Apakah Asam Urat Boleh Dipijat? Ketahui Dampaknya!

pijat-jari-tangan-doktersehat
Photo Source: Flickr/Matt Madd

DokterSehat.Com– Pijat adalah salah satu cara pengobatan tradisional yang masih dipercaya oleh masyarakat Indonesia. Pijat bahkan disebut-sebut bisa membantu mengatasi berbagai macam penyakit. Hanya saja, apakah asam urat boleh dipijat? Hal ini masih menjadi perdebatan, maka temukan jawabannya kali ini!

Dampak pijatan bagi serangan asam urat

Serangan asam urat terjadi saat zat asam urat di dalam tubuh terus menumpuk di persendian sehingga menyebabkan peradangan. Gejala dari serangan ini bisa berupa rasa nyeri yang sangat menyakitkan, pembengkakan, sensasi hangat dan kemerahan, hingga rasa kaku dan sulit digerakkan pada persendian. Banyak orang yang berpikir jika hal ini bisa diatasi dengan pemijatan, padahal, dalam realitanya terapi tradisional ini tidak akan memberikan pengaruh yang besar.

Jika sampai bagian persendian yang membengkak justru dipijat, maka sensasi nyeri justru akan semakin menjadi, bukannya mereda. Hal ini disebabkan oleh peradangan yang justru menjadi semakin parah. Alih-alih dipijat, penderita asam urat biasanya diminta untuk datang ke dokter demi mendapatkan bantuan medis yang dibutuhkan demi mengatasinya jika serangan asam urat ini sudah sangat parah.

Obat asam urat hanya untuk pencegahan

Sebagian orang berpikir jika serangan asam urat ini bisa diatasi dengan minum obat yang sebelumnya diresepkan oleh dokter. Padahal, obat ini sebenarnya ditujukan untuk mengendalikan kadar asam urat dan mencegah kedatangan serangannya, bukan untuk mengatasi serangannya. Hal ini berarti, mengonsumsi obat asam urat biasanya tidak akan mengatasi gejalanya.

Asam urat banyak menyerang anak muda

Pakar kesehatan menyebut terdapat sebuah kekeliruan yang dipercaya oleh masyarakat, yakni menganggap penyakit asam urat hanyalah menyerang orang tua. Padahal, dalam realitanya, penyakit ini juga kini sering menyerang anak muda dengan usia kurang dari 30 tahun.

Normalnya, tubuh manusia memiliki kadar asam urat yang rendah, khususnya saat masa anak-anak. Hanya saja, jumlah dari kadar asam urat ini bisa terus meningkat akibat gaya hidup yang tidak sehat, khususnya dalam hal pola makan dengan kadar gizi yang seimbang. Sebagai contoh, jika kita sering mengonsumsi makanan laut, jeroan dan daging berlemak, maka kadar asam urat di dalam tubuh bisa terus meningkat dan menyebabkan datangnya penyakit ini di usia muda.

Mencegah penyakit asam urat

Pakar kesehatan menyebut penyakit asam urat bisa menurunkan kualitas hidup seseorang, apalagi jika rasa nyeri dan sensasi kaku pada persendian sampai mengganggu waktu tidur atau aktivitas sehari-hari.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit asam urat.

  1. Menghindari makanan tinggi purin

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, makanan tinggi purin seperti jeroan, makanan laut, dan daging berlemak sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering atau terlalu banyak karena purin akan dimetabolisme tubuh menjadi asam urat. Dengan membatasi asupannya, diharapkan kadar asam urat tidak akan naik.

  1. Tidak minum alkohol

Asam urat ternyata ternyata tidak hanya disebabkan oleh makanan dengan kandungan purin yang tinggi. Hal ini juga bisa disebabkan oleh minuman beralkohol, khususnya bir. Pakar kesehatan menyarankan pecinta alkohol untuk membatasi konsumsi wine sebanyak satu atau dua gelas saja. Bahkan, akan jauh lebih baik jika kita benar-benar tidak mengonsumsinya.

  1. Banyak minum air mineral

Dengan memenuhi asupan air mineral minimal 8 gelas per hari, maka hal ini akan membantu proses peluruhan zat asam urat dari dalam tubuh sehingga bisa mencegah serangan dari penyakit ini.