Terbit: 28 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Salah satu penyakit yang cukup ditakuti oleh wanita adalah kista endometrium atau kista yang muncul di dinding rahim. Gumpalan yang berisi udara, cairan, atau semi padat itu bisa menyumbat saluran ovarium. Dampaknya, pembuahan tidak akan bisa terjadi. Kalau pun pembuahan bisa terjadi, janin akan sulit menempel pada dinding rahim.

Kista-Ovarium-Curiga-Ganas-doktersehat

Untuk mengatasi permasalahan kista ini operasi harus dilakukan dengan benar. Setelah operasi dilakukan, pasangan bisa segera melakukan program kehamilan. Sayangnya, beberapa pasangan lagi-lagi gagal menjalani program mendapatkan momongan lantaran kista yang ada di dalam rahim tumbuh lagi.

Benarkah kista bisa tumbuh lagi dan tidak hilang setelah diangkat?

Tumbuhnya kista di dalam rahim

Beberapa jenis kista bisa tumbuh lagi khususnya yang muncul di bagian dalam tubuh seperti rahim. Kista endometrium sendiri adalah salah satu kista yang mudah sekali kambuh meski sudah menjalani operasi berkali-kali.

Salah satu penyebab kista muncul kembali adalah gaya hidup yang tidak baik pasca operasi. Makanan dengan bahan pengawet dan kafeina tidak baik untuk kesehatan pasien yang baru saja menjalani operasi kista. Zat tersebut memicu tumbuhnya kista perlahan-lahan.

Selain makanan dengan pengawet kondisi hormon di dalam tubuh juga ikut berpengaruh. Tingginya estrogen membuat kista tumbuh kembali sehingga dibutuhkan obat untuk menekannya.

Cara mengatasi pertumbuhkan kista pasca operasi

Lakukan perubahan gaya hidup di bawah ini kalau ingin kista tidak muncul kembali.

  • Hanya mengonsumsi karbohidrat kompleks.
  • Lebih banyak mengonsumsi karbohidrat dengan indeks glikemik rendah seperti oat, gandum, dan beras merah,
  • Konsumsi makanan yang memiliki protein tinggi baik itu hewani atau nabati.
  • Hindari minuman berkafeina seperti kopi, teh, dan soda.
  • Olahraga rutin dan istirahat yang cukup.

Semoga ulasan di atas bermanfaat untuk Anda.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi