Terbit: 28 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Pernah mendengar beberapa teguran dari orang tua agar Anda tidak terlalu banyak minum soda saat akan menstruasi? Menurut orang tua atau sebagian besar orang, minuman bersoda akan membuat PMS jadi lebih sakit. Selain itu, darah yang keluar juga jadi deras sehingga menstruasi jadi cepat selesai.

Apakah Konsumsi Alkohol Bisa Membuat PMS jadi Lebih Sakit?

Senada dengan peringatan itu, beberapa orang juga tidak menganjurkan wanita yang PMS atau mendekati waktu menstruasi untuk minum alkohol. Minum alkohol akan membuat PMS jadi lebih sakit dan menyiksa, benarkah demikian?

PMS memang lebih buruk saat minum alkohol

Dari sebuah penelitian kolaborasi yang dilakukan oleh University of Santiago de Compostela dan University of Southampton dan dipublikasikan di BMJ Open. Alkohol membuat PMS yang dialami oleh wanita jadi sangat berat. Bahkan dari 47.000 responden yang mengikuti survei, sekitar 79 persen wanita alami rasa sakit besar meski hanya konsumsi 1 porsi saja.

Dari apa yang dirasakan oleh para responden itu, kenaikan rasa sakit bisa mencapai nyaris 50 persen. Rasa sakit yang besar pada tubuh terjadi karena alkohol mengubah konsentrasi hormon bernama steroid dan gonadotropin di dalam tubuh. Selain itu, alkohol juga mengganggu struktur kimia di otak yang berkaitan dengan mood.

Anjuran saat PMS tiba

Untuk menghindari gangguan PMS yang cukup besar dan berat, beberapa dokter menganjurkan wanita untuk lebih banyak mengonsumsi makanan sehat. Selanjutnya minum air putih juga sangat direkomendasikan alih-alih minuman dengan pemanis buatan seperti soda atau bahkan alkohol.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Selanjutnya wanita yang mendekati PMS juga disarankan untuk olahraga dengan intensitas sedang. Kondisi ini bisa membuat rasa sakit yang dirasakan sedikit mereda.

Nah, ternyata memang benar alkohol bisa menyebabkan PMS jadi makin sakit. Jadi, jangan konsumsi ya kalau mau PMS.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi