Terbit: 17 Maret 2021 | Diperbarui: 18 Maret 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Artroskopi adalah prosedur untuk mendiagnosis dan mengatasi masalah persendian. Seorang ahli bedah akan memasukkan selang kecil dengan kamera melalui sayatan kecil. Setelah itu, keadaan di dalam sendi akan ditransmisikan ke monitor. Simak penjelasan lengkap mengenai operasi artroskopi berikut ini.

Artroskopi: Fungsi, Prosedur, Komplikasi, Waktu Pemulihan, dll

Mengapa Operasi Artroskopi Perlu Dilakukan?

Dokter melakukan prosedur ini untuk membantu mendiagnosis dan mengobati berbagai kondisi sendi, bagian tubuh yang paling sering terpengaruh adalah:

  • Lutut
  • Bahu
  • Siku
  • Pergelangan kaki
  • Panggul
  • Pergelangan tangan

Dokter sering beralih ke artroskopi jika sinar-X dan studi pencitraan lainnya tidak memberikan informasi yang lengkap. Keadaan yang membutuhkan prosedur ini, meliputi:

  • Fragmen tulang lepas.
  • Tulang rawan yang rusak atau robek.
  • Lapisan sendi yang meradang.
  • Ligamen robek.
  • Jaringan parut di dalam persendian.

Persiapan Menjalani Artroskopi

Pada dasarnya, persiapan yang dilakukan tergantung pada sendi mana yang diperiksa atau diperbaiki oleh ahli bedah. Secara umum, Anda harus:

  • Menghindari obat-obatan tertentu. Dokter mungkin menyarankan untuk menghindari konsumsi obat atau suplemen makanan yang dapat meningkatkan risiko pendarahan.
  • Menghindari makanan tertentu. Meski begitu, hal ini tergantung pada jenis pada jenis anestesi yang digunakan. Dokter mungkin menyarankan untuk menghindari makan makanan padat delapan jam sebelum prosedur.
  • Pendampingan. Anda tidak akan diizinkan untuk berkendara sendiri setelah menjalani prosedur, jadi pastikan ada seseorang yang menjemput atau mendampingi usai operasi.
  • Siapkan pakaian longgar. Menyiapkan pakaian yang longgar berguna agar Anda dapat berpakaian dengan mudah setelah menjalani prosedur.

Prosedur Artroskopi

Dokter akan melakukan operasi artroskopi sebagai prosedur rawat jalan, itu artinya Anda bisa pulang pada hari yang sama usai menjalani operasi. Perlu diketahui, jenis anestesi yang digunakan bervariasi tergantung tingkat keparahan.

  • Anestesi lokal. Jenis pembiusan ini disuntikan di bawah kulit untuk memblokir sensasi di area terbatas. Anda juga masih sadar selama prosedur, kemungkinan Anda hanya merasakan tekanan atau sensasi gerakan di dalam sendi.
  • Anestesi regional. Bentuk paling umum dari anestesi regional diberikan melalui jarum kecil yang ditempatkan di antara dua vertebra lumbal tulang belakang. Jenis ini membuat bagian bawah tubuh mati rasa, namun tetap membuat Anda sadar.
  • Anestesi umum atau bius total. Prosedur ini membuat pasien tidak sadar selama operasi dan tergantung berapa lama operasi dilakukan. Anestesi jenis ini diberikan melalui intravena.

Setelah mendapatkan anestesi, dokter akan memasukan selang kecil dengan kamera dan lampu atau disebut juga artroskop. Alat ini memungkinkan dokter untuk melihat bagian dalam sendi karena kamera memproyeksikan gambar ke monitor. Dokter bedah akan mengisi sendi dengan cairan steril untuk melebarkannya agar lebih mudah dilihat.

Prosedur ini dapat membantu dokter untuk mendiagnosis penyebab masalah dan memutuskan jenis operasi yang dibutuhkan. Jika Anda memang membutuhkan pembedahan, dokter akan memasukkan alat khusus melalui sayatan kecil lainnya yang disebut portals, alat ini digunakan untuk memotong, mencukur, menggenggam, dan menjahit anchor ke tulang.

Jika ahli bedah memutuskan bahwa Anda memerlukan pembedahan ‘terbuka’ untuk mengatasi masalah, ia mungkin melakukannya bersamaan dengan pembedahan artroskopi. Terakhir, dokter akan melepaskan artroskop dan semua benda yang menempel, kemudian menutup luka dengan selotip atau jahitan khusus.

Baca Juga: 15 Makanan Penyebab Nyeri Sendi yang Harus Dihindari

Setelah Prosedur

Operasi artroskopi biasanya tidak memakan waktu lama. Misalnya, artroskopi lutut membutuhkan waktu sekitar satu jam. Setelah itu, Anda akan dibawa ke ruangan terpisah untuk memulihkan diri selama beberapa jam sebelum pulang.

Anda mungkin merasakan nyeri pada persendian setelah operasi. Dokter mungkin meresepkan obat pereda nyeri, meresepkan aspirin, atau obat lain untuk mencegah penggumpalan darah. Selain itu, Anda mungkin membutuhkan kruk, belat, atau arm sling sebagai penyangga saat Anda pulih.

Operasi artroskopi biasanya menghasilkan nyeri dan kekakuan sendi yang lebih sedikit dibandingkan dengan operasi terbuka. Pemulihan juga biasanya membutuhkan waktu lebih sedikit.

Anda akan mengalami luka tusuk kecil di mana artroskop masuk ke tubuh. Sehari setelah operasi, Anda mungkin bisa melepas perban operasi dan menggantinya dengan strip kecil untuk menutupi sayatan. Dokter akan melepaskan jahitan yang tidak bisa larut setelah 1 atau 2 minggu.

Saat luka Anda sembuh, Anda harus menjaga area tersebut tetap kering. Hal ini membuat Anda harus menutupinya dengan kantong plastik saat mandi.

Dokter akan memberi tahu aktivitas apa yang harus dihindari saat pulang. Pada umumnya, Anda dapat langsung melakukan pekerjaan seperti biasa dalam beberapa hari setelah operasi. Pemulihan sendi sepenuhnya biasanya membutuhkan waktu beberapa minggu, pada beberapa kasus mungkin perlu beberapa bulan untuk kembali normal.

Rehabilitasi atau latihan khusus dapat membantu mempercepat pemulihan. Dokter akan memberi tahu mana yang aman untuk dilakukan.

Risiko Melakukan Artroskopi

Ini adalah prosedur yang sangat aman dan jarang terjadi komplikasi. Masalah yang mungkin terjadi termasuk:

  • Kerusakan jaringan atau saraf. Penempatan dan pergerakan instrumen di dalam sendi dapat merusak struktur sendi.
  • Infeksi. Semua jenis operasi invasif memiliki risiko infeksi.
  • Gumpalan darah. Prosedur yang berlangsung lebih dari satu jam jarang meningkatkan risiko pembekuan darah di kaki atau paru-paru.

Secara umum, seseorang dapat melanjutkan aktivitas normal seperti biasa dalam beberapa hari. Anda mungkin dapat berkendara dalam satu hingga tiga minggu. Sementara untuk aktivitas yang lebih berat mungkin membutuhkan waktu lebih dari tiga minggu.

Namun, setiap orang memiliki tingkat pemulihan yang berbeda-beda, Anda mungkin membutuhkan pemulihan dan rehabilitasi yang lebih lama atau justru lebih cepat.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Komplikasi dari prosedur ini adalah sesuatu yang jarang terjadi. Segera dapatkan penanganan medis segera jika Anda memiliki gejala-gejala berikut:

  • Demam.
  • Sakit yang semakin parah.
  • Pembengkakan parah.
  • Mati rasa atau kesemutan.
  • Cairan merembes dari luka.

 

  1. Anonim. 2019. What Is Arthroscopy?. https://www.webmd.com/arthritis/what-is-arthroscopy. (Diakses pada 17 Maret 2021).
  2. Anonim. Arthroscopy. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/arthroscopy/about/pac-20392974. (Diakses pada 17 Maret 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi