Terbit: 26 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Beberapa pasangan ada yang memiliki fetish atau kecenderungan seks yang berbeda-beda. Ada yang suka menggunakan pakaian tema tertentu saat bercinta. Ada pula yang suka melakukan ejakulasi di mulut pasangan atau melakukan seks oral sampai pria mengeluarkan semen.

Apakah Kita Bisa Tertular Penyakit Saat Menelan Sperma

Nah, apakah melakukan seks dengan ejakulasi di mulut pasangan itu sehat. Kalau sperma sampai tertelan meski sedikit, apakah tidak menyebabkan masalah seperti penularan penyakit?

Apa saja kandungan dari cairan mani

Selama ini kita sering menyebut cairan manis sebagai sperma. Padahal cairan itu tidak hanya berisi sperma yang bisa membuahi sel telur saja. Lebih dari itu, ada banyak kandungan cairan mani yang sebenarnya kaya akan nutrisi ini.

Dalam satu ejakulasi, cairan mani pada pria mengandung fruktosa yang memberi rasa manis, asam askorbat, zink, kalsium, protein, asam sitrat, Vitamin C, natrium, dan Vitamin B12. Kandungan ini membuat sperma seperti tidak masalah saat ditelan.

Sayangnya sperma yang berasal dari pria yang mengalami penyakit menular seksual justru berbahaya. Di dalamnya ada virus yang bisa saja menyebar dengan mudah ke dalam tubuh saat ditelan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Jenis penyakit yang bisa menular melalui sperma

Menelan sperma dari pria yang tidak sehat bisa menyebabkan Anda tertular jenis penyakit seperti klamidia, gonore, sifilis, kutil kelamin, dan herpes genital. Penularan ini semakin mudah dilakukan kalau ada luka di dalam mulut. Virus bisa masuk ke sana lalu ikut menyebar melalui pembuluh darah.

Jadi, kalau Anda tidak tahu apakah pasangan benar-benar sehat atau tidak, jangan mau kalau diminta untuk menelan sperma. Hal ini sangat berbahaya karena beberapa penyakit cukup mematikan kalau tidak segera diberi penanganan dengan serius.

Demikianlah ulasan tentang bahaya menelan sperma. Semoga bisa Anda gunakan sebagai rujukan.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi