Terbit: 25 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Setiap bayi menangis, orang tua pasti segera mencari apa yang menjadi penyebab bayi menangis. Namun jika semua penyebab bayi menangis sudah ditangani dan bayi tetap menangis dalam waktu lama, orang tua pasti khawatir. Kondisi bayi menangis terus-menerus tana sebab yang jelas ini sering dikenal dengan istilah arsenic hour.

Arsenic Hour, Ketika Bayi Menangis Tanpa Sebab yang Jelas

Apa itu arsenic hour?

Arsenic hour atau witch hour adalah waktu ketika bayi atau anak kecil yang awalnya tenang lalu menangis tanpa sebab. Waktu menangis bayi pun beragam, antara 6-10 malam, namun ada juga yang sering menangis pada pukul 3-4 pagi.

Umumnya bayi mengalami hal ini ketika berusia 4-6 minggu dan mulai berkurang hingga bayi berusia 12 minggu, namun kondisi ini beragam pada setiap bayi. Banyak orang tua yang menyamakan antara kondisi ini dengan periode kolik pada bayi.

Penyebab arsenic hour pada bayi

Belum diketahui dengan pasti penyebabarsenic hour yang dialami bayi, namun ada beberapa teori penyebab arsenic hour yang dipercaya para pakar, di antaranya:

1. Bayi mengalami kelebihan rangsangan

Orang tua pasti sering memberi rangsangan pada bayi dalam berupa pijatan, sentuhan, suara atau rangsangan lainnya. Bisa jadi rangsangan tersebut terlalu berlebihan sehingga bayi merasa lelah namun tidak bisa mengungkapkannya. Akhirnya, bayi menangis seolah-olah tanpa sebab yang jelas.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

2. Aliran ASI lebih lambat di malam hari

Saat malam hari, aliran ASI di payudara umumnya lebih lambat karena kadar prolaktin ibu menurun. Hal ini kadang membuat bayi merasa tidak sabar dan rewel sehingga menangis kencang.

Cara menghadapi bayi rewel saat arsenic hour

Untuk menenangkan bayi yang rewel, ibu harus tenang terlebih dahulu. Ibu yang tenang dapat menghadapi bayi rewel lebih baik dari ibu yang panik. Tanamkan sugesti pada diri ibu bahwa kondisi ini hanya akan berlangsung sementara lalu semuanya akan kembali normal.

Jika ibu sudah tenang, langkah selanjutnya adalah dekap bayi dengan gendongan yang nyaman. Anda bisa menggendongnya sambil mengajaknya jalan-jalan ke luar rumah untuk menghirup udara segar. Selain itu Anda juga bisa menciptakan white noise untuk membantu bayi lebih tenang.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi