Mungkinkah Asam Urat Sebabkan Kematian?

nyeri-lutut-asam-urat-doktersehat
Photo Source: Flickr/sblackley

DokterSehat.Com– Masalah asam urat seringkali dianggap sebagai penyakit yang menyerang orang tua atau lanjut usia, padahal, dalam realitanya, banyak anak muda yang bisa terkena penyakit yang menyebabkan rasa nyeri, kaku, dan pembengkakan pada persendian ini. Hanya saja, sebuah pertanyaan pun muncul, apakah mungkin penyakit asam urat ini bisa menyebabkan kematian?

Pada tahun 2015 lalu, seorang siswa SMP dari Bekasi bernama Evan Cristopher Situmorang dikabarkan meninggal dunia setelah menjalani masa orientasi siswa di sekolah barunya. Saat itu, Evan sempat mengalami kejang-kejang dan tubuh kaku di sekolah sehingga dilarikan ke puskesmas oleh gurunya. Disana, diketahui bahwa kandungan asam urat di dalam tubuh Evan mencapai 6,7 mg/dL sebelum akhirnya meregang nyawa.

Pakar kesehatan dr. Meita Dhamayanti, SpA(K) yang berasal dari Universitas Padjajaran, Bandung, Jawa Barat ini menyebutkan bahwa asam urat bukanlah penyakit yang bisa menyebabkan kematian secara langsung. Khusus untuk kasus yang dialami Evan, kadar asam urat yang ada dalam tubuhnya masih berada dalam kondisi normal meskipun memang sudah berada dalam batas aman maksimum.

Sementara itu, pakar kesehatan dari Universitas Indonesia dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dr. Ari Fahrial Syam menyebutkan bahwa asam urat tidak bisa dianggap sebagai penyakit yang mampu menyebabkan kematian seseorang secara langsung. Biasanya, gejala asam urat hanyalah berupa pembengkakan pada kaki sehingga menyebabkan rasa nyeri, kaku, hingga kesulitan untuk melakukan aktivitas. Hal ini berarti, penyakit ini tidak menyebabkan kematian.

Hanya saja, dalam beberapa kasus, kondisi ini memang bisa mempengaruhi kesehatan ginjal, tepatnya dalam hal menyebabkan penyakit batu ginjal yang tentu bisa membuat pengidapnya sangat menderita.

Asam urat tinggi seringkali disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi makanan yang tinggi kandungan purin seperti jeroan, makanan laut, dan berbagai makanan berlemak lainnya. Karena alasan inilah ada baiknya kita tidak lagi mengonsumsi makanan-makanan tersebut dengan berlebihan.

Meskipun tidak menyebabkan kematian mendadak secara langsung, ada baiknya memang kita tidak lagi menyepelekan penyakit ini dan sebisa mungkin mencegah kedatangannya.