Arthritis: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan ainnya

gambar-arthritis-doktersehat

DokterSehat.Com – Mungkin Anda sering kali mendengar istilah arthritis atau bahkan Anda sedang mengalaminya. Arthritis biasa disebut radang sendi oleh masyarakat. Akan tetapi, masih banyak masyarakat yang keliru dalam memahami penyakit arthritis.

Oleh karena itu, yuk simak penjelasan lengkap tentang arthritis! Penjelasan ini akan membahas pengertian, jenis-jenis, penyebab, gejala, diagnosis, dan cara mengobati penyakit arthritis.

Apa itu arthritis?

Arthritis adalah sebuah penyakit akibat adanya peradangan pada satu atau beberapa sendi.  Orang yang mengalami arthirits akan merasakan nyeri pada bagian tubuh yang terdapat sendi.

Pada kasus yang lebih parah, penderita arthritis mengalami kesulitan bergerak. Umumnya, orang yang mengalami arthritis adalah orang-orang tua atau lebih dari usia 65 tahun. Akan tetapi, arthritis juga bisa menimpa segala usia bahkan pada anak-anak.

Kaum wanita cenderung lebih berisiko untuk mengalami arthritis daripada laki-laki. Jadi, wanita yang berusia lanjut sekitar 65 tahun ke atas memiliki kemungkinan yang lebih besar terhadap kejadian arthritis.

Jenis-jenis arthritis

Ternyata, arthritis terdiri dari banyak jenis. Hal ini dikarenakan setiap tubuh manusia memiliki lebih dari 100 jenis radang sendi, sehingga memungkinkan untuk terjadinya berbagai jenis arthritis.

Namun dari banyak jenis penyakit arthritis, ada beberapa jenis arthritis yang paling umum terjadi, yaitu:

1. Osteoartritis

Osteoarthritis adalah jenis penyakit arthritis yang paling sering terjadi. Penyakit arthritis jenis ini bisa juga disebut degeneratif arthritis. Kejadian osteoarthritis terjadi karena hilangnya jaringan tulang rawan yang merupakan bantalan tulang.

Tulang pasien yang mengalami osteoarthritis akan saling bergesekan, sehingga akan haus. Ini akan menimbulkan rasa sakit, nyeri, dan bengkak. Penderita osteoarthritis juga akan mengalami kekakuan pada sendi.

2. Rheumatoid arthritis

Setelah osteoarthritis, jenis arthritis yang juga sering terjadi adalah rheumatoid arthritis. Kejadian rheumatoid arthtritis berkaitan dengan gangguan sistem kekebalan tubuh. Sistem imunitas tubuh menyerang sendi yang mengakibatkan peradangan dan erosi pada sendi.

3. Infectious arthritis

Jenis penyakit arthritis yang juga kerap terjadi adalah infectious arthritis. Arthritis jenis ini disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme merugikan yang masuk ke dalam sendi dan menginfeksi sendi. Infeksi bakteri, virus, atau jamur pada sendi itu memicu peradangan.

Beberapa contoh mikroorganisme yang sering menginfeksi sendi adalah salmonella, shigella, klamidia, gonore, dan lainnya. Infectious arthritis disebut juga sebagai arthritis menular karena bisa menjangkit luas melalui berbagai media, salah satunya jarum suntik.

4. Metabolic arthritis

Ada juga jenis arthritis metabolic arthritis. Penyakit arthrtis jenis ini biasanya diderita oleh pasien asam urat. Pasalnya, penumpukan asam urat yang tinggi di dalam tubuh membuahkan kristal asam urat berbentuk jarum di sendi.

Akibatnya, ‘jarum-jarum endapan asam urat’ itu pun memicu nyeri pada sendi yang cukup parah. Kondisi tersebut bisa juga dikatakan sebagai serangan asam urat. Nyeri pada metabolic arthritis akan berkurang jika kadar asam urat sedang rendah.

Selain jenis-jenis arthritis di atas, masih banyak jenis arthritis lainnya, seperti:

  1. Ankylosing Spondylitis
  2. Penyakit Behçet
  3. Bursitis
  4. Chondromalacia Patella
  5. Penyakit Ehlers-Danlos
  6. Fibromyalgia
  7. Granulomatosis dengan Polyangiitis
  8. Hemochromatosis
  9. Juvenile Arthritis
  10. Juvenile Scleroderma
  11. Lupus
  12. Polymyositis
  13. Dermatomyositis
  14. Osteoporosis
  15. Psoriatic Arthritis
  16. Scleroderma
  17. Spinal Stenosis
  18. Spondyloarthritis
  19. Tendinitis
  20. Vasculitis
  21. Dan lainnya

Penyebab penyakit arthritis

Arthritis terjadi karena adanya peradangan. Akan tetapi, penyebab arthritis tergantung pada jenisnya. Sebagai contoh, inilah beberapa penyebab arthritis berdasarkan jenisnya:

  1. Osteoarthtritis disebabkan oleh hilangnya jaringan tulang rawan yang membuat tulang saling bergesekan.
  2. Rheumatoid arthritis disebabkan penyakit autoimun yang menyerang sendi
  3. Infectious arthritis disebabkan infeksi bakteri, jamur, atau virus
  4. Metabolic arthritis disebabkan kadar asam urat yang tinggi

Berikut ini adalah beberapa faktor risiko yang meningkatkan peluang terjadinya arthritis:

  • Riwayat keluarga
  • Berat badan berlebih
  • Usia yang semakin tua
  • Jenis kelamin perempuan
  • Mengalami cedera
  • Aktivitas fisik yang tinggi
  • Pola diet tinggi purin

Gejala arthritis

Sama seperti penyebabnya, gejala arthritis juga dipengaruhi oleh jenisnya. Namun, hampir semua jenis arthritis akan memiliki gejala umum seperti rasa nyeri pada sendi, kekakuan sendi, kulit yang terdapat sendi menjadi bengkak, dan susah menggerakan bagian tubuh yang terdapat sendi.

Secara khusus, gejala osteoarthritis memiliki beberapa tambahan selain gejala umum, di antaranya adalah:

  1. Ada bunyi ketika bagian tubuh yang mengalami osteoarthritis digerakkan
  2. Rasa nyeri semakin parah setiap kali beraktivitas fisik
  3. Mengalami gangguan tidur

Berikut ini adalah beberapa gejala rheumatoid arthritis:

  • Sendi terasa kaku setiap pagi dan berlangsung lebih dari 1 jam
  • Nyeri dada ketika bernapas
  • Mata dan mulut menjadi kering
  • Rasa gatal pada mata
  • Sering kesemutan
  • Insomnia

Sebaiknya, kapan saya berkonsultasi dengan dokter?

Jangan tunggu gejala memburuk baru mendatangi dokter. Sebaiknya Anda melakukan konsultasi dengan dokter jika mengalami gejala umum arthritis, yaitu nyeri sendi, sendi terasa kaku, kulit di atas sendi bengkak, dan sulit menggerakan sendi.

Diagnosis arthritis

Dokter akan melakukan tindakan diagnosis untuk memastikan kejadian arthritis pada pasiennya. Tindakan diagnosis pertama yang akan dilakukan dokter adalah menggali informasi terkait faktor risiko yang mungkin dimiliki pasien.

Setelah itu, dokter akan menanyakan terkait tanda atau gejala arthritis yang dialami oleh pasien. Selanjutnya, dokter akan menegakkan diagnosis dengan melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat bagian tubuh yang mengalami arthritis.

Jika diperlukan, diagnosis akan dilakukan dengan melakukan tes darah guna mendeteksi adanya mikroorganisme penyebab radang sendi. Tes urin mungkin akan dilakukan guna melihat kadar asam urat.

Pada pasien yang lebih tua, diagnosis dilakukan dengan melihat jumlah cairan sendi. Selain itu, diagnosis arthritis akan dilakukan dengan pencitraan seperti USG, rontgen, CT scan, dan MRI (Magnetic Resonance Imaging).

Semakin cepat arthritis dan jenisnya dideteksi, maka akan semakin mudah dan cepat pula pengobatannya.

Komplikasi arthritis

Arthritis bisa menimbulkan beberapa komplikasi jika tidak segera ditangani secara tepat. Komplikasi awal yang akan dirasakan adalah nyeri yang semakin menyakitkan dan terus menerus. Hal ini pun akan mengganggu gerakan tubuh dan aktivitas Anda.

Dampaknya, produktivitas pun akan menurun terutama bagi Anda yang harus beraktivitas fisik. Komplikasi arthritis yang parah akan memengaruhi kesehatan organ lainnya, seperti mata, kulit, dan lainnya.

Cara mengobati arthritis

Arthritis bisa diobati dengan menggunakan beberapa pilihan cara. Akan tetapi, pada tahap awal, pengobatan arthritis berfokus pada bagaimana meredakan gejalanya.

Berikut ini adalah pengobatan arthritis yang umum dilakukan:

1. Penggunaan obat-obatan simptomatik

Cara mengobati arthritis tahap pertama adalah dengan memberikan obat simptomatik yang bisa meredakan beberapa gejala arthrtis. Beberapa jenis obat yang umum diresepkan oleh dokter seperti obat analgesik (tilenol, tramadol); obat anti-inflamasi non steroid (ibuprofen, naproxen), obat kortikosteroid, dan obat antirematik.

2. Fisioterapi

Pengobatan arthritis juga umum dilakukan dengan melakukan fisioterapi. Fisioterapi berfungsi mengembalikan fungsi sendi, otot, dan tulang. Bagian-bagian tersebut bisa diperkuat dan dilenturkan jika melakukan fisioterapi secara rutin.

3. Tindakan operasi

Operasi adalah pilihan terakhir untuk mengobati arthritis jika obat dan fisioterapi tidak bisa mengatasi arthritis yang dialami pasien. Beberapa jenis operasi yang bisa dilakukan untuk mengobati arthritis seperti operasi perbaikan sendi, operasi penggantian sendi, dan operasi fusi sendi.

 

 

Sumber:

  1. ArthitisFoundation: What is Arthitis. https://www.arthritis.org/about-arthritis/understanding-arthritis/what-is-arthritis.php [diakses pada 12 Juni 2019]
  2. ArthritisFoundation. Types of Arthritis. https://www.arthritis.org/about-arthritis/types/ [diakses pada 12 Juni 2019]
  3. Mayoclinc: Arthritis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/arthritis/diagnosis-treatment/drc-20350777 [diakses pada 12 Juni 2019]
  4. MedicalNewsToday: What are the causes and types of arthritis? by Hannah Nichols. https://www.medicalnewstoday.com/articles/7621.php [diakses pada 12 Juni 2019]