 2020). 
  2. Healthline Editorial. 2017. Respiratory Acidosis. https://www.healthline.com/health/respiratory-acidosis. (Diakses pada 23 Oktober 2020). 


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi