Terbit: 18 April 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Kenaikan asam lambung biasanya akan menyebabkan sensasi tidak nyaman pada perut seperti perih, terbakar, hingga mual-mual dan muntah. Hanya saja, sebagian orang menyebut masalah kesehatan ini juga bisa menyebabkan sensasi sesak napas. Sebenarnya, apakah memang kenaikan asam lambung bisa mempengaruhi pernapasan?

Asam Lambung Tinggi Bisa Memicu Sesak Napas? Ini Faktanya!

Kaitan antara asam lambung tinggi dengan sesak napas

Pakar kesehatan menyebut hal ini memang bisa terjadi. Meski dianggap tidak terkait, dalam realitanya kenaikan asam lambung memang bisa menyebabkan sesak napas.

Sebagai informasi, cairan asam lambung yang sudah naik dan menyentuh kerongkongan bisa saja memasuki saluran pernapasan. Hal ini akan merangsang saraf menyempitkan saluran pernapasan sehingga napas pun akan terasa jauh lebih berat.

Penderita maag kronis juga rentan mengalami kerusakan kerongkongan, tenggorokan, hingga saluran paru-paru jika kondisinya sering kambuh. Paparan asam lambung yang terlalu sering juga terbukti mampu memicu gangguan pernapasan seperti asma, pneumonia, batuk, hingga munculnya suara mengi.

Cara mengatasi sesak napas saat asam lambung naik

Jika mulai mengalami gejala sesak napas akibat asam lambung tinggi, pakar kesehatan menyarankan kita untuk segera mencari udara segar, bukannya menetap di dalam ruangan. Setelahnya, cobalah untuk melakukan latihan pernapasan demi membantu mengatasi masalah sesak napas ini dengan efektif.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

Jika cara ini tidak berhasil, sebaiknya segera meminum obat yang bisa mengatasi masalah asam lambung seperti obat maag demi meredakan gejalanya. Selain bisa didapatkan di apotek atau warung-warung terdekat, obat asam lambung juga bisa didapatkan setelah berkonsultasi ke dokter.

Cara mencegah kenaikan asam lambung

Mengingat gejala dari masalah asam lambung sangat tidak nyaman bagi tubuh, pakar kesehatan menyarankan kita untuk melakukan beberapa hal ini demi mencegahnya.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kenaikan asam lambung

  1. Menghindari makanan berlemak

Makanan berlemak cenderung membutuhkan waktu lama untuk dicerna di dalam perut. Hal ini akan membuat sistem pencernaan melambat dan produksi asam lambung meningkat. Demi mencegah kenaikan asam lambung, sebaiknya kita menghindari makanan berlemak layaknya produk susu, gorengan, dan beberapa camilan tinggi lemak seperti keripik, permen, dan lain-lain.

  1. Menghindari makanan asam

Makanan yang bersifat asam seperti buah sitrus, nanas, saus tomat, atau bahkan cuka sebaiknya tidak sembarangan dikonsumsi oleh penderita maag karena bisa menyebabkan kenaikan gejala asam lambung dengan cepat.

  1. Jangan sembarangan makan cokelat

Meski termasuk dalam camilan yang enak dan bisa menghilangkan stres, cokelat sebaiknya tidak dikonsumsi dengan sembarangan oleh penderita maag karena bisa memicu gejala kenaikan asam lambung. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan methylxanthine di dalam cokelat yang bisa membuat otot esophagus lebih rileks dan membuat asam lambung lebih mudah naik hingga ke kerongkongan.

  1. Jangan sembarangan mengonsumsi makanan pedas

Meski bisa membuat sesi makan menjadi jauh lebih menyenangkan, makanan pedas bisa membuat produksi asam lambung naik dengan cepat. Hal ini berarti, penderita maag sebaiknya menghindari sambal, saus, hingga camilan pedas berlevel.

  1. Hindari minuman berkarbonasi

Minuman berkarbonasi atau minuman bersoda tinggi kandungan karbondioksida dan cenderung bersifat asam. Hal ini bisa membuat produksi asam lambung meningkat dengan signifikan.

  1. Jangan sembarangan mengonsumsi bawang

Bawang memang bisa membuat rasa dan aroma makanan menjadi lebih nikmat, namun bagi penderita maag, mengonsumsinya dengan sembarangan bisa memicu kenaikan asam lambung dengan cepat.

Penderita asam lambung juga sebaiknya mengelola stres dengan lebih baik karena masalah psikologis ini bisa mempengaruhi produksi asam lambung dengan signifikan.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi