ASI Eksklusif untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

Doktersehat-asi-eksklusif

DokterSehat.Com – ASI eksklusif adalah asi yang diberikan sejak bayi lahir ke dunia hingga berusia enam bulan. Selama periode ini bayi hanya mengandalkan ASI tanpa tambahan asupan apapun.

Air susu yang diproduksi secara alami oleh tubuh ini memiliki kandungan nutrisi yang penting bagi tumbuh kembang bayi, seperti vitamin, protein, karbohidrat, dan lemak. Komposisinya pun lebih mudah dicerna ketimbang susu formula.

Hari ini banyak ibu muda yang mulai menggemari aktivitas menyusui bayinya dengan ASI eksklusif, bahkan aktivitas menyusui ini sudah menjadi gaya hidup meskipun mereka sudah harus kembali bekerja di kantor.

“Saya melihat ibu dan ayah muda sudah sadar pentingnya memberikan ASI dan inisiasi menyusui dini adalah keharusan,” kata Utami Roesli, Ketua Sentra Laktasi Indonesia.

Roesli mengungkapkan, banyak manfaat yang akan dirasakan oleh ibu maupun bayi dengan pemberian ASI di antaranya risiko terkena kanker berkurang delapan kali dibanding yang tidak memberikan dan tidak mendapatkan ASI.

baca juga: 10 Manfaat Air Susu Ibu untuk Bayi

Selain itu, bayi yang mendapatkan ASI akan memiliki daya tahan tubuh lebih bagus dan mengurangi gizi buruk, sedangkan manfaat asi eksklusif pada ibu adalah mendapatkan kualitas hidup lebih baik di hari tuanya (risiko untuk terkena kencing manis, stres, dan tulang keropos akan jauh lebih sedikit dibanding yang tidak memberikan ASI-nya).

Senada dengan hal ini, Ketua Cabang Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Jawa Tengah Rachmadhani menambahkan, saat ini sudah banyak ibu muda yang terus melanjutkan memberikan ASI meskipun sudah masuk kerja dengan cara memeras susu di kantor.

Rachmadhani menjelaskan indikator dari banyaknya ibu muda mulai mengemari memberikan ASI dapat terlihat dari data yang dimiliki AIMI dan antusiasnya para ibu hamil serta ibu menyusui untuk mengikuti kelas pendidikan inisiasi menyusui dini.

“Kelas edukasi hingga saat ini sudah ada di 12 kota dan untuk di Jateng yakni Semarang, Surakarta, Purwokerto, Tegal, dan Yogyakarta,” katanya.

Data dari Dinkes Jateng juga menyebutkan bahwa pencapaian sasaran ASI ekslusif dari tahun 2007 terus mengalami peningkatan yakni dari 27,35 persen (2007); 28,82 persen (2008), 40,06 persen (2009), dan 52,3 persen (2010).

Rachmadhani mengungkapkan, tertundanya menyusui pada awal kelahiran dikarenakan  tidak adanya inisiasi menyusui dini, antara ibu dan bayi tidak dirawat gabung, sementara bayi sudah diberikan susu formula, bayi sudah diberi botol dot, dan ibu tidak mendapat rujukan yang tepat untuk membantu dalam hal menyusui.

Bahkan, ketika seorang ibu diperbolehkan pulang dari rumah sakit, tidak berarti permasalah seputar ASI eksklusif selesai. Permasalahan yang biasa muncul yaitu, stres, tidak percaya diri, puting lecet, bayi bingung puting, bayi nangis terus, ibu tidak tahu harus meminta bantuan ke mana, serta ibu memutuskan menambah susu formula sampai akhirnya berhenti menyusui.

“Kami dari IAMI berharap jumlah ibu memberikan ASI semakin banyak dan hal tersebut dapat didukung dengan regulasi dan kebijakan tertulis yang mendukung ibu menyusui,” katanya.

Sejumlah hal yang mendukung seperti adanya ruang untuk memerah ASI beserta fasilitasnya dan ruangan menyusui di tempat kerja dan ruang publik seperti terminal, bandara, stasiun kereta api, pusat perbelanjaan, bank, kantor, rumah sakit, puskesmas hingga hotel.

Berikut adalah manfaat ASI eksklusif lain yang bisa didapatkan oleh bayi dan ibu, di antaranya:

  1. Membuat anak lebih cerdas

Menurut para ahli, asam lemak yang terdapat pada air susu ibu memiliki peranan penting bagi kecerdasan otak bayi. Selain itu, manfaat ASI eksklusif adalah hubungan emosional antara ibu dan bayi yang terjalin selama proses menyusui akan turut memberi kontribusi positif. Berbagai penelitian juga menunjukkan hasil yang mendukung pernyataan bahwa bayi yang mendapat ASI, memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi.

baca juga: Mengapa Bayi Tidak Dianjurkan Pakai Bantal Saat Tidur?

  1. Memiliki tulang yang lebih kuat

Bayi yang diberi ASI eksklusif selama tiga bulan atau lebih, memiliki tulang leher dan tulang belakang lebih kuat dibanding yang diberikan ASI kurang dari tiga bulan atau tidak sama sekali. Karena itu ASI eksklusif berperan penting dalam menunjang pertumbuhan tulang bayi yang kuat.

  1. Memiliki berat badan ideal

Para ahli mengatakan, bahwa ASI lebih sedikit merangsang produksi insulin ketimbang susu formula. Hormon insulin sendiri dapat memicu pembentukan lemak. Maka, ASI tidak banyak memicu pembentukan lemak pada bayi. Selain itu, bayi yang diberi ASI juga memiliki kadar leptin lebih tinggi. Leptin adalah hormon yang memiliki peranan dalam menimbulkan rasa kenyang dan dalam metabolisme lemak.