Penderita Asam Urat Lebih Sering Digigit Nyamuk

nyamuk_doktersehat_1
Photo Source: Flickr/John Tann

DokterSehat.Com– Nyamuk adalah serangga yang sangat menyebalkan. Tak hanya membuat kita lebih mudah mengalami bentol-bentol akibat gigitannya, terkadang kita juga bisa terkena penyakit gara-gara gigitan nyamuk. Beberapa jenis penyakit yang bisa disebabkan oleh gigitan nyamuk adalah malaria atau demam berdarah.

Sebenarnya, hanya nyamuk betina yang mengisap darah manusia. Mereka membutuhkan darah kita untuk membantu perkembangan telurnya. Sebelum menggigit, nyamuk cenderung mencari bagian tubuh yang dianggap memiliki aroma tubuh yang paling menarik. Sayangnya, terkadang penderita penyakit tertentu memiliki aroma yang jauh lebih menarik bagi nyamuk. Salah satunya adalah penderita penyakit asam urat.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh London School of Hygiene and Tropical Medicine, dihasilkan fakta bahwa faktor gen bisa membuat nyamuk tertarik untuk menggigit manusia. Dalam penelitian ini, disebutkan bahwa mereka yang memiliki kadar asam urat yang tinggi di dalam tubuhnya cenderung mengeluarkan aroma tubuh yang pekat dan disukai oleh nyamuk. Nyamuk pun cenderung akan mengikuti penderita asam urat dan lebih tertarik untuk menggigitinya.

Selain mereka yang memiliki kadar asam urat tinggi, orang dengan golongan darah O cenderung lebih menarik bagi nyamuk. Pemilik golongan darah ini memang memiliki aroma tubuh yang jauh lebih pekat sehingga lebih menarik bagi nyamuk.

Mereka yang gemar minum alkohol juga cenderung lebih disukai oleh nyamuk. Mengonsumsi alkohol bisa membuat suhu tubuh meningkat. Padahal, nyamuk cenderung lebih suka dengan suhu yang lebih hangat. Bahkan, menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam Journal of the American Mosquito Control Association, dihasilkan fakta bahwa meskipun kita jarang mengonsumsi alkohol, tetap saja nyamuk akan lebih menyukai aroma tubuh kita. Masalahnya adalah kebiasaan mengonsumsi alkohol juga akan membuat kita memiliki kadar asam urat lebih tinggi. Hal ini tentu akan membuat kita lebih rentan digigit nyamuk pembawa penyakit, bukan?

Orang yang lebih banyak mengeluarkan keringat dan yang jarang mengganti kaus kaki juga cenderung lebih disukai oleh nyamuk. Banyak mengeluarkan keringat bisa membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak senyawa asam laktat. Selain itu, orang yang jarang mengganti kaus kaki juga cenderung memiliki bau yang lebih menyengat sehingga lebih disukai oleh nyamuk.