Terbit: 2 Oktober 2019
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Anda para wanita tentu sudah tidak asing lagi dengan aseton, bukan? Apalagi jika gemar memakai cat kuku atau yang biasa kita kenal sebagai kuteks. Di balik kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari, Anda juga harus tahu bahwa produk ini mengandung  zat yang bisa menimbulkan bahaya jika penggunaannya tidak tepat. Lantas, apa saja kegunaan dan bahaya aseton?

Aseton, Berguna Sekaligus Berbahaya (Wanita Harus Tahu)

Apa Itu Aseton?

Aseton adalah zat kimia berwarna bening, memiliki bau yang tajam, dan mudah sekali terbakar. Produk ini mengandung beberapa komponen kimia seperti  Propilena karbonat, Isopropil alkohol, Etil asetat. Sejumlah jenis aseton juga mengandung bahan lain semisal panthenol dan gliserin yang berfungsi sebagai pelembab untuk menjaga kuku agar tidak kering.

Selain diproduksi secara sintesis, produk ini juga diproduksi secara alami. Tubuh memproduksi aseton saat proses pemecahan lemak, pun zat ini bisa ditemukan pada:

  • Tembakau
  • Api saat kebakaran hutan
  • Gunung berapi aktif
  • Asap knalpot kendaraan

Kegunaan Aseton dalam Kehidupan Sehari-hari

Kegunaan aseton adalah untuk membersihkan cat kuku atau kuteks. Tak hanya itu, kegunaannya yang lain  dalam kehidupan sehari-hari juga meliputi:

  • Menghilangkan noda cat tembok, spidol permanen, tinta
  • Membersihkan kerak pada lantai
  • Menghilangkan getah sutra
  • Menghilangkan bekas lem, lilin, minyak
  • Melindungi cat kendaraan

Manfaat aseton dikarenakan cairan kimia tersebut memiliki sifat pelarut. Ya, produk ini bekerja dengan cara melarutkan lapisan cat kuku atau kuteks yang menempel pada permukaan kuku. Proses pengangkatan lapisan kuteks pun cukup cepat dan bersih.

Itu sebabnya mengapa mayoritas wanita (mungkin termasuk Anda salah satunya) lebih memilih cairan ini untuk membersihkan kuku dari kuteks alih-alih pembersih cat kuku yang lainnya seperti air hangat atau perasan jeruk lemon. Pembersih kuku lainnya tersebut memakan waktu yang lebih lama untuk membersihkan sampai noda benar-benar hilang.

Perlu diketahui, cairan ini juga kerap dimanfaatkan sebagai bahan baku sejumlah barang yang umum kita jumpai sehari-hari seperti:

  • Kain rayon
  • Plastik
  • Semir sepatu
  • Sabun deterjen

Bahaya Aseton bagi Tubuh

Aseton memang berguna dalam kehidupan sehari-hari mulai dari kecantikan, kebersihan, hingga bahan baku pembuatan produk.

Sayangnya, zat yang memiliki rumus C3H6O ini juga tak lepas dari dampak negatif. Penggunaan acetone yang tidak tepat akan berujung pada sejumlah masalah pada tubuh. Berikut ini adalah sejumlah bahaya aseton yang perlu Anda ketahui dan waspadai.

1. Merusak Kuku

Salah satu kegunaan utama acetone adalah untuk membersihkan kutek pada kuku. Bukan jadi suatu masalah jika penggunaannya masih dalam batas kewajaran. Akan tetapi beda ceritanya jika kuku Anda terlalu sering terpapar cairan pembersih noda ini.

Sifat keras dari cairan pembersih kuku ini lama-kelamaan memberikan efek negatif bagi kesehatan dan kecantikan kuku Anda. Pemakaian yang terlalu sering akan membuat kuku menjadi terlihat pucat. Selain itu, dikhawatirkan kuku menjadi rapuh dan rentan rusak atau patah.

2. Iritasi Kulit

Tak hanya kuku, bahaya acetone juga bisa mengancam kulit Anda.

Kulit yang terkena cairan tersebut bisa menyebabkan iritasi yang ditandai dengan gejala seperti gatal dan terasa perih.

Apabila secara tidak sengaja kulit Anda terkena cairan kimia ini, segera bersihkan menggunakan air sebelum efek gatal dan perihnya muncul. Gunakan cairan dengan hati-hati untuk meminimalisir risiko ini. Jika iritasi semakin parah (jarang terjadi), segera kunjungi dokter spesialis kulit guna dilakukan penanganan medis lebih lanjut.

3. Keracunan

Acetone adalah zat yang mudah menguap. Ditambah aromanya yang tajam, aseton berpotensi untuk terhirup oleh hidung. Pada kasus yang lebih parah, bahan kimia ini  bisa saja tak sengaja tertelan.

Terhirup maupun tertelannya acetone ini bisa menimbulkan bahaya bagi tubuh yakni keracunan. Keracunan akibat menghirup atau menelannya secara berlebihan ditandai oleh gejala-gejala seperti:

  • Iritasi hidung, mata, tenggorokan, dan paru-paru
  • Sakit tenggorokan
  • Batuk
  • Pusing kepala
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Peningkatan detak jantung
  • Penurunan tekanan darah
  • Linglung
  • Hilang kesadaran

Segera kunjungi dokter apabila Anda mengalami gejala-gejala di atas pasca terpapar acetone dalam jumlah tinggi baik karena menghirup maupun menelannya. Penanganan sedini mungkin penting untuk mencegah kondisi bertambah buruk.

4. Kebakaran

Seperti yang sudah disebutkan di awal, zat kimia ini mudah terbakar (flammable). Hal ini lantas mengharuskan Anda untuk lebih waspada ketika hendak menggunakan acetone. Singkirkan benda-benda yang bisa memicu terjadinya kebakaran seperti korek api selama penggunaan berlangsung.

5. Ketoasidosis

Ketoasidosis adalah kondisi di mana terjadi peningkatan kadar keton di dalam tubuh. Keton adalah molekul yang dihasilkan tubuh saat proses pemecahan lemak. Ada 3 (tiga) jenis keton yang dihasilkan tubuh, salah satunya acetone.

Pada penderita diabetes tipe 1 dan 2, kadar keton—termasuk aseton—akan mengalami peningkatan seiring meningkatnya kadar gula darah. Jika tidak segera ditangani, acetone yang menumpuk akan berujung pada penyakit ketoasidosis tersebut.

Cara Menghindari Bahaya Aseton

Melihat bahaya aseton, tentu Anda tidak bisa sembarangan dalam menggunakan bahan kimia yang satu ini. Ada sejumlah tips atau cara menghindari bahayanya yang bisa Anda lakukan, di antaranya:

  • Hindari terlalu sering menggunakan cairan kimia ini untuk membersihkan kuku maupun hal lainnya
  • Usahakan untuk menggunakan pembersih lain seperti air atau perasan jeruk lemon
  • Simpan produk ini di tempat yang aman dan jauh dari benda-benda yang dapat memicu kebakaran
  • Pada kasus ketoasidosis, kontrol gula darah agar tidak menyebabkan penumpukan keton

Itu dia informasi mengenai aseton yang perlu Anda ketahui. Gunakan cairan kimia ini secara wajar dan hati-hati. Jika ada alternatif pembersih lainnya yang lebih netral, pilih pembersih tersebut. Semoga bermanfaat!

 

  1. Anonim. What is Acetone. https://www.webmd.com/diet/what-is-acetone#1 (Diakses pada 2 Oktober 2019)
  2. Krause, L. 2017. Acetone Poisoning. https://www.healthline.com/health/acetone-poisoning#causes (Diakses pada 2 Oktober 2019)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi