Asam Askorbat: Manfaat, Dosis, Efek Samping

asam-askorbat-doktersehat

DokterSehat.Com – Asam askorbat obat apa? Asam askorbat adalah nama lain dari vitamin C. Jenis vitamin larut air ini merupakan salah satu vitamin paling dibutuhkan oleh tubuh. Fungsi asam askorbat adalah sebagai antioksidan dan meningkatkan sistem imun.

Kenali lebih jauh tentang Asam askorbat mulai dari manfaat, dosis, efek samping, dan lainnya tentang Asam askorbat berikut ini.

Rangkuman Informasi Obat Asam askorbat

Nama Obat Asam askorbat
Kelas Obat Suplemen
Kategori Obat bebas
Manfaat Obat Antioksidan, meningkatkan sistem imun
Dikonsumsi Oleh Dewasa dan anak-anak
Sediaan Obat Tablet effervescent, tablet hisap, cairan injeksi

 

Manfaat Asam askorbat

Fungsi asam askorbat secara umum adalah menjaga sistem imun tubuh dan sebagai antioksidan. Antioksidan asam askorbat umumnya dapat didapatkan dari sumber makanan. Penggunaan asam askorbat vitamin C dalam bentuk suplemen umumnya dilakukan untuk mengatasi beberapa masalah terkait dengan defisiensi vitamin C.

Manfaat dan fungsi asam askorbat sebagai suplemen meliputi:

1.Mengobati dan mencegah penyakit scurvy

Scurvy adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan asupan vitamin C. Seseorang yang jarang mengonsumsi buah dan sayur berisiko tinggi terkena scurvy. Gejala scurvy dapat meliputi lemah, lelah, gusi berdarah, dan gangguan pada kulit.

2. Membantu penyerapan zat besi

Fungsi asam askorbat yang kedua adalah membantu dalam penyerapan zat besi. Konsumsi vitamin C bersama zat besi dapat meningkatkan penyerapan zat besi. Hal ini lah yang menyebabkan kekurangan vitamin C juga dapat memicu anemia, karena zat besi sangat penting dalam pembentukan sel darah merah.

3. Antioksidan dan meningkatkan sistem imun

Suplemen vitamin C juga dapat bertindak sebagai antioksidan yang melindungi tubuh dari radikal bebas yang dapat memicu kerusakan sel. Fungsi antioksidan asam askorbat tidak hanya dimanfaatkan untuk kesehatan, tapi juga dalam bidang kecantikan untuk mencegah penuaan.

Asam askorbat vitamin C juga dapat meningkatkan sistem imun tubuh. Konsumsi vitamin C ketika gejala penyakit ringan seperti flu muncul umumnya dapat membantu tubuh kembali pulih tanpa harus mengonsumsi obat-obatan lain.

Selain fungsi asam askorbat di atas, beberapa fungsi vitamin C lainnya adalah seperti untuk mengosongkan perut pada prosedur kolonoskopi, meningkatkan protein dalam urin, tekanan darah tinggi, radang lambung, dan masih banyak lagi.

Asam askorbat dapat diberikan bersamaan dengan obat-obatan lain untuk mengatasi kondisi-kondisi tersebut.

Dosis Asam askorbat

Sediaan Asam askorbat bermacam-macam mulai dari tablet, tablet hisap, tablet effervescent, dan juga cairan injeksi. Dosis harian asam askorbat yang direkomendasikan adalah sebagai berikut ini:

  • Usia 0-6 bulan: 40 mg/hari.
  • Usia 7-12 bulan: 50 mg/hari.
  • Usia 1-3 tahun: 15 mg/hari.
  • Usia 4-8 tahun: 25 mg/hari.
  • Usia 9-13 tahun: 45 mg/hari.
  • Perempuan usia 14-18 tahun: 65 mg/hari.
  • Remaja hamil: 80 mg/hari.
  • Remaja menyusui: 115 mg/hari
  • Laki-laki usia 14-18 tahun: 75 mg/hari.
  • Pria 19 tahun ke atas: 90 mg/hari.
  • Wanita 19 tahun ke atas: 75 mg/hari.
  • Wanita hamil: 85 mg/hari.
  • Wanita menyusui: 120 mg/hari.

Apabila Anda seorang perokok, maka dosis harus ditambahkan 35 mg/hari. Dosis di atas adalah dosis harian asam askorbat. Dosis bisa didapatkan dari suplemen atau bisa juga sebagian didapatkan dari asupan diet lainnya.

Dosis suplemen dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pasien. Gunakan obat ini sesuai dengan dosis yang disarankan dan jangan mengganti dosis tanpa berdiskusi dengan dokter maupun apoteker.

Petunjuk Penggunaan Asam askorbat

Asam askorbat harus digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaannya. Berikut adalah cara minum Asam askorbat yang benar:

  • Gunakan suplemen asam askorbat sesuai dengan dosis yang disarankan.
  • Gunakan suplemen asam askorbat pada waktu yang sama setiap harinya.
  • Jika dosis terlewat, segera konsumsi obat saat ingat. Namun jika dekat dengan dosis selanjutnya, maka cukup konsumsi dosis selanjutnya saja.
  • Jika tidak sengaja mengonsumsi suplemen asam askorbat melebihi dosis yang disarankan, segera konsultasikan ke dokter.

Petunjuk Penyimpanan Asam askorbat

Berikut adalah petunjuk penyimpanan asam askorbat yang harus diperhatikan:

  • Simpan suplemen vitamin C pada suhu ruangan.
  • Simpan suplemen asam askorbat di tempat kering dan tidak lembap.
  • Hindari suplemen asam askorbat dari cahaya atau sinar matahari langsung.
  • Hindari suplemen asam askorbat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Efek Samping Asam askorbat

Setiap jenis obat memiliki potensi menimbulkan efek samping, begitu juga dengan vitamin. Asam askorbat vitamin C juga memilki potensi menimbulkan efek samping. Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin muncul dari penggunaan asam arkorbat:

  • Diare
  • Mual
  • Muntah
  • Kram perut
  • Mulas

Efek samping lain yang lebih serius namun lebih jarang terjadi adalah seperti:

  • Buang air kecil menyakitkan
  • Urin mengandung darah
  • Reaksi alergi seperti ruam, gatal, bengkak pada wajah, lidah, tenggorokan, pusing, kesulitan bernapas.

Efek samping di atas tidak selalu terjadi. Efek samping dapat terjadi akibat penggunaan obat berlebihan, interaksi obat, penggunaan jangka panjang, atau karena kondisi tertentu dari setiap pasien yang tentunya berbeda-beda.

Jika Anda merasakan gejala efek samping berat atau reaksi alergi dari penggunaan obat ini, segera hentikan penggunaan obat dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Interaksi Obat Asam askorbat

Interaksi obat dapat terjadi ketika Asam askorbat digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu. Interaksi obat menyebabkan efektivitas obat menurun dan dapat meningkatkan potensi terjadinya efek samping.

Berikut adalah jenis obat yang sebaiknya tidak digunakan bersama dengan Asam askorbat:

  • Aluminium
  • Estrogen
  • Fluphenzine
  • Kemoterapi
  • Obat untuk HIV/AIDS, protease inhibitor
  • Statin
  • Niacin
  • Warfarin

Obat-obatan lain yang mungkin juga dapat berinteraksi meskipun kemungkinannya lebih kecil adalah seperti:

  • Acetaminophen
  • Aspirin
  • Trilisate
  • Nicardipine
  • Nifediine
  • Salsalate

Daftar obat di atas kemungkinan bukan merupakan daftar lengkap. Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi atau belakangan mengonsumsi obat-obatan tertentu baik obat resep, non-resep, hingga herbal. Konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan interaksi obat, maka sebaiknya dihindari.

Diskusikan juga dengan dokter tentang jenis makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari selama penggunaan obat Asam askorbat untuk menghindari interaksi obat.

Peringatan dan Perhatian Asam askorbat

Asam askorbat tersedia dalam sediaan obat bebas dan dapat juga dikombinasikan dengan obat lain dan masuk ke dalam golongan obat resep. Ikuti petunjuk penggunaan obat ini dengan seksama untuk menjaga keamanannya.

Berikut adalah beberapa hal lain yang perlu menjadi peringatan dan perhatian selama penggunaan obat Asam askorbat:

  • Jangan gunakan suplemen ini pada pasien yang hipersensitif terhadap asam askorbat vitamin C dan komponen lain yang terkandung dalam suplemen ini.
  • Hati-hati penggunaan pada pasien dengan kondisi seperti hamil, menyusui, memiliki riwayat penyakti ginjal, memiliki riwayat defisiensi G6PD, diabetes, dan kelainan darah.

 

Sumber:

  1. VITAMIN C (ASCORBIC ACID) – https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1001/vitamin-c-ascorbic-acid diakses 26 April 2019
  2. Vitamin C – https://medlineplus.gov/ency/article/002404.htm diakses 26 April 2019
  3. ASAM ASKORBAT – http://pionas.pom.go.id/monografi/asam-askorbat diakses 26 April 2019