Terbit: 26 Februari 2018
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Kadar gula darah yang tidak terkontrol pada orang-orang yang menderita diabetes membuat tubuhnya rentan mengalami komplikasi penyakit. Salah satu tindakan yang bisa memicu komplikasi adalah operasi mencabut gigi. Lantas, apakah mereka yang memiliki diabetes tidak boleh mencabut giginya?

Apakah Penderita Diabetes Boleh Cabut Gigi?

Photo Credit: Flickr.com/ Webiliz

Untuk diketahui, pencabutan gigi tidak dapat dilakukan sembarangan bagi mereka yang memiliki penyakit diabetes. Ada berbagai kontraindikasi yang bisa terjadi, terutama pada pasien diabetes yang tidak terkontrol.

Diabetes dan Kesehatan Mulut
Sejumlah penelitian mengungkapkan, bahwa terdapat hubungan antara penyakit gusi dan diabetes. Menurut National Diabetes Information Clearinghouse (NDIC), penyakit diabetes dapat meningkatkan risiko masalah pada gusi. Saat gusi mengalami masalah maka penderita diabetes menjadi lebih sulit untuk menjaga kadar gula dalam darahnya.

Sementara itu, semakin tinggi kadar gula darah, semakin besar kemungkinan Anda mengalami penumpukan plak pada gigi. Bila kadar gula darah Anda tinggi, jumlah gula dalam air liur juga akan tinggi, dan hal ini menciptakan lingkungan ideal untuk berkembangnya plak. Kelebihan plak dapat meningkatkan risiko infeksi dan penyakit gusi.

Masalah pada gigi dan gusi bukanlah satu-satunya masalah kesehatan mulut yang mungkin dihadapi jika Anda tidak mengobati diabetes secara teratur. Menurut American Diabetes Association, penderita diabetes lebih cenderung mengalami mulut kering. Dengan mulut yang kering hal itu akan meningkatkan peluang Anda terkena infeksi dan gigi berlubang.

Sedangkan menurut National Institutes of Health, saat kadar gula dalam darah mengalami peningkatan, salah satu ciri yang bisa dikenali adalah munculnya sariawan. Hal ini disebabkan karena mikroorganisme dapat tumbuh dengan subur di air liur yang memiliki kadar gula yang tinggi.

Lalu, Apakah Penderita Diabetes Boleh Mencabut Gigi?
Pada dasarnya, pencabutan gigi pada penderita diabetes adalah sesuatu yang kompleks. Pasalnya, prosedur tersebut berhubungan dengan tipe diabetes dan berbagai komplikasi yang akan dialami oleh penderita diabetes setelah cabut gigi, seperti perdarahan yang tak kunjung henti, proses penyembuhan luka yang lama dan osteomielitis (infeksi tulang yang disebabkan oleh bakteri). Selain itu, ada juga risiko penyebaran infeksi odontogenik terhadap infeksi ruang fasia yang dapat mengancam nyawa pada penderita diabetes apabila kadar gulanya tidak terkontrol.

Meski demikian, bukan berarti cabut gigi bagi pasien diabetes tidak boleh dilakukan sama sekali. Pada beberapa kasus, pasien diabetes bisa melakukan operasi cabut gigi menggunakan cara yang sama dengan pasien yang tidak memiliki diabetes. Dengan syarat ketika dioperasi kadar gula darahnya tidak tinggi. Itu sebabnya, konsultasikanlah dengan dokter mengenai kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan.

Tindakan pencabutan gigi dianjurkan untuk dilakukan pada pagi hari, dengan catatan pasien harus sarapan terlebih dahulu. Melakukan kontrol pada pagi hari direkomendasikan, karena pada waktu ini kortisol mencapai kadar tertinggi dan memberikan kadar gula darah yang terbaik.

Sementara itu, jika penderita diabetes yang tidak terkontrol tetap melakukan operasi pencabutan gigi, terdapat berbagai risiko komplikasi mulut yang bisa dialami seperti, penyakit periodontal, gangguan fungsi kelenjar ludah, infeksi, atau neuropati.

Akan tetapi, jika Anda menjaga pola makan dan rutin mengonsumsi obat diabetes, maka risiko komplikasi yang ditimbulkan dari diabetes bisa ditekan. Sebelum melakukan pencabutan gigi, sebaiknya kendalikan kadar gula darah dan konsultasikan dengan dokter penyakit dalam untuk memberikan arahan apakah pencabutan gigi boleh dilakukan.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi