Aray Daulay Diduga Meninggal karena Infeksi Paru

aray-daulay-doktersehat
Photo Source: Twitter/ray_d_sky

DokterSehat.Com– Musisi Aray Daulay yang pernah tergabung dalam grup band Plastik dan Steven & Coconut Treez dikabarkan meninggal pada Jumat, 28 September 2018 dini hari di Bali. Menurut pengamat musik Adib Hidayat, Aray diduga meninggal karena infeksi paru. Sehari sebelumnya, Aray sempat mengeluhkan sensasi sakit di tubuhnya kemudian jatuh pingsan dan akhirnya meninggal dunia.

Belum jelas penyakit infeksi paru apa yang dialami oleh Aray. Hanya saja, Medical News Today menyebutkan bahwa penyakit paru-paru membunuh sekitar 4 juta orang setiap tahunnya. Mengingat masyarakat di seluruh dunia cenderung masih menyepelekan pemeriksaan kesehatan paru-paru, maka ada kemungkinan jumlah kasus ini cenderung meningkat.

Salah satu jenis infeksi paru yang paling dikenal oleh masyarakat adalah tuberkulosis atau TB. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri bernama mycobacterium tuberculosis dan bisa menular. Selain menyerang paru-paru, TB juga bisa menyerang otak dan tulang. Jika sampai seseorang mengidap penyakit ini, mau tidak mau ia harus menjalani pengobatan hingga setengah tahun tanpa putus.

Jenis infeksi paru lainnya yang patut untuk kita waspadai adalah pneumonia. Penyebab dari masalah kesehatan ini adalah berbagai macam pathogen, termasuk virus dan bakteri. Yang tidak banyak orang sadari adalah, pneumonia adalah penyebab kematian anak dengan usia di bawah 5 tahun paling banyak di seluruh dunia selain influenza. Mereka yang memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh di usia lanjut juga rentan untuk terkena penyakit ini.

Selain pneumonia dan tuberkulosis, ada baiknya kita juga mewaspadai infeksi paru jenis lainnya, yakni bonkritis kronis. Biasanya, gejala dari masalah kesehatan ini adalah batuk yang tak kunjung sembuh dalam waktu yang lama. Sebagian pakar kesehatan menyebut bonkritis kronis sebagai salah satu jenis dari penyakit paru obstruktif kronis yang bisa dipicu oleh infeksi virus ataupun bakteri. Beruntung, penyakit ini bisa diobati dengan antibiotik.

Infeksi paru berikutnya yang perlu diwaspadai adalah cystic fibrosis yang ditandai dengan munculnya lendir yang sangat pekat di jaringan paru sehingga menghambat saluran udara. Penyakit ini bisa menyerang anak-anak dan memicu gangguan pertumbuhan.